Cara Menghadapi Ancaman by: @partaisocmed

Chirpified
0
#99 @PartaiSocmed

Hanya orang idiot-lah yang mengancam di social media. *Quote PS*

13/06/2016 12:21:06 WIB
#99 @PartaiSocmed

Dalam kehidupan sehari2 tentu kita pernah berselisih pendapat atau berdebat dgn pihak lain. Ini wajar dan sehat2 saja.

13/06/2016 12:23:14 WIB
#99 @PartaiSocmed

Tapi akan menjadi tidak sehat manakala salah satu pihak kemudian mulai mengancam pihak lainnya.

13/06/2016 12:27:04 WIB
#99 @PartaiSocmed

Mengancam adalah cara paling primitif. Ketika tidak ada lagi argumen yg bisa dikemukakan, maka ancaman adalah jalan keluarnya.

13/06/2016 12:29:33 WIB
#99 @PartaiSocmed

Mengancam adalah cara paling frustasi. Yaitu memaksa pihak lain menyetujui pendapatnya karena ketakutan, bukan karena setuju.

13/06/2016 12:31:52 WIB
#99 @PartaiSocmed

Namun begitu ancaman bisa efektif jika pihak yg diancam menjadi takut. Itulah mengapa terroris selalu gunakan cara2 ancaman.

13/06/2016 12:33:37 WIB
#99 @PartaiSocmed

Dan memang siapa pun tukang ancam pada dasarnya adalah teroris. Meskipun penampilannya tidak selalu begini. pic.twitter.com/iWfDETSP87

13/06/2016 12:37:29 WIB
Expand pic
#99 @PartaiSocmed

Anda mengancam pihak lain maka anda sudah meneror pihak lain. Anda adalah teroris.

13/06/2016 12:38:22 WIB
#99 @PartaiSocmed

Nah, lalu bagaimana cara kita menghadapi jika menerima ancaman? Berikut tips paling efektif menghadapi ancaman:

13/06/2016 12:40:33 WIB
#99 @PartaiSocmed

1. Abadikan ancaman orang tersebut. Rekamlah, kepcurlah, fotolah, sediakan saksi, dll.

13/06/2016 12:42:19 WIB
#99 @PartaiSocmed

2. Sebarluaskan-lah ancaman tersebut. Bisa lewat media sosial atau mefia mainstream. Publish seluas2nya!

13/06/2016 12:43:36 WIB
#99 @PartaiSocmed

3. Laporkan pada pihak yg berwajib.

13/06/2016 12:44:14 WIB
#99 @PartaiSocmed

Khusus poin kedua jangan sampai dilewatkan, sebab menyebarluaskan ancaman adalah tindakan preventif.

13/06/2016 12:46:12 WIB
#99 @PartaiSocmed

Hanya dengan menyebarluaskan ancaman maka kita memastikan bahwa si teroris tak akan merealisasikan ancamannya.

13/06/2016 12:48:12 WIB
#99 @PartaiSocmed

Sebab semua kecurigaan publik akan langsung tertuju pada si pengancam jika kelak terjadi apa2 pada pihak yg diancam.

13/06/2016 12:49:23 WIB
#99 @PartaiSocmed

Sayangnya yg sering terlewatkan justru poin nomor dua tadi. Ketika kita diancam kita memilih diam atau cuma lapor polisi.

13/06/2016 12:50:22 WIB
#99 @PartaiSocmed

Ketika kita diam maka kt justru memposisikan diri kt dalam bahaya. Sebab bisa terjadi ancamannya akan betul2 dilakukan. Toh tak ada yg tahu.

13/06/2016 12:51:51 WIB
#99 @PartaiSocmed

Si pengancam merasa aman merealisasikan ancamannya selama kita diam dalam ketakutan. Catat ini.

13/06/2016 12:53:35 WIB
#99 @PartaiSocmed

Hanya melaporkan ke pihak yg berwajib juga tidak serta merta menjamin si pengancam tidak lakukan ancamannya.

13/06/2016 12:55:15 WIB
#99 @PartaiSocmed

Sebab polisi juga banyak urusannya. Mereka tidak bisa mengawal kita selama 24 jam seumur hidup.

13/06/2016 12:57:03 WIB
#99 @PartaiSocmed

Jadi mengabadikan dan menyebarluaskan ancaman adalah langkah yg wajib dilakukan ketika kita diancam. Ini langkah preventif.

13/06/2016 13:00:16 WIB
#99 @PartaiSocmed

Itulah sebabnya ketika dapat ancaman kami langsung mempostingnya seperti ini. pic.twitter.com/YDR22DmJ8s

13/06/2016 13:02:29 WIB
Expand pic
#99 @PartaiSocmed

Itu contoh yg kami lakukan. Kalian juga wajib melakukan hal serupa ketika suatu saat diancam nanti.

13/06/2016 13:03:27 WIB
#99 @PartaiSocmed

Lantas bagaimana jika terjadi apa2 terhadap yg diancam padahal bukan si pengancam pelakunya? Disinilah idiotnya orang yg ngancam2 di socmed.

13/06/2016 13:05:14 WIB
Load Remaining (13)

Comment

No comments yet. Write yours!