0
#99 @PartaiSocmed
Belakangan ini santer suara2 dari internal PDIP yg mendorong agar Risma dicalonkan sebagai calon gubernur DKI, berhadapan dgn Ahok
#99 @PartaiSocmed
Namun ada juga suara2 kritis yg mengingatkan bahwa pencalonan Risma di DKI tsb bisa juga berarti upaya menyingkirkan Risma dari Surabaya
#99 @PartaiSocmed
Utk menilai sejauh mana kebenaran argumen pihak2 yg kritis tersebut mk tdk ada salahnya kita melihat kembali sejarah hubungan PDIP dan RISMA
#99 @PartaiSocmed
Kita mulai dari awal proses pencalonan Risma sebagai walikota Surabaya dulu.
#99 @PartaiSocmed
Awal pencalonan Risma menjadi wali kota Surabaya ketika itu sebenarnya di plot sebagai 'wali kota boneka' saja
#99 @PartaiSocmed
Sebab pencalonan Risma yg kala itu menjabat Kepala Dinas Pertamanan adalah karena Bambang DH tak mungkin dicalonkan lagi sebagai wali kota
#99 @PartaiSocmed
Jadi Risma dicalonkan sebagai walikota, sementara Bambang DH wali kota yg tak mungkin dicalonkan lagi turun jadi calon wakil wali kota-nya
#99 @PartaiSocmed
Pada akhirnya pasangan ini memenangkan pemilihan. Risma jadi walikota sementara Bambang DH sang mantan walikota jadi wakil walikota
#99 @PartaiSocmed
Tak dinyana, tenyata kinerja Risma sangat moncer! Dia pun jadi walikota kebanggaan warga Surabaya.
#99 @PartaiSocmed
Namun ada satu kelemahan Risma, khususnya di mata para elite PDIP, yaitu tak kenal kompromi. Akibatnya partai merasa 'tidak dapat apa2'
#99 @PartaiSocmed
Risma yg tegas dan tak kenal kompromi ini secara langsung membuat banyak pihak merasa 'pait', layaknya paceklik panjang
#99 @PartaiSocmed
Begitu juga dalam hal popularitas. Banyak elite PDIP Surabaya merasa partai tidak diuntungkan. Yg populer cuma Risma saja.
#99 @PartaiSocmed
Hal ini terbukti ketika Bambang DH maju dalam pemilihan Gubernur Jatim dari PDIP. Dia cuma dapat suara 3% saja
#99 @PartaiSocmed
Kenyataan inilah yg membuat bu Risma sangat tidak disukai oleh elite PDIP Surabaya. Yg populer Risma sendiri, sementara mrk dapat puasanya.
#99 @PartaiSocmed
Hal ini terlihat sekali ketika bu Risma dgn gigih menolak proyek jalan tol dalam kota. Yg menurutnya tidak mentelesaikan masalah kemacetan.
#99 @PartaiSocmed
Akibat sikap keras kepala Risma itu maka pd tahun 2011 Wisnu (wakil Risma yg sekarang) menjadi pelopor pemecatan Risma sebagai walikota
#99 @PartaiSocmed
Siapakah Wisnu Sakti Buana ini? Beliau adalah anak Sucipto salah satu pendiri PDIP sahabat bu Mega pic.twitter.com/Bs4tzc0gRu
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Harap diingat, wakil Risma saat itu adalah kader PDIP Bambang DH. Jika Risma sampai jadi dipecat DPRD maka jelas siapa yg akan diuntungkan
#99 @PartaiSocmed
Begitulah hubungan Risma dan PDIP. Diusung dan diakui kader sebagai PDIP, namun dibalik itu dirongrong terus menerus agar jatuh
#99 @PartaiSocmed
Untunglah upaya jahat Wisnu dkk ketika itu mendapat perlawanan keras dari warga Surabaya yang kadung cinta pada bu Risma
#99 @PartaiSocmed
Sehingga keadaannya ketika itu adalah: Wakil Rakyat vs Rakyat yg lebih memilih bela bu Risma. Jelas siapa yg menang.
#99 @PartaiSocmed
Puncak dari perseteruan Risma dan PDIP Surabaya adalah ketika terjadi kekosongan wakil walikota akibat Bambang DH nyalon di pilgub Jatim
#99 @PartaiSocmed
Akibat kekosongan tsb PDIP memasukkan Wisnu sebagai wakil bu Risma secara paksa. Tentu saja Risma merasa keberatan.
#99 @PartaiSocmed
Sebab Wisnu inilah yg dulunya menjadi pelopor pemecatan Risma oleh DPRD. Mosok dipekso 'kawin' ambek Risma. Yak opo cak?
Load Remaining (19)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.