0
Eno Parihah (19), karyawati tewas di dalam mess karyawan PT Polyta Global Mandiri, Jalan Raya Perancis, Pergudangan 8, Dadap, Kosambi, Kota Tangerang, Banten

Penemuan jenasah Eno: Jumat 13 Mei 2016 jam 08.00 pagi

Pembunuhan sangat sadis
Eno dibekap bantal sampai pingsan, lalu diperkosa bergiliran, setelahnya dibunuh.
Saat ditemukan, tubuh tak bernyawa Eno ada gagang pacul yang dimasukkan ke dalam tubuhnya. Luka-luka pada tubuh korban: luka terbuka & lecet pada pipi kanan, memar pada bibir atas dan bawah, lecet pada leher, luka terbuka dan pendarahan di alat kemaluan akibat benda tumpul, lecet pada dada kiri dan kanan serta pada kedua payudara yang dikelilingi memar melingkar akibat gigitan. Kerusakan pada organ dalam: robek di bagian hati sampai ke atas paru-paru dan luka pada rongga dada (akibat gagang cangkul yang masuk ke organ vital, luka di payudara & leher patah akibat dipukul cangkul, patah tulang pipi kanan berlubang, patah tulang rahang kanan, luka terbuka yang menembus lapisan penutup rongga panggul penggantung urat besar sebelah kanan, robeknya hati sampai belakang bawah menembus ke atas dekat rongga dada kanan, robeknya paru-paru kanan bagian atas sampai bawah, pendarahan pada rongga dada 200 cc dan rongga perut 300 cc.

Salah satu pelaku ternyata masih siswa SMP
Ketiga pelaku yang berhasil ditangkap tak lama setelah kejadian: RAL (16), Rahmat Arifin/RAF/Arif (24), dan Imam Harpiadi/IH/Imam (24)

Kronologi peristiwa

Tersangka utama pembunuhan adalah siswa kelas 3 SMP RAL (umur 16). Dia berpacaran dengan Eno. Saat kejadian, dia datang ke kos Eno setelah main PS, kirim SMS menanyakan apakah Eno ada acara, lalu diundang Eno ke kamar kos, dibukakan pintu, mengobrol, dan sempat berciuman juga. Dia meminta hubungan badan tetapi ditolak En karena takut hamil. Karena ditolak, dia keluar kos untuk merokok dan di luar ia bertemu dua tersangka lain yang pernah ditolak cintanya oleh Eno. Mereka sepakat untuk membunuh Eno.
Tindak kejahatan pelaku berdasar keterangan Polisi: Arif memerkosa & memasukkan cangkul, lAlim mencangkul wajah korban, menggigit payudara korban, memegangi kaki korban. Imam membekap wajah korban dengan bantal, melukai wajah korban dengan garpu
Semula Eno akan dibunuh dengan pisau, tetapi karena tak menemukan pisau di dapur, RAL yang melihat ada cangkul di luar rumah menggunakannya.
Pengakuan RAL: "Saya merasa tertekan oleh Imam dan Arif. Kemudian saya juga merasa takut nanti kalau korban masih hidup, saya dilaporkan ke polisi,"

Pembunuhan sadis membuat masyarakat bereaksi keras
Agung Frida @Agungfrida
Di tidurin. Di bekep. Di pacul. Di tusukin garpu juga. Sadis bener maneh mang... 😨 RT @detikcom
erwin bm @erwinbm
@detikcom ini benar diluar kewajaran. Miris kelakuan pemuda jaman ini. Apa yg salah dg ini. @jokowi

1. Saat rekonstruksi, para pelaku diteriaki warga agar dihukum mati

2. Foto para pelaku disebar di sosmed (memang bertentangan dengan kepatutan dan memancing perdebatan; mereka yang menganggap penyiaran fto wajah pelaku ini bukan hal buruk beranggapan supaya ini menjadi peringatan bagi yang lain dan meningkatkan kewaspadaan jika mereka telah bebas dari hukuman)

Pos Belitung @PosBel
Foto Tiga Pembunuh Eno Parihah Bergentayangan di Media Sosial dlvr.it/LLLSkS pic.twitter.com/KWVIt4eIwS
Expand pic
KASKUS @kaskus
Polisi Rahasiakan Identitas Pembunuh Eno, Foto Pelaku Beredar di Medsos goo.gl/uHBhMq #KASKUSNews pic.twitter.com/yQJNYyATkC
Expand pic
URL Tribun Jogja Netizen Marah, Wajah Para Pembunuh Eno Bergentayangan di Facebook - Tribun Jogja Saking geramnya dengan tiga pelaku sadis pembunuh Eno Parihah (19), netizen ramai-ramai posting foto wajah pelaku tanpa diedit, Rabu (18/5/2016).

3. Pengamanan Polisi terhadap ketiga pelaku dilakukan ekstra ketat karena khawatir mereka "digarap" tahanan lain di penjara atau bunuh diri

"Kami taruh mereka sendiri, mereka bertiga di tempat sendiri, takut di-bully, kasus kayak gitu kan tahanan paling rendah jadi dikhawatirkan dikerubutin makanya dipisah,"

URL news.okezone.com Dikhawatirkan Bunuh Diri, Tiga Pembunuh Eno Dikawal Ketat Ketiganya juga ditempatkan di ruang tahanan khusus
Latar belakang para pembunuh

Motof masing-masing korban berdasar keterangan Polisi: "Motif, Arif sering dikatai jelek atau pahit sama korban. Alim (RAL) ditolak korban saat mengajak bersetubuh, sedang Imam kesal karena berdekatan berkali-kali tapi tak direspons korban,"

URL news.okezone.com Tiga Pembunuh Eno Punya Motif Berbeda-beda Tiga pelaku pembunuhan Eno Farihah ternyata memiliki motif berbedabeda untuk menghabisi korban

Keterangan Polisi: "RAL (siswa kelas 3 SMP pelaku utama pembunuhan) ini sebenarnya anaknya pintar, dia selalu ranking lima besarlah di sekolahnya. Dia masuk pesantren di Mauk hanya betah selama satu tahun enam bulanan,"

URL news.okezone.com Pembunuh Eno Ternyata Siswa Berprestasi Tersangka pernah dimasukan ke pesantren di Mauk Tangerang
Load Remaining (14)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.