0
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
1. Peta pertarungan di arena Pilkada DKI 2017 makin jelas. Gambaran siapa saja yg akan bertarung meski masih samar namun makin mengerucut.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
2. Hal itu makin terlihat stlh Ahok memutuskan "menjilat ludah" dgn menerima pinangan Nasdem, Hanura, & Golkar utk maju lewat jalur parpol.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
3. Peta pertarungan juga makin jelas setelah Partai @Gerindra memutuskan mengusung @sandiuno. Keputusan Gerindra tsb didukung PKS.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
4. Meski masih menyisakan beberapa partai yg msh "wait and see", namun bandul politik Pilgub DKI kini berada di tangan PDIP.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
5. Sbg pemenang pemilu 2014 sekaligus satu2nya partai yg bisa mengusung sendiri calonnya, langkah PDIP sangat menentukan peta pertarungan.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
6. Ada beberapa alternatif langkah politik yg bisa dipilih PDIP. Dan apa pun pilihan yg diambil akan amat menentukan jalannya pertarungan.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
7. Alternatif pertama: PDIP bergabung dgn Nasdem, Hanura, dan Golkar mengusung Ahok. Ini adalah pilihan yg paling simpel & murah buat PDIP.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
8. Dgn ikut mengusung Ahok bersama 3 partai lainnya, PDIP dipastikan mendapat jatah mengajukan cawagubnya yg kemungkinan besar adlh Djarot.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
9. Pilihan pertama ini juga yg paling murah bagi PDIP, krn tak perlu lagi pusing memikirkan dana & logistik pemenangan Pilgub DKI.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
10. Krn kita tahu, di belakang Ahok berdiri banyak pengusaha, pengembang, dan "cukong" yg siap menggelontorkan dananya demi kemenangan Ahok.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
11. Bila langkah ini yg diambil, hampir bisa dipastikan Pilgub DKI hanya akan diikuti 2 pasang calon: Ahok-Djarot vs Sandi & pasangannya.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
12. Apabila Ahok berpasangan dgn Djarot, maka pilihan paling logis bagi Gerindra, PKS, dkk adalah memasangkan @sandiuno dg @Yusrilihza_Mhd.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
13. Krn tak ada tokoh lain yg berpotensi menandingi elektabilitas Ahok selain Yusril. Gandeng Risma tdk mungkin krn PDIP tak akan izinkan.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
14. Bisa saja Gerindra, PKS, PD, PPP, PKB, & PAN memasangkan @sandiuno dg tokoh lain (selain Risma), tapi akan sia2 saja. Pasti kalah telak.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
15. Tp nampaknya sinyal dukungan PDIP ke Ahok kian hari kian redup. Sebaliknya, dorongan dr berbagai pihak utk memajukan Risma kian menguat.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
16. Nampaknya, gengsi PDIP sbg pemenang pemilu membuatnya enggan merapat ke Ahok yg sebelumnya kerap mengeluarkan statement anti parpol.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
17. PDIP jelas merasa gengsi bila harus bertindak spt Nasdem, Hanura, dan Golkar yg melamar Ahok. PDIP maunya Ahok-lah yg melamar ke PDIP.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
18. Bagi PDIP, Ahok hrs menghormati dan mengikuti mekanisme penjaringan cagub di internal PDIP, sesuatu yg sejak jauh2 hari ditolak Ahok.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
19. Lagi pula, telah amannya tiket Ahok maju ke Pilgub DKI berkat dukungan 3 parpol membuat bargaining PDIP sedikit melemah di depan Ahok.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
20. Alhasil, meskipun terus dirayu, langkah mengusung Ahok bersama 3 partai lainnya nampaknya makin tipis peluangnya utk dipilih PDIP.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
21. Dengan demikian, pilihan yg tersisa bagi PDIP tinggal 2: (i) mengusung sendiri atau (ii) membentuk koalisi besar dg Gerindra, PKS, dkk.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
22. Bila PDIP maju sendiri mengusung calonnya, maka Pilgub DKI akan diikuti 3 pasang calon yaitu Ahok, calon PDIP, dan calon Gerindra cs.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
23. Tp mengusung calonnya sendirian nampaknya tdk akan dilakukan PDIP. Berat di ongokos, coy! Segala dana & logistik hrs ditanggung sendiri.
Sindhu Wijaya @SuaraWarganet
24. Selain itu, memaksakan diri maju sendirian meski memenuhi persyaratan, peluang PDIP menang sangat kecil. Bagaimana pun PDIP butuh teman.
Load Remaining (22)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.