0
Teroris Social Media @TerorisSocmed
Heboh Minyak Bodong Glencore ke Pertamina : Siapa Tanggung Jawab? #PertaminaKokGitu pic.twitter.com/STO9h90r73
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Teroris Social Media @TerorisSocmed
Suplai minyak bodong dari Glencore kepada PT Pertamina (Persero) kian menghebohkan. #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
Betapa tidak, komposisi minyak mentah yang dipesan jauh melenceng dari spesifikasi seperti tertuang dalam kontrak. #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
Diketahui, minyak mentah tersebut rencananya akan dipasok sebanyak 4 kargo untuk kebutuhan kilang Pertamina. #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
Yakni, minyak mentah “aseng” sebanyak 600 ribu barel untuk kilang Balongan, dan minyak 600 ribu barel “Bonny Light” untuk kilang Balikpapan.
Teroris Social Media @TerorisSocmed
Faktanya, minyak yg didatangkan adalah minyak oplosan Sarir dgn Mesla sebanyak 1.2 juta barel dengan komposisi terbalik #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
yang perbandingan seharusnya 70% Sarir dan 30% Mesla. #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
Anehnya, ISC Pertamina baru menolak saat kedua kapal tanker MT Takiki dan MT Stavenger Blossom #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
yang membawa minyak tersebut sudah merapat di pelabuhan di Dumai dan Balikpapan sekitar tanggal 19 September 2016. #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
Padahal kalau merujuk ” notifikasi Bill of Lading ” yang lebih awal diterima oleh ISC #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
seharusnya sejak awal sebelum kapal bergerak dari Libya sdh bisa diperintahkan oleh ISC untuk dibatalkan #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
dan tdk merugikan ISC Pertamina dgn mencari minyak mentah pengganti dipasar bebas lebih mahal sekitar USD 1 perbarel. #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
Diduga dgn komposisi yg terbalik antara minyak Sarir dgn minyak Mesla ada potensi selisih harganya sekitar $10 perbarel #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
sehingga kalau minyak oplosan itu diterima oleh @PTPERTAMINA , maka ada potensi kerugian sebesar USD 120 juta #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
Aksi penolakan ISC Pertamina itulah yang memancing kritik banyak pihak. #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
Jika dikatakan pada awal proses pemilihan minyak oplosan Sarir dengan Mesla ini #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
berdasarkan kajian Direktorat Pengolahan dengan menggunakan perangkat lunak linier program GRTMPS #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
diduga mengandung keanehan dan bertentangan dengan prinsip yang sudah baku dilakukan oleh ISC #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
yg melarang impor minyak mentah yang dicampur di kapal dan akan mengandung risiko aspek kualitas dan kuantitasnya. #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
Karena percampuran minyak mentah dari berbagai sumber adalah merupakan tugas dan tanggung jawab kilang Pertamina #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
yang dikenal dengan produk “coktail Crude”, dan digunakan komposisinya sebagai bahan baku kilang #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
sesuai dengan program produk BBM yang akan diproduksi dan dengan mempertimbangkan kehandalan kilang Pertamina #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
Anehnya lagi, bahwa sesungguhnya minyak sarir ini sudah sangat lama tidak digunakan oleh kilang Pertamina. #PertaminaKokGitu
Teroris Social Media @TerorisSocmed
Awalnya pada akhir September 2006 sesuai surat Pertamina Nomor 2252/E20200/ 2006- SO tanggal 31 Agustus 2006 #PertaminaKokGitu
Load Remaining (52)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.