0
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Grafik ini menggambarkan bahwa secara UU dan Konstitusi, Jokowi sudah sepantasnya DIPECAT jadi Presiden! pic.twitter.com/rFNUZb193J
Expand pic
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Penjelasannya; Realisasi defisit APBNP 2015 mencapai Rp 292,1 triliun (2,53% dari PDB),
Revolusi SosMed @revolusisosmed
meleset dari target dalam gambar yang Rp 223 triliun (1,9%).
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Target APBN 2015 adalah defisit Rp 273,2 triliun (2,15%),
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Realisasinya (jika tidak ada perubahan signifikan APBNP 2016 dan super ekstra usaha) akan mencapai Rp 375 triliun (2,98% PDB).
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Tidak tertutup kemungkinan mencapai 3% PDB!
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Secara UU cukup menjadi alasan untuk MEMECAT Jokowi!
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Apakah berita buruk ini sudah menjadi perhatian orang2 disekeliling Jokowi? Kenapa sampai saat ini Jokowi belum diberitahu?
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Pendapat agar kita tidak berutang lagi terbentur pada fakta bahwa...
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Pendapatan tidak cukup untuk belanja...
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Pendapatan tidak cukup untuk membayar cicilan utang...
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Bahkan pendapatan tidak cukup untuk membayar bunganya saja!
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Pada akhirnya... sampailah kita pada posisi berutang untuk kelangsungan hidup negeri... #ApaKabarRajaUtang?
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Bunga Utang sdh melebihi Subsidi! Subsidi terutama BBM dianggap belanja pemerintah pusat yg amat besar di masa lalu pic.twitter.com/erc4r0OzNM
Expand pic
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Ingat, pembayaran bunga utang.. Bukan pembayaran cicilan utang!
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Data dalam gambar tahun 2011-2014 adalah LKPP audited. 2015 adalah realisasi sementara. 2016 adalah APBN.
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Kemungkinan dalam APBNP 2016, belanja yang lain mengalami pemotongan
Revolusi SosMed @revolusisosmed
namun pembayaran bunga utang justru meningkat menjadi Rp 192 triliun, karena stok utang dan yield SBN melebihi target APBN.
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Realisasi APBN memberi sinyal WASPADA FISKAL! pic.twitter.com/pZPRHDGplD
Expand pic
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Realisasi per 1 januari sd 29 April 2016 menunjukkan Pendapatan diperoleh dalam prosentase yang lebih kecil daripada biasanya,
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Belanja lebih cepat dari tahun sebelumnya dan sesuai dengan kewajaran penyerapan pada tahun kedua pemerintahan.
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Pembiayaan (utamanya adalah realisasi utang) tumbuh lbh cepat drpd biasanya, antara lain karena penerbitan lebih awal (front loading) SBN.
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Konsekwensinya, dalam 4 bulan, prosentase defisit sudah mencapai 57,9 persen, realisasi utang sudah 74,4 persen.
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Dengan demikian, ruang atau keleluasaan berutang pun akan lebih sulit di bulan-bulan mendatang.
Load Remaining (33)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.