TOLERANSI KALENG BIR | By @PartaiSocmed

Tapi dalam demokrasi suara 'orang bodoh' dan 'orang pintar' sama nilainya di kotak suara! Yakin Ahok hanya butuh suara 'orang pintar' saja?
publicpolicy Ahok bir intoleran toleransi
0
#99 @PartaiSocmed
Toleransi itu adalah seni menghargai. Bukan tentang perlombaan minta dihargai.
#99 @PartaiSocmed
Melihat posting ini kesan apa yg akan muncul di benak kt? Ini tweet dari: 1. Kelompok toleran 2. Kelompok ignorant pic.twitter.com/F3bw38BLJd
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Politik adalah tentang persepsi, bukan tentang hitam dan putih. Oleh karena itu kita akan bicara tentang kesan, bukan benar dan salah.
#99 @PartaiSocmed
Memang benar minum bir tidak dilarang oleh UU. Hak siapapun yg sudah cukup umur untuk minum bir. Dari sudut hukum tak ada masalah.
#99 @PartaiSocmed
Persoalannya, kita ingin mempersepsikan Ahok sebagai pemimpin yg toleran atau ignorant? Sekali lagi ingat, politik adalah tentang persepsi.
#99 @PartaiSocmed
Tidak ada masalah bagi saudara kita non muslim minum bir. Namun bagi saudara kita yg muslim ini bisa jadi masalah.
#99 @PartaiSocmed
Lantas apakah kita lebih memilih membela mereka yg pamer foto minum bir di rumah Ahok dibanding memaklumi saudara kita yg muslim?
#99 @PartaiSocmed
Jika demikian, maka dimana toleransinya? Dimana upaya untuk memahami saudara2 yg beragama Islam? Ingat, toleransi adalah seni memahami
#99 @PartaiSocmed
Terlebih dalam situasi menjelang pilkada ini. Dimana issue SARA begitu masive dimainkan.
#99 @PartaiSocmed
Alangkah idiotnya melawan isdue SARA dengan sikap ignorant. Pada akhirnya kedua pihak jadi sama rendahnya!
#99 @PartaiSocmed
Mari kita ambil contoh bagaimana kita harus bersikap toleran atau ignorant. Kita ambil contoh ketika bulan puasa.
#99 @PartaiSocmed
Saat teman2nya sedang berpuasa, si Parno yg non muslim sengaja menjilati eskrim dgn cara yg ngiming2i. Maka Parno adalah makhluk ignorant.
#99 @PartaiSocmed
Si Parno bisa saja berdalih bahwa makan eskrim tidak melanggar undang2 apapun. Ya dia benar, tapi jelas dia tidak toleran.
#99 @PartaiSocmed
Sebaliknya sikap serupa juga bisa ditunjukkan oleh teman2 Parno yg beragama Islam. Mereka melarang siapapun makan selama masa puasa.
#99 @PartaiSocmed
Teman2 Parno ini jelas tidak toleran kepada umat lain yg tidak berpuasa. Mentang2 dirinya puasa semua orang dipaksa puasa juga.
#99 @PartaiSocmed
Lalu bagaimana Parno dan teman2nya bisa mengatasi ini dengan toleransi yg baik? Mudah saja, kuncinya adalah saling memahami.
#99 @PartaiSocmed
Parno silakan makan apa saja, tapi tak perlu "ngiming2i" teman2nya yg sedang berpuasa. Dia harus memahami bahwa teman2nya sedang puasa
#99 @PartaiSocmed
Teman2 Parno yg beragama Islam pun harus memahami bahwa Parno tidak berpuasa seperti mereka dan butuh makan.
#99 @PartaiSocmed
Persoalan menjadi selesai dengan begitu sederhana dan indahnya jika kita bisa saling menghargai.
#99 @PartaiSocmed
Namun akan jadi masalah rumit ketika salah satu pihak menolak menghargai pihak lain. Jadi kunci hidup bertoleransi adalah saling menghargai
#99 @PartaiSocmed
Kembali ke masalah blunder foto kaleng bir itu. Kita harus memahami bahwa foto tersebut erat kaitannya dgn urusan pilkada DKI.
#99 @PartaiSocmed
Apakah mereka yg ikut pertemuan tersebut tidak memahami keberatan sebagian saudara2 kita yg muslim? Atau mereka terlalu ignorant?
#99 @PartaiSocmed
Jika dilihat dari pembelaan2nya, jelas mereka bukannya tidak paham tetapi murni ignorant!
#99 @PartaiSocmed
Maka selanjutnya kita perlu mempertanyakan, apakah mereka pikir Ahok tidak butuh suara pemilih yg mengharamkan minum bir itu?
Load Remaining (15)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.