0
Komunitas Malam Museum @malamuseum
Yuk kenali jantung peradaban Islam Nusantara di Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat. pic.twitter.com/JW03L4ZfPL
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
mimin lagi ikutan #kelasheritage nya @malamuseum di masjid gede kauman, yg lagi njelasin pak gatot, takmir masjid pic.twitter.com/8i7uK6waxh
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Pak Gatot lagi njelasin sejarah dan makna ornamen Masjid Gede Kauman di #kelasheritage nya @malamuseum pic.twitter.com/5fM9RmNcBi
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Lampu2 ini dulu masih lampu minyak, setelah listrik masuk baru pake listrik, lampu nya masih orisinil @malamuseum pic.twitter.com/plwsfdfjmo
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Mimbar di Masjid Gede Kauman ini dipergunakan di Hari Raya Besar #KelasHeritage @malamuseum pic.twitter.com/IlWDhi5Olm
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Dulu ini tempat sholat hanya dipergunakan oleh para Raja, sekarang bisa digunakan umum #kelasheritage @malamuseum pic.twitter.com/aabUsXErNe
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Peserta #kelasheritage nya @malamuseum lagi serius ndengerin cerita dari Pak Gatot, takmir masjid kasultanan pic.twitter.com/4GEHyDdBnI
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Tegel ini bermotif bunga 8,, ini menunjukkan tegel ini dipasang ketika HB VIII #kelasheritage @malamuseum pic.twitter.com/awcAxwghuu
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Bagian depan ini, disebut pasucen, dulu hanya Raja yg boleh lewat sini #kelasheritage @malamuseum pic.twitter.com/FtUPZTScOQ
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Jumlah sayap 9 menunjukkan bagian depan ini dibangun oleh HB IX #kelasheritage @malamuseum pic.twitter.com/bRAjyydjL4
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
disekitar Masjid Kauman dulu hanya boleh ditanam pohon tanjung, sawo, sawo kecik, kantil #kelasheritage @malamuseum pic.twitter.com/JkIjvpDjJL
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Lambang buah Nanas pada Serambi Masjid, bermakna Habluminanas #kelasheritage @malamuseum pic.twitter.com/MrhPb83CuR
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Hanya ada 5 warna digunakan kuning, putih tulang, hijau, merah, hitam #kelasheritage @malamuseum pic.twitter.com/VOULjHvQG5
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Pak Gatot, takmir masjid lagi njelasin simbol Teratai dari Buddha dan Trimurti dari Hindu #kelasheritage @malamuseum pic.twitter.com/no93fISZ1q
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Bagian atas bertulis Allah dan bagian bawah bertulis Muhammad, terbaca tidak? 😄 #kelasheritage @malamuseum pic.twitter.com/P6vMJBZVfK
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Di Masjid Gede Kauman dinding nya tdk hanya bertulis Arab, tapi jg Jawa #kelasheritage @malamuseum pic.twitter.com/3zHrZ4Iy3M
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Serambi Masjid Kauman dulu dipakai sbagai Pengadilan Tinggi, disebut Mahkamah Al-Kabiro #kelasheritage @malamuseum pic.twitter.com/mnRP3grIZU
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Pintu ini disebut Pabongan, dulu abdi dalem hanya boleh masuk lewat pintu ini #kelasheritage @malamuseum pic.twitter.com/J16vWtvko3
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Pintu masuk utama ke Masjid dulu hanya boleh dilewati Raja, skrg terbuka untuk umum #kelasheritage @malamuseum pic.twitter.com/vUYRysDXZj
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Diatas atap bersusun 3, ada lambang gada, daun kluwih, dan bunga matahari #kelasheritage @malamuseum pic.twitter.com/DWE6PDBVZn
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Masjid Gede Kauman dibangun 1773, bagian utama masjid dibangun 3th, bagian serambi 1th #kelasheritage @malamuseum pic.twitter.com/FPlWTRkcbq
Expand pic
kulineryogya.id @kulineryogya
Sesuai konsep Catur Gatra, Masjid berlokasi tdk jauh dari Keraton, Alun2 dan Pasar #kelasheritage @malamuseum pic.twitter.com/UzTOYthB6V
Expand pic
Load Remaining (2)

Comment

Login and hide ads.