Sejarah Pertambangan Minyak Bumi di Tanah Air - Bagian 1 -

Dari Jaman Hindia Belanda, Jepang, & Kemerdekaan
0
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Tahukah Sahabat minyak bumi Nusantara telah menarik para pendatang sejak lampau. Telusuri yuk kilas balik pengelolaan minyak di negeri ini.

15/11/2012 23:44:32 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Sebelum gandrung minyak melanda dunia, sktr 1850, pemerintah kerajaan Belanda membentuk komisi, utamanya u/ pertambangan di Hindia Belanda.

15/11/2012 23:46:02 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Dari laporan komisi pimpinan W.R. van Hovell itu, terbit Aturan Pertambangan, Koninklijke Besluit, pada 1850.

15/11/2012 23:47:29 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Pada masa-masa ini, misalnya, sudah ada perusahaan tambang timah pemerintah di Bangka.

15/11/2012 23:47:58 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Pada tahun 1869 saja, pemerintah Hindia Belanda telah mencatat sedikitnya 53 tempat minyak bumi merembes ke luar.

15/11/2012 23:49:06 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Tentu saja, informasi minyak bumi bisa dibor, diciduk dan diangkut kian merangsang pemerintah.

15/11/2012 23:49:12 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Telinga Jan Reerink agaknya mendengar kabar baik itu.

15/11/2012 23:50:08 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Pada 1871 lelaki Belanda ini secara mandiri mencoba mengebor sumber minyak di Cibodas Tangat, Maja, Majalengka, Jawa Barat.

15/11/2012 23:50:18 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Pengeboran Reerink berjalan tersendat-sendat. Selain pengalaman yang minim, alat pengeboran yang digunakan juga masih tradisional.

15/11/2012 23:50:42 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

U/ menembus lapisan tanah, Reerink memutar pengebornya dgn tenaga hewan—spti menggiling tebu. Setahun kemudian, upaya pertama itu berhenti.

15/11/2012 23:51:46 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Tak jauh dari titik lubang pertama, Reerink mencoba kembali.

15/11/2012 23:52:12 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Kendati tak bisa diktkan berhasil, sumur kedua ini mhasilkan minyak bumi Sialnya, hasil itu terus menurun, dan Reerink mengakhiri usahanya.

15/11/2012 23:53:26 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Pada masa itu, berburu minyak memang dilakukan secara coba-coba, menebak-nebak letak jantung minyak berada.

15/11/2012 23:54:13 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Meski begitu, pem. Hindia Belanda mengeluarkan konsesi pengusahaan minyak bumi u/ Reerink pd 1873. Minyak benar2 tlah memikat hati Reerink.

15/11/2012 23:55:14 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Pengalaman pahit itu merangsang Reerink untuk belajar lebih jauh ihwal pengobaran minyak bumi.

15/11/2012 23:55:56 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Selama sekira setahun, dia menimba ilmu pengetahuan di Amerika Serikat, yang telah menguasai teknologi eksplorasi.

15/11/2012 23:56:13 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Kini dia bawa alat yang lebih canggih: bor bermesin uap, setara 15 dk. Reerink coba kembali menggelar pengeboran di Cirebon pada 1874.

15/11/2012 23:56:58 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Sepanjang tahun itu mata bor berputar relatif lebih cepat. Sayangnya, hingga akhir 1874 Reerink belum menemukan tanda-tanda kandungan minyak

15/11/2012 23:57:41 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Keberuntungan rupanya enggan berpihak kepada Reerink. Pengeboran dihentikan.

15/11/2012 23:58:01 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Satu dasawarsa setelah ikhtiar Reerink, kemujuran minyak baru datang di daerah Langkat, Sumatera Utara.

15/11/2012 23:58:18 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Pada suatu hari, Aeliko Jans Zeijlker, seorang administratur kebun tembakau, sedang berteduh dari guyuran hujan lebat di sebuah gubuk.

15/11/2012 23:58:42 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Hari makin gelap, seorang mandor perkebunan yang menemaninya menyulut obor buat penerang hari. Obor ini lain: jauh lebih terang benderang.

15/11/2012 23:58:57 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Sang mandor menguraikan, dia membasahi ujung obor itu dengan cairan yang ada di belakang gubuk.

15/11/2012 23:59:11 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Terdorong rasa ingin tahu, sebelum meninggalkan gubuk, Zeijlker mengambil cairan itu. Dia menerka cairan itu tak lain: kerosen, minyak bumi.

15/11/2012 23:59:38 WIB
Nat Geo Indonesia @NGIndonesia

Sejak itulah, ringkas kisah, Zeijlker mengumpulkan modal buat mengebor sebidang lahan di Telaga Said, tak jauh dari Pangkalan Brandan.

16/11/2012 00:00:22 WIB
Load Remaining (92)

Comment

No comments yet. Write yours!