Antara Masjid 1 Triliun, Rivalitas Aher- Ridwan Kamil, dan Koordinator Badut Ancol

Pengunaan dana APBD JABAR 2016 Rp 1 triliun untuk pembangunan Masjid Terapung Bandung, mendulang sentimen negatif publik. Benarkah ada muatan politik dibalik penunjukkan Ridwan Kamil selaku arsitek?
breakingnews triliun ridwan jabar kamil masjid >>1 aher
0
Salah satu tanda2 akhir zaman adalah bermegah megah membangun Masjid dan menghiasi Mushaf. Rasulullah SAW bersabda : سنن أبي داوود ٣٧٩: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْخُزَاعِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَنَسٍ وَقَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَبَاهَى النَّاسُ فِي الْمَسَاجِدِ
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan tiba Hari kiamat sampai manusia bermegah-megahan dalam membangun Masjid.
URL KOMPAS.com Masjid Berbiaya Rp 1 Triliun di Bandung Mulai Dibangun Tahun Ini - Kompas.com "Pembangunan dimulai 2016 ini, rencananya selesai 2017. Kalau molor, awal 2018 sudah bisa digunakan," kata Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, di Bandung, Minggu.
Alih-alih direspon positif, kebijakan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menggelontorkan APBD TA 2016 Rp 1 triliun untuk pembangunan Masjid terapung di Gede Bage, menuai sentimen negatif publik.

Kebijakan Aher itu menjadi salah satu bukti ketidak-becusan suami Netty Prasetriyani tersebut membangun taraf hidup warga Jawa Barat. Bahkan BPS menempatkan Jabar sebagai 'juara 1' kategori warga miskin terbanyak se Indonesia. Aduh.
Aduh..aduhh.

maung bodas @maunghw97
Rivalitas Terselubung Aher-Ridwan Kamil pic.twitter.com/q576Ofaoqu
Expand pic

JabarBANGKRUT, (WP) - Di penghujung masa bhaktinya selaku Gubernur Jawa Barat Tahun 2018 mendatang, berbagai kebijakan Ahmad Heryawan, seolah identik dengan kontroversi.

Belum hilang kekecewaan bahkan caci maki publik terkait kebijakannya memotong 50 persen Dana Desa APBD 2016 demi pengadaan Mobdin Fortuner 100 Anggota DPRD Jabar, Aher kembali membuat publik terhenyak.

Tidak tanggung2, Aher yg dua periode memimpin daerah dengan penduduk 'paling miskin' se Indonesia tersebut, merogoh kocek APBD Rp 1 Triliun hanya untuk membangun sebuah Masjid! Weleh..weleh

Dengan nada bangga politikus PKS tersebut menjelaskan, pembangunan sebuah masjid megah senilai Rp 1 triliun di Gedebage, Bandung, saat ini memasuki proses tender Detail Engineering Design (DED).

"Pembangunan dimulai 2016 ini, rencananya selesai 2017. Kalau molor, awal 2018 sudah bisa digunakan," kata Aher, belum lama ini.

Masjid tersebut akan berdiri megah dengan menampilkan teknologi tinggi. Arsitekturnya dikerjakan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dengan konsep keindahan budaya Jawa Barat.

 "Hadir di pinggir danau. Luasnya 20-25 hektare, pelataran masjidnya 2,5 hektare. Masjidnya sendiri 1 hektare," tutur Aher.

Hemmm...arsiteknya Ridwan Kamil? Lagi2 Aher membuktikan kapasitasnya selaku tokoh politik papan atas di tanah air. Ditunjuknya @ridwankamil sebagai arsitek proyek ambisius tersebut, bak pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Yah itulah Kelihaian strategi politik dari seorang Aher. Sosok dia begitu 'dingin' dan sulit diterka dalam berbagai kebijakan.

Bukan lagi rahasia umum ketidaksukaan Aher terhadap Emil. Di mata Aher, Wali Kota Bandung itu adalah rival berat bagi Sang Istri Netty P dalam Pilkada Jabar 2018.

Diungkapkan sumber aktivis pemuda di lingkaran Gedung Pakuan, sulit bagi publik untuk 'menangkap' adanya rivalitas terselubung antara @ahmadheryawan dengan @RidwanKamil.

"Pak Gub itu politisi matang, susah membaca arah politiknya. Sejak awal beliau tidak menyukai sosok Ridwan Kamil. Banyak hal yang mendasari itu, salah satunya rivalitas 2018. Pak Gub berpandangan, saat ini banyak pihak berlebihan dalam menilai kesuksesan Emil mimpin Bandung," ujarnya.

BEREBUT CINTA SANG BANTENG

Disebutkan, pendekatan politik Emil ke Kubu Mocong Putih PDi-P, membuat Aher jengkel. Strategi politik yang sudah lama berjalan mulus, terancam berantakan.

Belum lagi rumor dukungan Presiden Jokowi dan gerbong PDIP untuk Emil dalam Pilgub Jabar 2018, kian santer berhembus.

Konon, dukungan Jokowi terhadap Emil tersebut, merupakan 'apresiasi' mundurnya Emil di Pilgub DKI.

Wajarlah Aher dan tim suksesi politiknya bak kebakaran jenggot oleh rumor dukungan PDIP untuk Emil di Pilgub Jabar 2018.

Bagaimana tidak, rumor cinta PDIP untuk Wali Kota Bandung itu, diperkuat oleh ungkapan Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto, belum lama ini.

"Dalam hal pembangunan daerah, PDI-P sejalan dengan pemikiran Ridwan Kamil. Karena itu, komunikasi politik Ridwan Kamil dengan PDI-P terus berjalan baik," ucapnya. 

