AHOK, TEMPO dan BUZZER by: @partaisocmed

Chirpified
0
#99 @PartaiSocmed

Semua berawal dari heboh tertangkapnya anggota DPRD Sanusi oleh KPK dalam kasus korupsi reklamasi teluk Jakarta

27/05/2016 22:48:23 WIB
#99 @PartaiSocmed

Akibat kasus ini Tempo yg dikenal kerap menuliskan berita positif ttg Ahok belakangan mulai menayangkan berita yg dianggap merugikan Ahok

27/05/2016 22:53:02 WIB
#99 @PartaiSocmed

Sebenarnya hal ini wajar2 saja, terlebih jika kita membaca keseluruhan isi beritanya juga memuat bantahan2 atas tuduhan 'barter' tersebut

27/05/2016 22:56:09 WIB
#99 @PartaiSocmed

Masalahnya, pengakuan sepihak ttg daftar kontribusi tambahan yg tlh diterima pemprov (bukan gubernur) msh debatable pic.twitter.com/PKbC6KCB1X

27/05/2016 23:00:15 WIB
Expand pic
#99 @PartaiSocmed

Sebab masih di tulisan yg sama, petinggi Podomoro yg lain justru membantah kesaksian Ariesman itu pic.twitter.com/eFZcJrBMAj

27/05/2016 23:03:53 WIB
Expand pic
#99 @PartaiSocmed

Memang tulisan Tempo yg menyebut istilah "barter" bukan "kewajiban tambahan" itu terasa tendensius.

27/05/2016 23:06:26 WIB
#99 @PartaiSocmed

Begitu juga dgn kalimat Ahok sebagai penerima kontribusi tambahan, bukan Pemprov DKI. Kesannya Ahok pribadi yg menerima.

27/05/2016 23:09:40 WIB
#99 @PartaiSocmed

Namun kita juga harus menyadari bahwa dalam tulisan tersebut Tempo semata2 mengutip versi yg disampaikan sumbernya

27/05/2016 23:11:26 WIB
#99 @PartaiSocmed

Agar bisa melihat kasus ini dengan lebih jernih, maka ada baiknya kita melihat posisi masing2 pihak berikut kepentingannya masing2

27/05/2016 23:13:24 WIB
#99 @PartaiSocmed

Masing2 lakon ini akan berbicara sesuai kepentingannya masing2. Mereka antara lain:

27/05/2016 23:14:27 WIB
#99 @PartaiSocmed

1. Ahok - Beliau punya kepentingan agar pengembang membayar kontribusi tambahan sebesar mungkin. Dana ini digunakan sebagai subsidi silang.

27/05/2016 23:16:15 WIB
#99 @PartaiSocmed

Ahok jg punya kepentingan menagih hutang lama para pengembang berupa 20% lahan utk pemprov yg oleh pemerintahan yg lalu tak diurus

27/05/2016 23:19:58 WIB
#99 @PartaiSocmed

Contoh, Sampoerna Land punya kewajiban sebesar 700 M. Dana tsb dipakai utk memugar kota tua. Jaman lalu kewajiban ini tak pernah ditagih.

27/05/2016 23:22:52 WIB
#99 @PartaiSocmed

Nah, di jaman Ahok dilakukan inventaris ulang dan baru ketahuan bahwa hampir semua pengembang masih punya hutang pada pemprov DKI

27/05/2016 23:24:19 WIB
#99 @PartaiSocmed

2. Pengembang - Kepentingan mereka jelas, yaitu agar besaran kontribusi tambahan reklamasi tidak sebesar yg dimaui Ahok (15%).

27/05/2016 23:29:50 WIB
#99 @PartaiSocmed

Kepentingan lainnya adalah agar sebisa mungkin Ahok tidak menagih hutang2 lama kewajiban pengembang yg belum terpenuhi

27/05/2016 23:31:55 WIB
#99 @PartaiSocmed

3. Oknum Anggota DPRD - Kepentingan mereka adalah keuntungan pribadi. Yaitu menurunkan nilai kontribusi tambahan dgn imbalan dari pengembang

27/05/2016 23:34:01 WIB
#99 @PartaiSocmed

Nah contohnya adalah Sanusi, salah satu oknum DPRD yg tertangkap krn menerima imbalan dr pengembang utk menurunkan nilai kewajiban mereka

27/05/2016 23:36:03 WIB
#99 @PartaiSocmed

Semua jadi bisa dipahami ketika Tempo mewawancarai pihak pengembang yg bermasalah. Tentu saja mereka bicara atas dasar kepentingan mereka.

27/05/2016 23:37:49 WIB
#99 @PartaiSocmed

Segala istilah "barter" dan penyebutan Ahok sebagai penerima kontribusi tambahan itu murni dari pihak pengembang

27/05/2016 23:45:51 WIB
#99 @PartaiSocmed

Jadi seharusnya tulisan Tempo ini sangat bisa dibantah secara substansi, bahkan orang Podomoro sendiri sudah membantahnya

27/05/2016 23:47:01 WIB
#99 @PartaiSocmed

Namun yg sangat disayangkan adalah adanya pendukung Ahok melalui akunnya @kurawa yg menyerang Tempo dgn cara2 yg sangat memalukan

27/05/2016 23:50:25 WIB
#99 @PartaiSocmed

Alih2 meng-counter substansi berita Tempo, @kurawa justru kalap melakukan fitnah yg luar biasa keji terhadap seorang Goenawan Mohamad

27/05/2016 23:52:33 WIB
#99 @PartaiSocmed

Dalam kultwit kalapnya @kurawa tak berani menyebut nama @gm_gm karena tahu apa yg dia tuduhkan adalah fitnah semata

27/05/2016 23:53:38 WIB
Load Remaining (27)

Comment

No comments yet. Write yours!