0
Peziarah @eae18
Alian Tanjung sosok yang punya data cukup komplit tentang izin pembangunan tempat ibadah. Dia pernah datang tiga kali ke rumah saya
Peziarah @eae18
Data yang dia ungkapkan direkam. DIvideokan dan ia bikin beberapa coretan sebagai penguat data. Artinya, Alfian Tanjung bekerja bkan ngarang
Peziarah @eae18
Orang yang terjebak pada pemberitaan media massa tanpa mau bersusah payah mencari pendataan yang jelas terkait tempat ibadah, sering ngawur
Peziarah @eae18
Ngawur karena tak mampu memahami suluk berita dari media massa yang berdiri di balik pagar kepentingan beraneka ragam.
Peziarah @eae18
Apakah ada media yang menulis hasil riset Alfian Tanjung perihal pembangunan tempat ibadah yang menyalahi prosedur? Padahal cukup banyak
Peziarah @eae18
Susahnya. Kita ini ingin dianggap sok TOLERAN. Ingin dianggap punya toleransi tinggi. Sayangnya sikap toleran dengan cara intoleran
Peziarah @eae18
Saya dikasih data Alfian Tanjung, berupa video, buku dan hasil riset dia soal pembangunan tempat ibadah. Susah masuk media. Kenapa?
Peziarah @eae18
Karena media sudah berdiri di dalam perkara. Dia tidak berdiri di luar pagar perkara. Jadi objektivitas hanya jadi barang semu sebuah berita
Peziarah @eae18
Penuturan dari redaktur koran berbahasa Inggris bahwa dia akan memuat opini yang yang nuansanya memerangi kaum intoleran. Ini fakta loh
Peziarah @eae18
Tapi klaim intoleran dari sang redaktur ini, justru lahir dari cara-cara yang intoleran terhadap sebuah gagasan. Ini sangat ambigu
Peziarah @eae18
Kalau hanya menyebar atau merespon sebuah berita tanpa paham iklim atau nuansa berita dari sebuah media, ya jadinya konyol
Peziarah @eae18
Konyol karena merasa ingin tahu banyak hal tapi lemah di pendataan. Cerita selanjutnya, saya ajak Alfian Tanjung bicara di Kenduri Cinta
Peziarah @eae18
Alfian Tanjung duduk di sebelah kiri saya dan Cak Nun di sebelah kanan saya. AT paparkan data pembangunan tempat ibadah. Cak Nun senyum2
Peziarah @eae18
Cak Nun sbg tuan rumah, tentu dengan bijak berkata, bahwa saudara kita ini tak benci Kristen tapi sekadar melihat dari sudut pandang dia
Peziarah @eae18
Kenapa Cak Nun harus bijak? Karena audience yang hadir di Kenduri Cinta beragam agama. Mungkin saja ada yang tak beragama
Peziarah @eae18
Tapi sosok Cak Nun menghargai kerja keras Alfian Tanjung yang sudah bekerja keras menyelusuri berbagai pelosok Tanah Air untuk survey
Peziarah @eae18
Alfian Tanjung ini melakukan survey bukan sekadar menyikapi dari berita. Karena dia paham realitas berita jauh dari realitas riil
Peziarah @eae18
Pada titik ini, saya dan Cak Anis sepakat ketika di Suluk Maleman. Banyak berita-berita yang disembunyikan dari kenyataan yang ada
Peziarah @eae18
Susahnya kemudian, banyak orang yang tahu konstelasi media terkait berita soal pembangunan tempat ibadah, tapi sok tahu
Peziarah @eae18
Media massa yang sebagian dikerangkeng cukong-cukong Cina, orientasi pemberitaannya sudah sangat mudah terbaca. Tapi kadang kita dungu
Peziarah @eae18
Dungu karena membaca berita hanya secara lahir saja tanpa mau menyelinap ruang dalam, kenapa media si A selalu tak berimbang
Peziarah @eae18
banyak orang yang terkesiap pemberitaaan tokoh publik yang disulap media dengan permainan yang sudah didesain. Nalar lumpuh
Peziarah @eae18
Jadi apa yang dilakukan Alfian Tanjung, menggali data dengan terjun ke lapangan, patut dipuji. Dia melakukan perlawanan secara langsung
Peziarah @eae18
Islamisasi dan Kristenisasi itu sah. Yang menjadi tak sah jika kedua penarik umat itu keluar dari koridor. Dan ini banyak
Peziarah @eae18
Sekali lagi. Jangan ingin dicap sebagai orang yang sok toleran tapi merayakan toleransi dengan cara-cara INTOLERAN!!!
Load Remaining (35)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.