0
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
1. HABIS GELAP TERBITLAH TERANG (TERINSPIRASI ALQURAN) RA KARTINI SEBELUM MEMAHAMI ALQURAN
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
2. RA Kartini dalam suratnya kepada Stella Zihandelaar bertanggal 6 November 1899, menulis:
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
3. "Mengenai agamaku Islam Stella, aku harus menceritakan apa? Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain.
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
4.Lagi pula,aku beragama Islam krn nenek moyangku Islam.Bagaimana aku dpt mencintai agamaku,jk aku tdk mengerti dan tdk boleh memahaminya?"
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
5. "Alquran terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun, agar bisa dipahami setiap Muslim.
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
6. Di sini tidak ada orang yang mengerti Bahasa Arab. Di sini, orang belajar Alquran tapi tidak memahami apa yang dibaca."
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
7."Aku pikir,adalah gl orang diajar membaca tp tdk diajar makna yg dibaca.engkau menyuruh aku menghafal Bhs Inggris,tp tdk memberi artinya"
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
8. "Aku pikir, tidak jadi orang saleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati. Bukankah begitu Stella?"
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
9. RA Kartini melanjutkan curhat-nya, tapi kali ini dalam surat bertanggal 15 Agustus 1902 yang dikirim ke Ny Abendanon:
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
10. "Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlu dan manfaatnya
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
11. Aku tidak mau lagi membaca Alquran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya."
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
12. "Jangan-jangan, guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepada aku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja.
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
13. Aku berdosa. Sedangkan Alquran teralu suci, sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya."
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
15.Namun,Kartini tdk menceritakan pertemuannya dgn Kyai Sholeh bin Umar dari Darat,Semarang -- lebih dikenal dg sebutan Kyai Sholeh Darat.
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
16. Adalah Nyonya Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat, yang menuliskan kisah ini.
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
17.Ny Fadihila Sholeh,pertemukan Kartini dg Kyai Sholel Darat.Acara pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat,yg jg pamannya
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
18. Kyai Sholeh Darat memberikan ceramah tentang tafsir QS Al Fatihah [1]: 1-7.
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
19. Kartini tertegun. Sepanjang pengajian, RA Kartini seakan tak sempat memalingkan pandangan matanya dari sosok Kyai Sholeh Darat,
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
20. dan telinganya menangkap kata demi kata yang disampaikan sang penceramah.
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
21. Ini bisa dipahami karena selama ini RA Kartini hanya tahu membaca Al Fatihah, tanpa pernah tahu makna ayat-ayat itu.
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
22. Setelah pengajian, RA Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat.
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
23. Sang paman tak bisa mengelak, karena RA Kartini merengek-rengek seperti anak kecil. Berikut dialog RA Kartini-Kyai Sholeh.5
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
24. "Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya?" Kartini membuka dialog.
Load Remaining (39)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.