Kebijakan Harusnya Merubah Bukan Menambah Kerusakan Hutan #UUBolong

Chirpified
0
Telik Sandi @Jarwokuatin

hari ini aku mau share lagi nih masih terkait pembakaran Hutan dan Undang-Undangnya, aku bakal awali dengan #UUBolong check this out!

16/08/2016 02:41:09 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

Kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia adalah akibat dari kebijakan keliru sejak pemerintahan Soeharto. #UUBolong

16/08/2016 02:41:17 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

Pada tahun 1970-an pemerintah membudayakan metode pembakaran untuk mengalihfungsikan hutan menjadi perkebunan #UUBolong

16/08/2016 02:41:26 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

dan melakukan pembukaan sejuta hektar lahan gambut untuk persawahan pada tahun 1990-an. #UUBolong

16/08/2016 02:41:34 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

Sejak itu budaya membakar hutan mengakibatkan deforestasi lahan dan hutan gambut. #UUBolong pic.twitter.com/go3K0GpMLi

16/08/2016 02:42:50 WIB
Expand pic
Telik Sandi @Jarwokuatin

Berkat kebakaran hutan, Indonesia menjadi salah satu negara penghasil emisi terbesar dunia. #UUBolong

16/08/2016 02:43:02 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

80% sumber emisi berasal dari kerusakan hutan, kebakaran lahan gambut, dan hutan. #UUBolong

16/08/2016 02:43:22 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

Secara global, kerusakan hutan memicu perubahan iklim ekstrem. #UUBolong pic.twitter.com/cHzHZNoO6L

16/08/2016 02:43:39 WIB
Expand pic
Telik Sandi @Jarwokuatin

Lahan gambut di Indonesia terluas ketiga di dunia. Mencapai 20,6 juta hektare atau sekitar 10,8% dari luas daratan Indonesia #UUBolong

16/08/2016 02:43:53 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

tersebar di bagian pesisir dataran rendah Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Papua. #UUBolong

16/08/2016 02:43:57 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

kerusakan ekosistem gambut terjadi akibat dari pengelolaan lahan yang keliru. Konkretnya adalah #UUBolong pic.twitter.com/uz8szupTCs

16/08/2016 02:44:19 WIB
Expand pic
Telik Sandi @Jarwokuatin

pada pemilihan komoditi bisnis yang tidak sesuai dengan karakteristik lahan gambut seperti sawit. #UUBolong

16/08/2016 02:44:29 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

Baru-baru ini pemerintah berencana menerbitkan Perppu Larangan Pembakaran Lahan Gambut. #UUBolong

16/08/2016 02:44:38 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

Perppu ini dibuat sebagai payung hukum penanganan dan pencegahan kebakaran lahan dan hutan di Indonesia. #UUBolong

16/08/2016 02:44:44 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

Lewat Perppu tersebut pasal tentang pembukaan lahan dengan cara membakar dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 #UUBolong

16/08/2016 02:44:53 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) akan dihapuskan. #UUBolong

16/08/2016 02:45:06 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

Anehnya, Perppu cuma mengubah Pasal 69 Ayat 1 dan 2 UU PPLH No.32/2009 karena di dalamnya masih memberikan kelonggaran #UUBolong

16/08/2016 02:45:13 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

untuk dilakukannya pembakaran lahan dengan alasan kearifan lokal. Tidak menyebutkan sedikit pun larangan bagi perusahaan. #UUBolong

16/08/2016 02:45:22 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

Niat pemerintah menyiapkan Perppu untuk atasi masalah kebakaran hutan tahunan tidak akan mengubah keadaan #UUBolong

16/08/2016 02:45:31 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

jika ujung-ujungnya sekedar memenuhi kepentingan bisnis dan investasi. Di sini supremasi hukum pincang. #UUBolong

16/08/2016 02:45:39 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

Sebaliknya, upaya di tingkat lokal malah sering memberi solusi nyata. tata kelola gambut berbasis satuan hidrologis #UUBolong

16/08/2016 02:45:50 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

sudah diupayakan di tingkat akar rumput. Di Pulau Tebing Tinggi Timur Kabupaten Meranti, Riau, #UUBolong

16/08/2016 02:45:58 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

masyarakat bisa menekan pemerintah dan perusahaan untuk bekerja sama merawat lahan gambut supaya tetap lembab #UUBolong

16/08/2016 02:46:28 WIB
Telik Sandi @Jarwokuatin

UU PPLH seharusnya memfasilitasi pemberdayaan masyarakat, penyelamataan hutan dan transformasi menghadapi perubahan iklim. #UUBolong

16/08/2016 02:47:00 WIB
Load Remaining (1)

Comment

No comments yet. Write yours!