0
Peziarah @eae18
- Said Aqil:Mending Pemimpin Non-Muslim Tapi Jujur daripada Muslim Tapi Zalim bit.ly/1WyNJAl Statemen ini perlu dikritisi @saidaqil
URL detiknews Said Aqil: Mending Pemimpin Non-Muslim Tapi Jujur daripada Muslim Tapi Zalim "Enggak, enggak. Saya bukan dukung Ahok ya. Bagi saya pemimpin yang adil, meski non-Muslim lebih baik. Itu membawa kemaslahatan," kata Said.
Peziarah @eae18
- Kiai @saidaqil memakai Pemimpin Non Muslim bukan Pemimpin Kafir. Statemen ini bisa berarti Non Muslim belum tentu kafir. Ini asumsi saya
Peziarah @eae18
- Asumsi sy karena bisa juga Muslim itu kafir dalam pemaknaan secara bahasa. Perihal Kafir, Cover dan Keeper - bit.ly/1sp0CuX
Peziarah @eae18
- Tapi Kiai @saidaqil menjadi tak tepat karena statemen 'daripada Muslim Tapi Zalim'... Memang ada Muslim tapi zalim?
Peziarah @eae18
- Kiai @saidaqil juga keliru melakukan perbandingan kata 'jujur' dengan kata 'zalim'. Ini saya menggunakan pendekataan Bahasa Indonesia ya
Peziarah @eae18
- Lawan kata 'jujur' lebih mengena kata 'bohong'. Atau kalau ingin lebih menohok, pakai kata 'munafik'. Ini lebih pas daripada kata zalim
Peziarah @eae18
- Jujur itu lurus hati; tidak berbohong. Sementara kata zalim lebih ke sifat bengis; tidak menaruh belas kasihan; tidak adil; kejam.
Peziarah @eae18
- Tak tepat membandingkan pernyataan "Non Muslim Tapi Jujur daripada Muslim Tapi Zalim". Tidak koheren. Semoga Kiai @saidaqil paham
Peziarah @eae18
- Agak menyedihkan dalam berita tersebut, Kiai @saidaqil memberi contoh pemimpin Muslim Muammar Khadafi. Ini bisa panjang deret ceritanya
Peziarah @eae18
- Dalam berita tersebut, Kiai @saidaqil menolak bahwa pernyataan ini untuk mendukung Ahok. Saya sepakat karena memang @basuki_btp tak jujur
Peziarah @eae18
- Anggaplah pernyataan Kiai @saidaqil bukan untuk Ahok tapi untuk keseluruhan. Tapi nuansa pernyataan itu mengarah pada situasi kekinian
Peziarah @eae18
- Situasi kekinian yang sedang merajalela adalah kasus @basuki_btp yang mau nyagub DKI, yang notabene Cina dan Kristen. Ini nuansa @saidaqil
Peziarah @eae18
- Nuansa yang paling mengkristal dewasa ini adalah Pilkada DKI 2017. Pernyataan Kiai @saidaqil muaranya jelas. Muara ke Ahok
Peziarah @eae18
- Katakanlah Kiai @saidaqil mengelak bukan untuk mendukung Ahok tapi apakah dia bisa mengelak realitas politik dewasa ini mengarah ke DKI?
Peziarah @eae18
- Yang dibutuhkan sikap bijak Kiai @saidaqil dalam melempar statemen ketika nuansa politik begitu mengkristal mengarah ke DKI 2017
Peziarah @eae18
- Yang hilang dari Kiai @saidaqil adalah sikap bijak karena dia sudah memihak.Tak akan bisa dipetik sikap bijak jika seseorang sudah memihak
Peziarah @eae18
- Pemihakan itu hak pribadi. Tapi ketika pribadi itu menduduki pos teriinggi dalam organisasi keagamaan, PBNU, harus lebih hati-hati memihak
Peziarah @eae18
- Kenapa? Karena suara Kiai @saidaqil meskipun itu aspirasi pribadi tapi tidak akan lepas dari gerbong yang ada di belakangannya, NU.
Peziarah @eae18
- Kiai @saidaqil harus lebih bijak. Usia sudah 62 tahun. 3 Juli, sudah 63 thn. Usia Nabi. Usia umat Nabi gak jauh-jauh dari usia Nabi
Peziarah @eae18
- Perlunya sikap bijak Kiai @saidaqil harusnya karena ilmunya. Ilmu agamanya luar biasa hebat. Harusnya lebih hebat juga sikap arifnya
Peziarah @eae18
- Jangan terlalu dekatlah dengan kekuasaan Kiai @saidaqil. Menjaga jarak itu penting agar kita bisa melakukan kontrol diri
Peziarah @eae18
- Lebih baik membangun harmoni. Menabur statemen yang teduh dan meneduhkan. Dan itu seharusnya disandang oleh Kiai @saidaqil bukan oleh saya
Peziarah @eae18
- Nikmat yang paling besar adalah nikmat Islam Kiai @saidaqil dan ini diyakini oleh sebagian besar umat Islam. Tentu kiai lebih paham
Load Remaining (10)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.