Aher bukanlah politisi kemarin sore. Strategi yang lama tersusun, diperkuat secara militan lewat lobi2 politik yang intens.

Rumornya jadi makin ramai neeh sobat taruits. Jika Emil masuk lewat pintu Jokowi, Aher disebutkan masuk lewat jalur Teuku Umar.

Meski berlabel politisi PKS, dalam dua tahun kebelakang ini Aher getol melakukan pendekatan ke PDIP.

Bermodal kedekatan Aher dengan para aktivis pemuda nasionalis seperti GMNI dan lainnya, konon membuat nama Aher masuk radar DPP PDIP sebagai salah satu kandidat pendamping Jokowi untuk Pemilu 2019.

Aher girang bukan kepalang. Bagaimana tidak, adanya sinyal dukungan partai besutan Megawati itu, membuat peluang 'politik dinasti' di Pilgub Jabar 2018, kian terbuka lebar.

Hemmm. merujuk pada rumor konstelasi politik di atas, tentu tidak berlebihan jika publik menduga ada strategi politik yang dimainkan Aher dalam menunjuk Emil sebagai arsitek Masjid 1 Triliun.

Aher memberi Emil panggung atau menina-bobokan fokus Emil jelang Pilkada 2018?

Yang sudah jelas, beban maha berat ada di pundak Emil. Mega proyek tersebut mau tidak mau akan menguras konsenstrasinya jelang Pilkada.

Dengan kontur tanah yang labil dan rawan banjir, sedikit saja ada ketidak-sempurnaan fisik bangunan, sosok Emil akan menjadi sasaran hujat masyarakat.

*Jika boleh jujur, hanya segelintir warga yang 'ikhlas' Rp 1 triliun dihamburkan hanya untuk sekedar mempertontonkan hedonisme sebuah tempat ibadah.

maung bodas @maunghw97
@aheryawan @ridwankamil knapa gak pakai dana utk bangun masjid Rp 1.1 Triliun itu? Korsel tawarkan RS Intrnasional kom.ps/AFulYe
Soal Program Pengentasan Kemiskinan, Kinerja Aher-Emil Sami Mawon, Ancur!.

Jika kepemimpinan Aher identik dengan suksesi serta safari politik jelang Pemilu 2019 plus menghantar Netty Heryawan sebagai Jabar Satu di Pilgub 2018, Ridwan Kamil malah sibuk keliling dunia mencari investor.

Ujung2nya, era Ridwan Kamil, program pembangunan yang berpihak kepada rakyat miskin, kian terpinggirkan. Bahkan prioritasnya masih jauh di bawah urgensi pembangunan taman2 kota serta rehab kantor pemerintah. Welehhh..welehh

Berdasarkan data BPS Jabar, jumlah penduduk miskin di Jabar pada September 2015 sebanyak 4.485.654 orang.

Kalau dibandingkan dengan Maret 2015, jumlah penduduk miskin bulan September mengalami kenaikan sebesar 49955 orang atau 1,13 persen.
Total jumlah penduduk miskin di Maret 2015 sebanyak 4.435.699 orang

URL KOMPAS.com Perusahaan Korea Selatan Tawarkan Bangun RS Internasional di Bandung - Kompas.com Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, saat ini salah satu perusahaan swasta asal Korea Selatan mulai melirik Kota Bandung sebagai sasaran investasi.
Ridwan Kamil, Korsel menawarkan minat membangun rumah sakit bertaraf internasional dengan nilai investasi mencapai Rp 1,2 triliun. 

"Korea Selatan menawarkan rumah sakit. Jadi dengan nilai Rp 1,2 triliun rumah sakit yang canggih, dia membawa investasi membangun rumah sakit, kita terima beres. Setelah itu, kita nyicil sekian tahun. Itu salah satu yang ditawarkan," tutur Emil, sapaan akrabnya, baru2 ini.

Hemmm..coba cermati koar-koar Emil yang terkesan membanggakan investasi modal asing untuk pembangunan rumah sakit skala Internasional di Ujungberung Kota Bandung di atas. Bagaimana, kepengen marah..muak..atau malah *kebelet pipis? Heugh!

Sepertinya Aher-Emil memang patut menjelaskan kepada publik alasan masing-masing program pembangunan di atas.

Buat Aher, lebih urgensi membangun Masjid 1 triliun atau membangun Rumah Sakit Skala Internasional untuk warga miskin Rp 1,2 triliun?

Buat Ridwan Kamil, disadari atau tidak, budaya berhutang kepada pihak asing merupakan pintu masuk bagi para penjajah modernisasi yang membawa daya rusak luar biasa bagi ekonomi kerakyatan.

Yang terhormat Gubernur Ahmad Heryawan..Yang terhormat Wali Kota Ridwan Kamil. Tidakkah kalian menyadari bahwa kinerja kalian selama ini telah banyak menguras air mata kaum jelata?

Andaikata Rp 1 triliun itu dibagikan masing2 Rp 500 jt untuk membantu desa tertinggal di Jawa Barat, ada 2000 desa yang menerima. Tentunya jutaan warga miskin di 2000 desa itu akan terbantu menaikkan taraf hidup mereka.

Hemmm. Tentunya, kita tidak perlu meragukan kecakapan dan kecerdasan Aher dan Ridwan Kamil selaku pemimpin.
Jabatan mereka adalah Gubernur dan Wali Kota, bukan Koordinator Badut Ancol yang gemar melucu dan menari.

Namun jika kinerja mereka berdua tetap seperti sekarang, tetap sarat pencitraan guna mendapat simpati publik, tentu apa bedanya mereka dengan Koordinator Badut Ancol yang kerjanya cuma berjoget ria demi mengundang tawa dan tepuk tangan yang riuh dari kita semua?

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.