Negara Sandiwara, Lempar Tangan Sembunyi Batu

Ilmu Adu domba dan playing victims.
viralnow 2511 411 212 Ahok 412
0
The Son Of Papua @arandamawei
Generasi baru Indonesia, "lempar Tangan sembunyi Batu". Pintar sekali tuduh menuduh cari kesalahan & playing victims.
The Son Of Papua @arandamawei
1. Siapakah yg mengajarkan kita demikian? Dengan mudah jawabannya adalah Org-orang yg menjadi panutan kita.
The Son Of Papua @arandamawei
2. Loh salah siapa coba? Salah kita sendiri kan gak bisa menggunakan logika, sehingga dengan muda ikut drama ini?
The Son Of Papua @arandamawei
3. Betul, itu adalah salah kita sendiri krena kemampuan kita dalam mnggunakan logika dan nalar sangat rendah. Akhirnya mudah termakan isu.
The Son Of Papua @arandamawei
4. Tapi kita juga gak sepenuhnya salah, kesalahan kita adalah menjadikan org yg suka lempar tangan sembunyi batu tersebut sebagai panutan.
The Son Of Papua @arandamawei
5. Mengapa di sebut lempar Tangan sembunyi Batu? Karena mreka memukul memakai alat tapi alat tersebut tidak nampak. Bisa di pahami kan?
The Son Of Papua @arandamawei
6. Karena alat tersebut tdk kelihatan, akhirnya kita merasa benar dan saling menuduh dan saling membenarkan posisi kita masing-masing.
The Son Of Papua @arandamawei
7. Mirisnya lagi, ketika kita sedang asik saling tuduh dan membenarkan aegumen kita. Mereka yg mnjadi sutradara drama ini ketawain kita
The Son Of Papua @arandamawei
8. Dalam hatinya, sutradara tersebut mngatakan betapa pintar2 nya artisku dan bodohnya penonton ku.
The Son Of Papua @arandamawei
9. Dan ketika penonton mulai pintar dan malas melihat drama tersebut, lalu disitu dia memainkan peran victim nya.
The Son Of Papua @arandamawei
10. Artis2 nya dia salahkan, lalu di pecat satu persatu. Kemudian sebagai korban nya dia menuduh kesalahan ada di pembuat scriptnya.
The Son Of Papua @arandamawei
11. Pada akhirnya si penulis scriptnya yg menanggung kesalahan, dan pihak PH nya yg menanggung kerugiannya.
The Son Of Papua @arandamawei
12. Si sutradara bebas dari tuntutan karena menaruh kesalahan pada org yg membuat script & artis-artis nya.
The Son Of Papua @arandamawei
Apakah kita udah mati rasa, buta hati, mata dan logika? Sampai kapan hei bangsa Indonesia? Sampai kapan mau ikut drama penistaan agama ini?
The Son Of Papua @arandamawei
Mencari pembenaran itu berbeda dengan mencari kebenaran, pembenaran dapat mematikan kebenaran. Sebuta itu kah Nurani dan insting kalian?
The Son Of Papua @arandamawei
Darah ganti darah, nyawa ganti nyawa? Menghasilkan apa? Menghasilkan kebencian & dendam yg akan di turunkan dari generasi ke generasi.
The Son Of Papua @arandamawei
Ya Yuhan? Kapan kamu menegur bangsa ini? Kapan Engkau mau menyatukan kami? Atau udah di usahakan ya? Kami saja yang bebal dan tdak melihat?😥
The Son Of Papua @arandamawei
Buat apa kebebasan berekspresi jika hanya menjadi penyebab pecahnya bangsa? Kebebasan menjadi masalah? Hanya bangsa bodoh yg melakukannya.
The Son Of Papua @arandamawei
Hanya burung yg lahir dalam sangkar yg bisa menyangka bahwa kebebasan adalah suatu kejahatan.
The Son Of Papua @arandamawei
Mereka membela agama di hiasi dengan kata-kata yg penuh kebencian? Kata kasar, ancaman dan makian. Itu kah bela agama? Dngn mnjadi berdosa?
The Son Of Papua @arandamawei
Jika demikian adanya, maka lebih baik seorang preman yg dermawan di banding menjadi seorang pemuka agama yg korup dan jahat.
The Son Of Papua @arandamawei
Ketika bangsa lain sudah mau pindah ke planet lain, kita masih macet di masalah yg seolah-olah kita terlalu bodoh untuk menyelesaikan nya.
The Son Of Papua @arandamawei
Masalah yg dari jaman batu masih kita jadikan topik utama, apa itu? AGAMA...!!! Prdaban lain mnggunakan agama buat maju, kita kbalikannya.😬
The Son Of Papua @arandamawei
Yang bikin kita tambah terlihat dummy lagi, dr masyrakat gak berpendidikan sampe profesor ikut bicara dan mengompori masalah ini.
The Son Of Papua @arandamawei
Dan yg paling gak masuk akal, adalah negara di bawah kendali pemerintah tdk mampu mengendalikan masalah ini. Ada apa dengan pemerintah?
Load Remaining (16)
Login and hide ads.