0
Effendi @eae18
- Wahai wartawan @kompascom: Risma Lawan Ahok, Jakarta Untung tetapi Surabaya "Buntung" bit.ly/2b3QdH9 Dari mana kata "Buntung"?
URL KOMPAS.com Risma Lawan Ahok, Jakarta Untung tetapi Surabaya "Buntung" - Kompas.com Burhanudin Muhtadi menilai wacana diusungnya Walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam Pilkada DKI adalah pilihan dilematis.
Effendi @eae18
- Kutipan @BurhanMuhtadi ada kata 'dirugikan'. Tapi kenapa tiba-tiba wartawan @kompascom menulis kata "Buntung"? Jelaskan secara jurnalistik
Effendi @eae18
- Kawan-kawan @kompascom berpihak ke @basuki_btp gpp tapi tolong kerja jurnalistik tetap harus diterapkan. Jangan terus-menerus begini ah
Effendi @eae18
- Sudah berkali-kali wartawan @kompascom ceroboh menulis berita. Contoh kasus Warung Serang dan Menag telat salat Ied. Apa yang dibanggakan?
Effendi @eae18
- Kata "Buntung" dan "Rugi" meski punya makna yang sama tapi konotasinya berbeda. Mohon wartawan @kompascom sedikit cermat
Effendi @eae18
- Wartawan @kompascom boleh menulis kata BUNTUNG, syaratnya kata BUNTUNG ada di dalam tubuh berita. Ini tak ada sama sekali
Effendi @eae18
- Kata pertama "Direktur", terakhir "Burhan" dalam berita Risma Lawan Ahok, Jakarta Untung tetapi Surabaya "Buntung". Tak ada kata Buntung
Effendi @eae18
- Kenapa Kompas tak melakukan penggiringan opini pada Jokowi waktu itu. Tetaplah di Solo. Ini bukan soal move on tapi cara menulis berita
Effendi @eae18
- Kalau gunakan analisis framing, terbaca sekali @kompascom membingkai realitas secara sepihak dengan meminjam @BurhanMuhtadi
Effendi @eae18
- Zaman JB Kristanto, ketika Kompas mau menguliti karya @garinfilm, mereka meminjam penulis luar untuk menghantam karya-karya Garin Nugroho
Effendi @eae18
- Ini kan trik media, memukul pihak lain dengan meminjam pengamat atau penulis luar untuk menguar pernyataan. Ini cara klise
Effendi @eae18
- Berita @kompascom menggiring satu opini dari pendapat @BurhanMuhtadi agar Risma tetap di Surabaya. Harusnya ini diberlakukan ke Jokowi
Effendi @eae18
- Para pengamat, wartawan, intelektual, bela @basuki_btp gpp. Tapi sebagai pembawa kabar, harusnya @kompascom jangan berlebihan memihak
Effendi @eae18
- Jangan begitu. Jangan anggap orang atau pembaca bodoh. Hati-hatilah wartawan @kompascom kalau menulis berita. Kaidah jurnalistik dipakai
Effendi @eae18
- Sebagai orang yang menulis di Kompas, tentu saya paham risiko kritik ini. Tapi Kompas cetak, wartawannya cukup hati-hati kalau menulis
Effendi @eae18
- Apa yang saya tulis soal "Idealisme: Kuburuan Massal Kaum Jurnalis" edyaeffendi.com/archives/2960, Kompas, semakin terang benderang
Effendi @eae18
- Dua orang; Ahok dan Risma, ada sisi baik, ada sisi buruk. Jangan terus-menerus menguar satu sisi. Bersikaplah fair dalam melansir berita
Effendi @eae18
- Jangan gitu ah tulis berita. Gpp kok bela @basuki_btp silakan saja. Tapi kalau tulis berita, yang fair dong @kompascom
Effendi @eae18
- Gpp @Hamdi_Muluk sebagai intelektual tukang bela @basuki_btp tapi metodologi surveynya yang benar dong. Itu saja
Effendi @eae18
- Bela @jokowi @basuki_btp itu sah-sah saja. Itu hak personal. Termasuk juga sah melakukan kritik ke mereka asal cara kritiknya benar
Effendi @eae18
- Andai Risma jadi Gubernur DKI Jakarta, Surabaya tak dirugikan. Persis ketika Jokowi jadi Gubernur Jakarta, Solo tak dirugikan
Effendi @eae18
- Pendapat jika Risma Gubernur Jakarta, Surabaya dirugikan, ini merendahkan orang-orang Surabaya yang punya kualitas dan pribadi yang hebat
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.