1
Chandra @speedymeter
Gue pengen ngetweet soal Perumahan Syariah yang saat ini lagi trend di Depok dan Bekasi. Juga pelbagai daerah lainnya. Sesampai di kantor ya
Chandra @speedymeter
Bismillahirrahmanirrahim.. Eh udah kaya Uni ya mau buka kultwit aja hehe.. Saya sbnrnya bkn niat kultwit, hny sekedar sharing bagi temen2.
Chandra @speedymeter
1. Tema sharing kali ini terkait dengan berjamurnya bisnis properti syariah, tanpa bunga tanpa riba. Benarkah demikian? Yuk kita simak.
Chandra @speedymeter
2. Bisnis properti syariah di Indonesia terbagi mjd dua bagian besar, yakni pengusaha properti yg bergerak sendiri, dan melalui komunitas.
Chandra @speedymeter
3. Pengusaha yg bergerak sendiri/individual, biasanya skala propertinya berkisar dibawah 5 rumah/ruko. Biasanya LT/LBnya juga kecil.
Chandra @speedymeter
4. Sedangkan yg melalui komunitas, biasanya tergabung di Developer Properti Syariah Indonesia (DPSI), sdh tersebar di byk kota komunitasnya.
Chandra @speedymeter
5. Gue cuma akan membahas soal konsep keduanya yg kurang lebih sama dari soal promosi, how they sell, and what they offer to customer.
Chandra @speedymeter
6. Jargon yg didengungkan oleh properti syariah tampaknya sdh pakem: tanpa KPR, tanpa Riba, cicilan tetap, halal. Dpt dibuktikan di OLX 😉
Chandra @speedymeter
7. Sasarannya: pasangan baru menikah, atau pribadi yang berat untuk memiliki rumah dengan regulasi dari Pemerintah yg minimal DP hrs 20%
Chandra @speedymeter
8. Saat ini regulasi tsb sdh direvisi menjadi hny 10% untuk rumah pertama. Tetap saja, bagi sebagian orang terlampau sulit mewujudkan rumah.
Chandra @speedymeter
9. Disitulah ceruk pasar properti Syariah. Tanpa KPR: tanpa Bank, tanpa BI checking, tanpa analis kredit. Siapa yang ga mau?
Chandra @speedymeter
10. Kasarnya, jargon tanpa KPR ini telah abai terhadap kemampuan finansial seseorang untuk memiliki rumah. Juga rekam jejak finansialnya.
Chandra @speedymeter
11. Abai terhadap 2 hal td bisa jadi petaka buat pembeli kalau-kalau nanti terjebak pd situasi tak mampu bayar. Jk tak cermat, celaka.
Chandra @speedymeter
12. Lho celaka? Iya, krn biasanya format jual beli by default menguntungkan sisi penjual. Pembeli hrs cermat sblm ttd & lakukan transaksi.
Chandra @speedymeter
13. Solusi yg pertama: perhatikan benar2 format perjanjian jual beli, in case gagal bayar, in case debitur/pembeli meninggal dsb.
Chandra @speedymeter
14. Tanpa Riba. Ngga akan pjg lebar sih, harga yg ditawarkan biasanya berkali lipat dr harga pasaran saat ini. Wajar? Menurut saya kurang.
Chandra @speedymeter
15. Harusnya, jk benar tanpa Riba, developer hny cantumkan harga tunai. Jk ada calon pembeli mau nyicil, diskusi lsg ttg proyeksi hrga cicil
Chandra @speedymeter
16. Kalo developer bilang: terus saya untungnya darimana. Kembalikan aja, lalu tanpa ribanya darimana? Tanpa riba = akad jual beli yg jelas.
Chandra @speedymeter
17. Tp dr kesemua faktor diatas, hanya satu hal yg sangat mengusik pemikiran saya. Soal sertifikat. Bbrp sumber tidak berikan jawaban tegas.
Chandra @speedymeter
18. Saya ada teman di DPSI, pernah tanyakan hal yang sama, tapi tak pernah dapatkan jawaban memuaskan. Padahal pertanyaan saya simple.
Chandra @speedymeter
19. Akan dikemanakan sertifikat dan IMB saat msh dalam jangka waktu cicilan? Siapa yg berani menjamin sertifikat di tangan yg aman? Garansi.
Chandra @speedymeter
20. Lucunya ngga ada yg berani menggaransi, lalu kalo ga berani menggaransi, dikemanakan? Bisa aja diagunkan bukan? Lho katanya Syariah? 😂
Chandra @speedymeter
21. Mending kalo diagunkan saja, kalo cicilan 10th, kurang 2 bln lunas yg punya developer ngabur? SHM di Bank, cicilan sdh msk ratusan jt..
Chandra @speedymeter
21. Mending kalo diagunkan saja, kalo cicilan 10th, kurang 2 bln lunas yg punya developer ngabur? SHM di Bank, cicilan sdh msk ratusan jt..
Chandra @speedymeter
22. Udah kejadian di Depok noh, nilep cicilan, shm digadaikan, suruh nuntut aja di pengadilan, dipenjara, pembeli gigit jari lah..
Load Remaining (9)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.