0
Dede Budhyarto @kangdede78
SETIAP peristiwa selalu ada hikmahnya, termasuk peristiwa “menang-menangan” di Tanjungbalai, Sumatra Utara beberapa hari lalu.
Dede Budhyarto @kangdede78
Tak cuma mencokok pelaku di lapangan, polisi @HumasMetroJaya juga menangkap mereka yg menebar kebencian & hasutan di media sosial.
Dede Budhyarto @kangdede78
Polisi di bawah kepemimpinan Tito Karnavian tampaknya kini mulai tegas terhadap “penjahat kata-kata” di dunia maya.
Dede Budhyarto @kangdede78
Mereka tak ubahnya provokator yang gemar menebar teror dan melahirkan kebringasan sosial.
Dede Budhyarto @kangdede78
Menyusul peristiwa kebringasan sosial di Tanjungbalai, polisi menangkap beberapa “netizen” yang oleh polisi dianggap telah menyebarkan
Dede Budhyarto @kangdede78
...provokasi berbau SARA di media sosial terkait kerusuhan yang mengakibatkan enam vihara rusak berat, 2 rusak ringan.
Dede Budhyarto @kangdede78
Terhadap para tersangka pelaku ujaran kebencian, polisi menjerat dengan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) dan atau Pasal 27 ayat (3)
Dede Budhyarto @kangdede78
...jo Pasal 45 ayat (1) UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 156 KUHP,
Dede Budhyarto @kangdede78
...serta Pasal 160 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara.
Dede Budhyarto @kangdede78
Mengada-adakah polisi? Asal main tangkapkah polisi? @DivHumasPolri @HumasPolisi
Dede Budhyarto @kangdede78
Tidak! Polisi menyita laptop, tablet, dan telepon genggam yg digunakan para tersangka untuk memposting tulisan yg menyebarkan kebencian.
Dede Budhyarto @kangdede78
Benar, polisi menyita barang-barang yang selama ini kita gunakan untuk menulis dan menyebarluaskan (sharing) konten apa pun.
Dede Budhyarto @kangdede78
Oleh sebab itu, mulai saat ini berhati-hatilah. pic.twitter.com/EAkykOcXsg
Expand pic
Dede Budhyarto @kangdede78
Kita jangan buru-buru terbakar dan bangga setelah membaca tulisan/gambar/video yang isinya seolah membela komunitas kita,
Dede Budhyarto @kangdede78
...terutama yang berkaitan dengan SARA, lalu dengan begitu saja kita sebarluaskan tanpa melakukan “sensor diri”.
Dede Budhyarto @kangdede78
Di dunia maya, banyak situs abal-abal yang kalau dilihat dari namanya terkesan agamis padahal kenyataannya tidak demikian.
Dede Budhyarto @kangdede78
Berikut rincian bunyi pasal dan ayat UU ITE dan KUHP yang dipakai polisi untuk menjerat para “netizen” terkait peristiwa Tanjungbalai:
Dede Budhyarto @kangdede78
Pasal 27 UU ITE: “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya
Dede Budhyarto @kangdede78
... Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”
Dede Budhyarto @kangdede78
Pasal 28 UU ITE: “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian
Dede Budhyarto @kangdede78
...atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).”
Dede Budhyarto @kangdede78
Pasal 45 ayat 1 UU ITE: “Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4)
Dede Budhyarto @kangdede78
...dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).”
Dede Budhyarto @kangdede78
Pasal 156 KUHP: “Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan
Load Remaining (11)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.