"Mengapa Ujian Primitif Masih Diteruskan Di Dunia Yang Sudah Berubah..?" by Prof @iwanpranoto

Chirpified
0
Iwan @iwanpranoto

Di Abad 18 smp 20, pabrik/kantor menggantungkan pd tenaga manusia yg seragam, identik. Tak dibutuhkan manusia yg kreatif & berpikir kritis.

02/04/2016 19:48:59 WIB
Iwan @iwanpranoto

Makanya ujian primitif itu harus berjawab identik, seragam. Jawabnya sudah diketahui. Anak dihargai berdasar keterampilan membeo.

02/04/2016 19:50:50 WIB
Iwan @iwanpranoto

Anak hrs mengerjakan secara individu. Tabu bicara dg anak lain. Di mana di dunia hari ini kita menyelesaikan masalah tak boleh dg org lain?

02/04/2016 19:53:42 WIB
Iwan @iwanpranoto

Ujian primitif semakin menguatkan perilaku Era Industri yg memuja KESERAGAMAN, KEPATUHAN, PREDICTABILITY.

02/04/2016 19:55:32 WIB
Iwan @iwanpranoto

Ujian primitif berpijak pada the KNOWNS, padahal kehidupan hari ini dan mendatang menuntut pendidikan (dan ujian) yg menantang the UNKNOWNS

02/04/2016 19:58:52 WIB
Iwan @iwanpranoto

Skrg, sebelum ujian, anak dirazia ponselnya. Di bbrp negara, anak dirazia arlojinya, krn ada arloji cerdas. Telinganya diperiksa. Absurd!

02/04/2016 20:02:00 WIB
Iwan @iwanpranoto

Di masa depan yg tak begitu jauh, Internet menyatu dg tubuh kita. Lalu bagaimana mau merazianya? Sampai kpn kita meneruskan ujian primitif?

02/04/2016 20:03:34 WIB
Iwan @iwanpranoto

Ujian primitif melanggar prinsip utama pendidikan, bahwa setiap anak UNIK. Tak seharusnya diseragamkan.

02/04/2016 20:04:51 WIB
Iwan @iwanpranoto

Ujian primitif mengharapkan semua murid menjawab sama, identik! Padahal kehidupan hr ini membutuhkan manusia yg memberikan jawaban berbeda.

02/04/2016 20:06:28 WIB
Iwan @iwanpranoto

Pendidikan dan Persekolahan bukan sebuah pabrik menghasilkan barang, yaitu murid. Murid bukan barang untuk diseragamkan.

02/04/2016 20:11:14 WIB
Iwan @iwanpranoto

Murid bukan diharapkan menyerap pengetahuan yg sudah diketahui, tetapi mengembangkan pengetahuan yang belum diketahui.

02/04/2016 20:14:05 WIB
Iwan @iwanpranoto

Makna reading atau MEMBACA dan knowing atau MENGETAHUI telah berubah total.

02/04/2016 20:14:55 WIB
Iwan @iwanpranoto

Makna kata MENULIS juga telah berubah.

02/04/2016 20:15:25 WIB
Iwan @iwanpranoto

Mungkin esok ponsel kita dapat diarahkan pd tulisan dg aksara kanji & menyuarakan terjemahannya dlm bhs Indonesia. Ini msh disebut membaca?

02/04/2016 20:18:03 WIB
Iwan @iwanpranoto

Skrg semua pengetahuan yg SUDAH DIKETAHUI dpt diakses dlm hitungan detik dg ponsel di saku celana kita. Ini msh kita maknai sbg MENGETAHUI?

02/04/2016 20:20:37 WIB
Iwan @iwanpranoto

Ujian primitif masih menganggap bahwa Internet tidak ada. Hari ujian ialah satu-satunya hari saat anak dipaksa percaya bhw Internet blm ada.

02/04/2016 20:22:48 WIB
Iwan @iwanpranoto

Hari ujian merupakan satu-satunya hari anak diminta percaya bahwa teknologi tak ada dlm kehidupannya.

02/04/2016 20:24:05 WIB
Iwan @iwanpranoto

3Rs, yakni Reading, Writing, Arithmetic telah berubah makna. Tetapi, ujian primitif masih menganggapnya tak berubah.

02/04/2016 20:26:20 WIB
Iwan @iwanpranoto

Hari ini 3Rs telah berubah menjadi 3Cs, yakni Comprehension, Communication, Computation. Ujian harus berpijak pd perubahan ini.

02/04/2016 20:27:48 WIB
Iwan @iwanpranoto

Ujian yg mengajukan pertanyaan yg mampu dijawab oleh Google itu ujian primitif.

02/04/2016 20:30:20 WIB
Iwan @iwanpranoto

Ujian yg menekankan pada hafalan sungguh tak layak diteruskan lagi.

02/04/2016 20:33:45 WIB
Iwan @iwanpranoto

Semua rumus dapat kita akses melalui ponsel di saku celana kita dlm 1 detik, lalu apa makna "murid mengetahui Dalil Pitagoras" di abad 21?

02/04/2016 20:35:52 WIB
Iwan @iwanpranoto

Di abad 20 pendidikan kita tertinggal, tak pantas kita meneruskan ketertinggalan ini dg tetap memberikan pendidikan primitif di abad 21.

02/04/2016 20:40:14 WIB
Iwan @iwanpranoto

Mengapa meneruskan ujian primitif, praktik purba, di dunia yang sudah berubah. Bangun! Jangan menguji keterampilan kedaluwarsa.

02/04/2016 20:41:43 WIB
Iwan @iwanpranoto

UN online itu tetap menguji kecakapan primitif tp dg bungkus teknologi canggih. Old wine in a new bottle.

02/04/2016 20:55:07 WIB
Load Remaining (46)

Comment

No comments yet. Write yours!