1
Kakak Penyinyir @suarakadrun
1. Hari ini Presiden @jokowi menghadiri acara "Silaturahmi Nasional" dengan para relawan pendukungnya. pic.twitter.com/g3TB8RwP9z
Expand pic
Expand pic
Kakak Penyinyir @suarakadrun
2. Sejak usainya Pilpres 2014, ini untuk kesekian kali Presiden @jokowi membuat acara kumpul2 dgn para relawannya. pic.twitter.com/afG7MkWNC9
Expand pic
Kakak Penyinyir @suarakadrun
3. Sebagian kalangan melontarkan pertanyaan kritis kepada Jokowi yg sampai sekarang terkesan masih "memelihara" kelompok2 relawan itu.
Kakak Penyinyir @suarakadrun
4. Suara2 kritis thd acara "Silatnas" itu terutama bergema di social media, misalnya spt yg dikicaukan @ferrykoto. pic.twitter.com/MwrvHoqyMR
Expand pic
Kakak Penyinyir @suarakadrun
5. Yg dikritik intinya adalah "kebijakan" Presiden @jokowi yg blm membubarkan para relawannya bahkan terkesan "memelihara" keberadaan mereka
Kakak Penyinyir @suarakadrun
6. Para pengkritik memandang, mempertahankan keberadaan kelompok2 relawan berarti membiarkan rakyat tetap terkotak2 spt saat pilpres 2014.
Kakak Penyinyir @suarakadrun
7. Apalagi bila dibandingkan presiden sebelumnya yaitu @SBYudhoyono, tindakan Presiden @jokowi "memelihara" relawan ini terkesan janggal.
Kakak Penyinyir @suarakadrun
8. Kita tentu masih ingat, pasca memenangkan Pilpres 2004, tak pernah terdengar Presiden SBY mengadakan "reuni" dgn para relawannya.
Kakak Penyinyir @suarakadrun
9. Yang terlihat saat itu justru Presiden @SBYudhoyono berusaha merangkul semua komponen bangsa, termasuk para rival politiknya.
Kakak Penyinyir @suarakadrun
10. Upaya merangkul semua pihak itu juga terlihat dari nama kabinet yg dipilih Presiden SBY di 2004 yaitu "Kabinet Indonesia Bersatu".
Kakak Penyinyir @suarakadrun
11. Nah, "kejanggalan" itu yg akan kita ulas dan analisa, ada apa di balik kebijakan Presiden @jokowi tetap "memelihara" para relawannya?
Kakak Penyinyir @suarakadrun
12. Ada beberapa hal yg bisa kita identifikasi sbg penyebab kenapa Presiden @jokowi terkesan masih "memelihara" kelompok2 relawannya.
Kakak Penyinyir @suarakadrun
14. Pertama, kebijakan "memelihara" kelompok2 relawan sbg wujud rasa terima kasih presiden @jokowi yg amat besar atas jasa2 mereka.
Kakak Penyinyir @suarakadrun
15. Kelompok2 relawan yg berjumlah banyak itu dianggap @jokowi berperan besar memenangkannya dlm pilpres 2014 silam. pic.twitter.com/lZhnwfW2hC
Expand pic
Kakak Penyinyir @suarakadrun
16. Anggapan ini masuk akal, mengingat dlm pilpres lalu pasangan JKW-JK hanya "menang tipis" atas Prabowo-Hatta, angkanya msh di bawah 54℅.
Kakak Penyinyir @suarakadrun
17. Mungkin @jokowi berpandangan, andai tdk didukung kerja keras berbagai kelompok relawan itu, sangat mungkin dia kalah dlm pilpres lalu.
Kakak Penyinyir @suarakadrun
18. Di sisi lain, Pak @jokowi sadar, tak semua relawan telah mendapatkan "reward" atas kerja kerasnya memenangkan dirinya dlm pilpres lalu.
Kakak Penyinyir @suarakadrun
19. Memang sudah banyak relawan (terutama para 'tokoh'nya) yg sudah mendapatkan 'reward' kue kekuasaan di berbagai Kementerian/Lembaga.
Kakak Penyinyir @suarakadrun
20. Ada yg diangkat jd menteri, stafsus menteri, bahkan pejabat eselon I di berbagai Kementerian/Lembaga. Kursi komisaris BUMN juga dibagi2.
Kakak Penyinyir @suarakadrun
21. Bahkan bila perlu, lembaga baru pun dibentuk untuk memberikan "slot" kpd relawan & orang2 yg dianggap berjasa kpd JKW, contohnya KEIN.
Kakak Penyinyir @suarakadrun
22. Meski demikian, krn relawan JKW demikian besar jumlahnya, tentu masih banyak yg belum kebagian jatah. Terutama para relawan kelas bawah.
Kakak Penyinyir @suarakadrun
23. Sehingga, bentuk "reward minimal" yg diberikan JKW adalah dg tdk membubarkan bahkan tetap "memelihara" keberadaan kelompok2 relawan itu.
Kakak Penyinyir @suarakadrun
24. Dengan tetap dipertahankannya keberadaan kelompok2 relawan itu, minimal mereka merasa masih "diperhatikan" oleh sang junjungan.
Load Remaining (17)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.