1
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
1. Lama kelamaan muak juga melihat agama saya dijadikan alat untuk pilkada DKI ini. Ayat2 dijadikan alat untuk membenarkan pilihan pribadi
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
2. Saya khawatirnya, Ayat Quran dijadikan alat berlindung untuk mengakomodir kebencian terhadap seseorang
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
3. Bahkan gilanya lagi, Ayat Quran dijadikan alat untuk menjadi Tim sukses. Cara membodohi rakyat dengan modal ayat. Astagfirullah!
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
4. Saya adalah orang yg dari dulu menolak cara bersaing dalam kampanye pemilu menggunakan ayat agama, karena Pemilu itu gunakan hukum NKRI.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
5. Hukum NKRI itu bersumber dari agama dan adat di negara ini. Jadi Hukum di Indonesia sudah akomodir intisari dari ajarann agama juga.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
6. Saya ingin hentikan pola ini agar supaya kita semua bisa memilih Pimpinan secara rasional. Saya punya hak utk lindungi ajaran agama saya.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
7. Ini bukan soal mendukung Ahok, dan kalaupun nanti saya dukung ahok, gak ada satu manusia, jin dan syaitan bisa melarang saya hehehe..
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
8. Ok saya akan coba jelaskan dari dua sisi. Pertama dari sisi agama dan kedua dari sisi hukum di negara ini.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
9. Dan saya tidak ingin menafsirkan ayat, tapi hanya menampilkan kembali sesuatu pada tempatnya saja. tidak lebih...
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
10. Surat Al Maidah 51 selalu menjadi rujukan bagi sebagian orang untuk menolak calon pimpinan di Pemilu. pic.twitter.com/MUyEK2WDvs
 Expand pic
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
11. Dan ayat ini digunakan lalu ditambahkan kata Ahok. Disebarkan karena ahok itu Nasrani. Ini yg salah! Ini tidak sehat dan inilah SARA!
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
12. Jadi kalau ketua KPU DKI katakan ini bukan SARA, maka saya katakan ini SARA! Karena gunakan ayat disertai nama Ahok di pilkada.. @kpudki
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
13. Sudah sangat jelas bahwa Al-Maidah 51 ini Seruan MELARANG MENGAMBIL PEMIMPIN bukan MEMILIH PIMPINAN.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
14. Harus mampu bedakan MENGAMBIL DAN MEMILIH. Juga harus mampu bedakan PEMIMPIN dan PIMPINAN. Itu 2 hal yang sangat berbeda!
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
15. Kalau MENGAMBIL PEMIMPIN itu kebebasan kita, Di Al-Maidah dikatakan "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil..."
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
16. Kalau MEMILIH maka ada batasannya. ya memilih itu seperti Pemilu ini. Memilih PIMPINAN, terbatas pilihannya..
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
17. Kalau PEMIMPIN, maka dia bisa siapa saja, bahkan di dalam hadits mengatakan bahwa bukankah kita semua adalah para pemimpin?
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
18. Kalau PIMPINAN itu adalah jabatan yg diperoleh, diperebutkan, diminta dsbnya. Berhubungan dgn kekuasaan dlm sebuah sistem atau wilayah.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
19. Jadi Surat Al-Maidah tidak "Sekeras" yang digunakan sebagian orang, ayat itu untuk DIRI KITA mengambil PEMIMPIN bukan memilih PIMPINAN.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
20. Saya kok melihatnya ayat agama digunakan untuk menyerang seseorang tanpa logika? sedangkan Islam tidak ajarkan seperti itu..
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
21. Ayat Quran itu untuk diri kita mengambil Pemimpin yg se Aqidah buat kita jadikan Pemimpin, bukan jadikan Pimpinan. ini salah kaprahnya.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
22. Setelah saya menjelaskan dari sisi agama, saya akan menjelaskan dari sisi hukum negara, Negara Indonesia.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
23. Di UUD 1945, sama sekali tidak menyebutkan kata PEMIMPIN tapi di UUD 1945 ada menyebutkan kata PIMPINAN.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
24. Di UU Pemerintahan Daerah disebutkan PIMPINAN, tidak ada di sebutkan PEMIMPIN, Di UU Pilkada tdk menyebutkan Pemimpin tapi kepala daerah
Load Remaining (16)
Login and hide ads.