1
Nadirsyah Hosen @na_dirs
1. Sekarang sy jelasin yah konteks sosialnya knp di masa Orde Baru sampai revisi th 1998 al-maidah51 itu awliya diartikan pemimpin
Nadirsyah Hosen @na_dirs
2. Pada masa ORBA, kebijakannya adalah kerukunan umat beragama, maka kalau diartikan "teman setia" bisa merusak program pemerintah
Nadirsyah Hosen @na_dirs
3. Nanti seolah dipahami umat Islam tdk boleh berkawan akrab dg non-muslim. Pemerintah ORBA ingin menjaga kerukunan
Nadirsyah Hosen @na_dirs
4. Segala hal yang bisa merusak kerukunan agama pada masa Pak Harto itu dicegah. Ini memang orientasi beliau saat itu
Nadirsyah Hosen @na_dirs
5. Bahkan fatwa MUI soal haram perayaan natal bersama pun dipersoalkan pemerintah saat itu krn bisa mengganggu kerukunan
Nadirsyah Hosen @na_dirs
6. Itu sebabnya Depag dan para ulama kita memilih aman dg menerjemahkan awliya saat itu sbg pemimpin
Nadirsyah Hosen @na_dirs
7. Mrk anggap aman karena mmg tdk mungkin Presiden dr non-muslim karena 90% mayoritas Islam
Nadirsyah Hosen @na_dirs
8. Namun revisi terjemah 1998-2000 setelah tumbangnya ORBA terjemah awliya dalam qs al-maidah51 menjadi "teman setia"
Nadirsyah Hosen @na_dirs
9. Revisi ini konteks sosialnya jelas: tdk ada lagi halangan para ulama utk kembali kpd makna asalnya dari awliya yaitu teman setia
Nadirsyah Hosen @na_dirs
10. Selain pak Harto sdh tumbang, umat juga sdh dewasa dan bisa memahami relasi yg lebih sehat dg non muslim
Nadirsyah Hosen @na_dirs
11. Kembalinya ke makna asal awliya sbg "teman setia" itu menjadikan terjemah depag sejalan dg terjemahan di seluruh dunia Islam
Nadirsyah Hosen @na_dirs
12. Pakar tafsir Quraish Shihab dalam al-Misbah sdh mengingatkan bhw "pemimpin" bukan terjemahan yg pas dari awliya
Nadirsyah Hosen @na_dirs
13. Saya jg merasa terjemahan "teman setia" itu nanti bisa diplintir oleh Islam garis keras utk tdk bersahabat dg non-muslim
Nadirsyah Hosen @na_dirs
14. Terjemahan yg lebih pas utk awliya dlm al-maidah51 itu bagi saya adalah "sekutu" atau "aliansi". Ini sesuai dg asbabun nuzul
Nadirsyah Hosen @na_dirs
15. Jadi merevisi terjemahan di masa ORBA ataupun mengusulkan terjemahan yg lebih pas itu bukan bemaksud mengedit al-Quran
Nadirsyah Hosen @na_dirs
16. Terjemah itu beda dg al-Qur'an. Yang direvisi itu terjemahannya bukan ayatnya. Makanya aneh kalau ada yg nuduh beredar quran palsu
Nadirsyah Hosen @na_dirs
17. Menerjemahkan dan jg menafsirkan itu bukan sj melibatkan bahasa tapi jg konteks dan asbabun nuzul serta relasi dg ayat lainnya
Nadirsyah Hosen @na_dirs
18. Janganlah kita mempolitisir ayat utk kepentingan Pilkada dg berupaya mengembalikan lg terjemah almaidah51 ke jaman ORBA
Nadirsyah Hosen @na_dirs
19. Kita harus jaga kesucian al-Qur'an dari kepentingan politik sesaat. Qur'an itu suci. Politik itu kotor. Jgn dicampurkan
Nadirsyah Hosen @na_dirs
20. Demikian yang ingin saya sampaikan. Terima kasih sdh ikut menyimak 🙏

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.