0

Berdamai dengan kenyataan ada gabungan rasa syukur dan ikhtiar/upaya.

Berdamai dengan kenyataan artinya menerima segala sesuatu yang terjadi sebagai bagian gerak mikro kosmo dan makrokosmo.

Bagaimana pun kenyataan adalah realitas yang tdk dapat kita kendalikan sekehendak kita. Kenyataan orang lain seringkali bukan pula bagian rencana kita.

Berdamai bukanlah kondisi pasif, diam dan menerima begitu saja. Damai adalah kondisi dinamis penuh kompromi yang menujukkan hakiki kemanusiaan manusia yaitu selalu dalam berbagai pertimbangan tak henti demi kenyamanan dan kebahagiaan.

Berdamai dengan kenyataan adalah prekondisi bahagia. Namun harus dipastikan dulu bahwa kenyataan itu bebas dari penindasan, ketidak adilan dan kesewenang-wenangan yang terukur.

Sehingga kenyataan yang seperti apa yang dapat menciptakan damai at peace, dan bagaimana berdamai dengan kenyataan harmoni. Orang-orang yang tidak berdamai dengan kenyataan banyak, terutama kenyataan yang menyesengarakan.

Harmoni adalah keadilan yang dirasakan bathin,dan dinikmati fisik. Damai yang sejati mewujud pada harmoni. Namun tidak semu.

Perbedaan,perdebatan dan kebingungan adalah nuansa damai dalam kondisi dinamis, manusiawi. Bagaimanapun dalam kondisi tsb manusia masih saling mengenali jati masing2 sbg identifikasi perbedaan.

Bedamai dengan kenyataan adalah memahami masalalu sebagai bekal hidup/karma sekarang, dan menciptakan ruang dan wahana kenyataan lainnya dalam naungan syukur dan terus menerus mengupayakan bahagia.

Sekali lagi berdamai dengan kenyataan bukanlah sikap pasif,diam pasrah tanpa usaha. Berdamai dengan kenyataan adalah cara untuk menemukan kebahagiaan melalui upaya dan identifikasi segala yang terjadi demi harmoni diri seluruhnya luar dalam.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.