0
proumedia @proumedia
Ada kisah bagus dari buku #MKMM @salimafillah ttg Keindahan Hukum di Zaman Umar, silakan simak bagi yg blum baca atau memiliki :D
proumedia @proumedia
1. Umar sedang duduk beralas surban di bebayang pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Sahabat di sekelilingnya bersyura bahas aneka soal.
proumedia @proumedia
2. Tiga orang pemuda datang menghadap dua bersaudara berwajah marah yg mengapit pemuda lusuh yg tertunduk dalam belengguan mereka.
proumedia @proumedia
3. "Tegakkan keadilan utk kami, hai Amirul Mukminin," Ujar seorang. "Qishashlah pembunuh ayah kami sbg had atas kejahatannya!"
proumedia @proumedia
4. Umar bangkit. "Bertakwalah kepada Allah," serunya pada semua. "Benarkah engkau membunuh ayah mereka wahai anak muda?" selidiknya.
proumedia @proumedia
5. Pemuda itu menunduk sesal. "Benar wahai Amirul Mukminin!" jawabnya kesatria. "Ceritakanlah pada kami kejadiannya!" tukas Umar.
proumedia @proumedia
6. "Aku datang dari pedalaman yg jauh, kaumku memercayakan berbagai urusan muamalah utk kuselesaikan di kota ini," ungkapnya. "Saat sampai..
proumedia @proumedia
7. ..kutambatkan untaku di satu tunggul kurma, lalu kutinggalkan ia. Begitu kembali, aku terkejut dan terpana. Tampak olehku seorang...
proumedia @proumedia
8. ...lelaki tua sedang menyembelih untaku di lahan kebunnya yg tampak rusak terinjak dan ragas-rigis tanamannya. Sungguh aku sangat marah..
proumedia @proumedia
9. ...dan dengan murka kucabut pedang hingga terbunuhlah si bapak itu. Dialah rupanya ayah kedua saudara ini." jelas pemuda itu pada Umar
proumedia @proumedia
10. “Wahai, Amirul Mukminin,” ujar seorang penggugat, “kau telah mendengar pengakuannya, dan kami bisa hadirkan banyak saksi untuk itu.”
proumedia @proumedia
11. “Tegakkanlah had Allah atasnya!” timpal yang lain. Umar galau dan bimbang setelah mendengar lebih jauh kisah pemuda terdakwa itu.
proumedia @proumedia
12. “Sesungguhnya yg kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya, dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat.” ujar Umar
proumedia @proumedia
13. “Izinkan aku, meminta kalian berdua untuk memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat atas kematian ayahmu.” ujar Umar
proumedia @proumedia
14. “Maaf Amirul Mukminin,” sergah kedua pemuda dengan mata masih menyala merah; sedih dan marah, “kami sangat menyayangi ayah kami. ...
proumedia @proumedia
15. ..Bahkan andai harta sepenuh bumi dikumpulkan utk buat kami kaya, hati kami hanya akan ridha jika jiwa dibalas dg jiwa!” ujar salah satu
proumedia @proumedia
16. Umar yang tumbuh simpati pada terdakwa yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggung jawab; tetap kehabisan akal yakinkan penggugat.
proumedia @proumedia
17. “Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku." ujar pemuda tergugat itu dengan anggun dan gagah
proumedia @proumedia
18. "Aku ridha kepada ketentuan Allah, hanya saja izinkan aku menunaikan semua amanah dan kewajiban yang tertanggung ini.” lanjutnya.
proumedia @proumedia
19. “Apa maksudmu?” tanya hadirin. “Urusan muamalah kaumku,” ujar pemuda itu, “berilah aku tangguh 3 hari untuk selesaikan semua...
proumedia @proumedia
20. ..Aku berjanji dg nama Allah yang menetapkan qishash dlm Al-Qur`an, aku akan kembali 3 hari dari sekarang utk serahkan jiwaku.” Jelasnya
proumedia @proumedia
21. “Mana bisa begitu!” teriak penggugat. “Nak,” ujar Umar, “tak punyakah kau kerabat dan kenalan yang bisa kaulimpahi urusan ini?”
proumedia @proumedia
22. “Sayangnya tidak Amirul Mukminin. Dan bagaimana pendapatmu jika kematianku masih menanggung utang dan tanggungan amanah lain?”
proumedia @proumedia
23. “Baik,” sahut Umar, “aku memberimu tangguh 3 hari, tapi harus ada seseorang yg menjaminmu bahwa kau akan menepati janji untuk kembali.”
proumedia @proumedia
24. “Aku tidak memiliki seorang kerabat pun di sini, hanya Allah, yg jadi penjaminku wahai orang-orang yang beriman kepada-Nya,” rajuknya.
Load Remaining (19)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.