Melihat Cacat Liputan Kompas tentang Razia Warung Saeni #PolemikSaeni | by @JituOfficial & Friends

Kenapa Kompas memilih angle berita seperti itu? Kenapa Kompas tak melihat resto besar yang dipermasalahkan sudah taat Perda? Kenapa wartawan Kompas memberikan uang 1 juta Rupiah pada Bu Saeni?
online media warung razia serang ramadan puasa saeni banten
0
Dari akun Kompascom
Kompas.com @kompascom
Jumat lalu, Satpol PP Kota Serang mengadakan Razia warung nasi & restoran yg buka siang hari dan melayani warga yg tdk puasa #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Dalam razia itu, petugas menertibkan puluhan warung makan yang buka siang hari. Semua dagangannya disita #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Sbelum merazia, Satpol PP kota Serang mnjelaskn bhw phknya sdh mlakukan sosialisasi, srt edaran jg sdh tertempel dikaca warteg #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
"Seorang ibu bernama Saeni dianggap melanggar aturan larangan warung buka siang hari di Bulan Suci Ramadhan. #PolemikSaeni"
Kompas.com @kompascom
Saeni kemudian menangis sambil memohon kpd aparat agar dagangannya tidak diangkut #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Permintaan Saeni agar makanannya tak disita, tak dipedulikan petugas. Hal ini memancing simpati publik #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Publik kemudian menggalang dana lewat media sosial yg di pelopori oleh Dwika. Dana tsb kemudian terkumpul sekitar 265 juta #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Disamping penggalangan dana, nama kota Serang pun semakin mencuat sejak kejadian razia rumah makan di siang hari #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Mencuatnya kota Serang dikarenakan adanya Perda yg mendasari Satpol PP tsb merazia rumah makan #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Perda tsb melarang rumah makan/ restoran menyediakan tempat atau melayani org makan minum di siang hari di bulan Ramadhan #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Perda tersebut kemudian menuai tanggapan dari berbagai pihak, padahal Perda tersebut sudah berlaku sejak thn 2010 #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Tanggapan tersebut bermacam-macam mulai dari Perda yg harus ditinjau ulang sampai siapa yg harusnya dihormati dibulan Ramadhan #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, berpendapat kebijakan penutupan tempat makan itu menurunkan citra Islam #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Seolah org yg berpuasa tak tahan akan godaan, selain itu menyulitkan pihak lain yang tidak berpuasa #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Kemudian, Jusuf Kalla juga menegaskan bahwa siapapun tidak boleh sweeping orang berjualan di bulan Ramadhan #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
JK berpendapat: tdk semua orang berpuasa, bisa krn non-Islam, ataupun muslim yg sakit atau berhalangan #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Disamping itu, masyarakat berbondong-bondong menanda tangani petisi cabut perda larangan berjualan makanan #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Yoyon menilai, larangan berjualan siang hari di bulan Ramadhan tidak sesuai dengan prinsip Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Ia menambahkan: Kita tidak perlu memaksa orang lain yang tidak berpuasa untuk menghormati orang yang berpuasa #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Di lain pihak, MUI berpendapat bahwa Perda kota Serang soal Ramadhan sudah tepat #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Perda adalah aspirasi lokal, suara masyarakat. Kalau ada perda itulah yang diinginkan masyarakat, bukan sekadar dimensi agama #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Maruf mengatakan norma sosial diprovinsi terbarat Pulau Jawa itu mmg tdk membolehkan masyrkat berjualan makanan saat bln puasa #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Untuk itu, Perda Kota Serang Nomor 2 Tahun 2010 tidak perlu ditinjau ulang karena sudah sesuai dengan aspirasi msyarakat lokal #PolemikSaeni
Kompas.com @kompascom
Bagaimanapun Isu razia sllu kontroversial, mengingat org kecil yg jdi korbannya. Lantas sdhkah pemilik restoran besar dirazia? #PolemikSaeni
Load Remaining (33)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.