0
#99 @PartaiSocmed
Ada yg mencoba membela diri dgn bilang "masalah ecek2 saja kok dibahas serius". Jawaban kami, bagi2 sembako ini bukan masalah kecil.
#99 @PartaiSocmed
Kultwit ini akan menunjukkan betapa bagi2 semacam itu pernah merusak demokrasi dalam sejarah. Bahkan menghancurkan bangsa.
#99 @PartaiSocmed
"Demokrasi Bingkisan Sembako" ini sesungguhnya adalah wajah korup dari demokrasi yg sudah dipraktikkan sejak jaman dulu.
#99 @PartaiSocmed
Demokrasi Republik Romawi (sebelum kekaisaran) dihancurkan oleh cara2 korup 'membeli' suara rakyat miskin utk jabatan Senator
#99 @PartaiSocmed
Untuk memahaminya, marilah kita simak video singkat tentang "demokrasi korup" di era Gnaeus Papirius Carbo pic.twitter.com/jdbGqvVbI6
#99 @PartaiSocmed
Dari sejarah kita belajar. Kelak Romawi mengalami kekalahan yg memalukan dibawah pimpinan Gnaeus Papirius Carbo itu.
#99 @PartaiSocmed
Mengapa Romawi yg perkasa bisa kalah secara memalukan dari bangsa 'barbar'? Sebab proses demokrasi saat itu sedang mengalami pembusukan.
#99 @PartaiSocmed
Proses seleksi pemimpin berdasarkan meritokrasi yg harusnya dihasilkan oleh demokrasi berubah jadi regenerasi anak2 aristokrat kaya.
#99 @PartaiSocmed
Prinsipnya, aristokrat kaya alias penguasa lama meneruskan kekuasaannya dalam sistem demokrasi dengan cara 'membeli' suara.
#99 @PartaiSocmed
Dan bisa ditebak hasilnya, demokrasi korup yg dipraktikkan Romawi saat itu akhirnya menghasilkan pemimpin2 yg inkompeten.
#99 @PartaiSocmed
Demokrasi korup selalu menghasilkan pemimpin korup. Jika saat pemilihan mereka bagi2 uang/sembako, maka setelah terpilih pasti cari gantinya
#99 @PartaiSocmed
Jadi, demokrasi korup yg membeli suara rakyat dgn bagi2 uang atau sembako hanya menghasilkan pemimpin yg korup dan inkompeten
#99 @PartaiSocmed
Akibatnya adlh kehancuran pada demokrasi itu sendiri. Pd akhirnya rakyat menilai demokrasi hanya bermanfaat bagi aristokrat/orang kaya saja.
#99 @PartaiSocmed
Dan itulah yg terjadi pada jaman Romawi. Republik Romawi yg dibangun dgn demokrasi akhirnya berubah jadi kekaisaran.
#99 @PartaiSocmed
Jadi masih ada yg mau bilang masalah bagi2 sembako ini masalah ecek2? pic.twitter.com/fAtO4lya88
Expand pic
Expand pic
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Jelas demokrasi bagi2 sembako ini mengancam demokrasi kita. Sama persis seperti pembusukan demokrasi era Romawi dulu.
#99 @PartaiSocmed
Jika dulu praktik 'beli suara' di era Republik Romawi dilakukan oleh Carbo yg berasal dari keluarga aristokrat kaya..
#99 @PartaiSocmed
Sekarang bagi2 sembako dilakukan oleh Carbo masa kini yg berasal dari keluarga aristokrat politik Indonesia, yaitu anak mantan Presiden.
#99 @PartaiSocmed
Masih ada yg berani bilang masalah ini masalah ecek2?
#99 @PartaiSocmed
Kita harus selamatkan demokrasi kita dari praktik money politic. Apapun modusnya; uang, sembako atau yg lainnya.
#99 @PartaiSocmed
Sebab demokrasi harusnya proses seleksi pemimpin terbaik. Bukan proses regenerasi pemimpin lama kepada anak cucunya dgn membeli suara.
#99 @PartaiSocmed
Mari belajar dari sejarah. Jangan kita ulangi kegagalan demokrasi Republik Romawi. Lawan demokrasi bagi2 sembako!
#99 @PartaiSocmed
Bagi yg ingin menonton video tentang demokrasi korup era Romawi silakan tonton disini youtu.be/WG_lHq5GHtM
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Sekian kultwit kami. Semoga mencerahkan dan menambah wawasan kita semua. Terimakasih.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.