0
Tempo Institute @TempoInstitute
1-Menyebarkan ”pengakuan” terpidana mati Freddy Budiman bukanlah sebuah kejahatan #TajukTempo
Tempo Institute @TempoInstitute
2- Ditulis oleh Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Haris Azhar #TajukTempo
Tempo Institute @TempoInstitute
3-Cerita yang kemudian tersebar di media sosial itu merupakan kritik kepada penegak hukum kita #TajukTempo
Tempo Institute @TempoInstitute
4-Tapi, alih-alih berterima kasih, perangkat negara berlaku represif: Haris dilaporkan ke polisi dgn tuduhan melanggar UU ITE #TajukTempo
Tempo Institute @TempoInstitute
5-Penyebaran ”pengakuan” Freddy perlu diletakkan dalam konteks advokasi sang aktivis yang menolak hukuman mati #TajukTempo
Tempo Institute @TempoInstitute
6-Kata ”pengakuan” ditempatkan di antara tanda petik karena, ketika tulisan Haris disebarkan #TajukTempo
Tempo Institute @TempoInstitute
7-Freddy telah dieksekusi bersama tiga terpidana lain #TajukTempo
Tempo Institute @TempoInstitute
8-Diwarnai pro-kontra, selama dua tahun pemerintah Joko Widodo telah mengeksekusi 17 narapidana dalam tiga gelombang #TajukTempo
Tempo Institute @TempoInstitute
9-Haris menulis kelemahan hukum di Indonesia, yang menjadi dasar penolakannya terhadap eksekusi mati #TajukTempo
Tempo Institute @TempoInstitute
10-Dia mengisahkan pernyataan Freddy, yg ditemuinya 2 tahun lalu di Nusakambangan, Jawa Tengah #TajukTempo
Tempo Institute @TempoInstitute
11-Tentang keterlibatan sejumlah personel kepolisian, tentara, Bea & Cukai, serta BNN dlm penyelundupan narkotik #TajukTempo
Tempo Institute @TempoInstitute
12-Poin yang hendak dia sampaikan: selalu ada kemungkinan salah dalam proses hukum yg menjatuhkan hukuman mati kepada terdakwa #TajukTempo
Tempo Institute @TempoInstitute
13-Selengkapnya #TajukTempo edisi hari ini dapat dibaca di majalah Tempo edisi 8-14 Agustus 2016 halaman 27. Terima kasih sudah menyimak :)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.