0
Partai Gerindra @Gerindra
1. Relokasi warga ke rusunawa, sepertinya menjadi pola solusi Pemprov DKI Jakarta terhadap permasalahan tata kota saat ini.
Partai Gerindra @Gerindra
2. Di Jakarta, warga Kampung Ikan di relokasi ke rusunawa Rawa Bebek dan Marunda. pic.twitter.com/rw8G0tYma2
 Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
3. Warga Kampung Pulo di relokasi ke rusunawa Jatinegara. pic.twitter.com/17nXRPWJ6x
 Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
4. Relokasi ini selalu dikatakan demi memberikan hunian warga yang lebih layak, karena hunian sebelumnya dianggap melanggar peraturan.
Partai Gerindra @Gerindra
5. Apakah sahabat mengetahui apa masalah yang selanjutnya terjadi setelah rekolasi?
Partai Gerindra @Gerindra
6. Masalah yang terjadi adalah hilangnya mata pencaharian warga, jauhnya akses dan keterjangkauan rusunawa dari lokasi kerja dan sekolah, ..
Partai Gerindra @Gerindra
6a. hingga kesulitan membayar sewa rusunawa.
Partai Gerindra @Gerindra
7. Masalah tadi biasanya berusaha dinetralisir oleh Pemprov DKI Jakarta dengan memberikan kompensasi berupa fasilitas dan perabot.
Partai Gerindra @Gerindra
8. Akan tetapi ada permasalahan lain yang sering dikeluhkan selain masalah-masalah tadi.
Partai Gerindra @Gerindra
9. Yaitu masalah perasaan sepi, asing dan tidak nyaman dengan konsep baru hunian vertikal. pic.twitter.com/R1FLYjBVfI
 Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
10. Masalah psikologis ini selalu terjadi saat masyarakat secara tiba-tiba dipindah dari lingkungan yg sudah bertahun-tahun mereka tinggali.
Partai Gerindra @Gerindra
11. Kondisi keterasingan ini dibahas sebagai fenomena manusia urban yang kehilangan “rumahnya”.
Partai Gerindra @Gerindra
12. Maka paradigma pembangunan kota ala Modernisme yang bertumpu pada fungsionalistas dan teknis tidak cukup layak lagi untuk diterapkan.
Partai Gerindra @Gerindra
13. Solusi desain yg tidak melibatkan warga sebagai pengguna produk pada akhirnya hanya akan menuai penolakan. pic.twitter.com/hyvEkJbdKj
 Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
14. Hal di atas tidak lain karena ruang kota sudah sejak lama selalu menjadi ruang kontestasi. Ruang persaingan antar kepentingan kelas.
Partai Gerindra @Gerindra
15. Dalam konteks pembangunan kota, kapitalisme membuat persaingan tersebut dimenangkan oleh kelas borjuis kota. pic.twitter.com/Gcm9XBJUPL
 Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
16. Kemenangan yang diperoleh dengan dukungan kuat penguasa (pemerintah) kota yang tunduk pada kuasa modal. pic.twitter.com/uT6TvR75yN
 Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
17. Kekuatan modal ini mampu menggerakkan seluruh pemangku kepentingan pembangunan kota u/ melayani kepentingannya. pic.twitter.com/NOMwowmeqj
 Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
18. Dalam relasi yang timpang tadi, maka pembangunan kota tidak pernah melibatkan warga miskin kota untuk menjadi aktor utama perubahan.
Partai Gerindra @Gerindra
19. Warga masyarakat seringkali hanya dijadikan OBYEK penataan, penertiban, dan segala bahasa pembangunan kota lainnya.
Partai Gerindra @Gerindra
20. Pemprov DKI Jakarta selalu merasa yang lebih mampu dan berhak melakukan perubahan.
Partai Gerindra @Gerindra
21. Situasi semacam ini sulit diubah selama keberpihakan pembangunan masih condong pada kuasa modal.
Partai Gerindra @Gerindra
22. Maka yang bisa dilakukan adalah merebut hak tersebut. Hak atas kota ini, sejatinya bukan hanya hak warga atas sumber daya kota ..
Partai Gerindra @Gerindra
22a. (transportasi, pendidikan, kesehatan) akan tetapi termasuk hak mempertahankan bagaimana, dimana, dan seperti apa mereka hidup.
Load Remaining (10)
Login and hide ads.