0
@TrioMacan2000
1. BPK RI Tahun 2010 menemukan 22 kasus yang disinyalir merugikan keuangan negara sebesar Rp344.389.531.423,15 di Bank Sumut.
@TrioMacan2000
2. Selain itu, Gus Irawan juga diduga tersangkut dugaan korupsi pengadaan pakaian dinas atau kredit fiktif dan lainnya
@TrioMacan2000
3. Laporan dan berkas dugaan korupsi Gus Irawan Cagub Sumut ini sudah diserahkan ke Kejagung RI, KPK RI, Mabes Polri dan Kejati Sumut
@TrioMacan2000
4. Disamping kasus korupsi itu, Gus Irawan Pasaribu yg mantan Direktur Utama (Dirut) PT Bank Sumut 3 periode itu juga terlibat kasus lain
@TrioMacan2000
5, Satu dari sejumlah kasus dugaan penyimpangan uang negara itu adalah pembagian jasa produksi dan tantien senilai Rp31,4 miliar
@TrioMacan2000
6. kasus pembagian jasa produksi& tantien itu pernah dilaporkan msykat pada Juni 2008 kpd Kejatisu ketika masih dipimpin Gortab Marbun SH.
@TrioMacan2000
7. Sejumlah nama komisaris yang diduga menerima fee dikomandoi dan lebih diketahui Gus Irawan Pasaribu hingga kini belum tersentuh hukum.
@TrioMacan2000
8. Saktinya Gus Irawan Pasaribu ini diduga keras karena sebagai adik, dia mendapatkan perlindungan dari kakaknya Bomer Pasaribu
@TrioMacan2000
9. Kita tahu bahwa Bomer Pasaribu adalah mantan Menteri Tenaga Kerja yang juga elit Partai Golkar yang punya pengaruh di Kejagung dan KPK
@TrioMacan2000
10. Sesuai info dari Kejatisu beberapa waktu lalu ada pengaduan mengacu kepada exit meeting Laporan Hasil Pemeriksaan PT Bank Sumut
@TrioMacan2000
11. Pada LHP PT Bank Sumut tanggal 30 Juni 2007 sampai 6 November 2007 ada temuan indikasi korupsi atas pembagian laba tahun 2004 & 2005
@TrioMacan2000
12. sebesar Rp15.918.701.481,55 yang diterima tanggal 13 Desember 2006 para komisaris.
@TrioMacan2000
13. Kemudian pada 2006 laba juga dibagikan pada pengurus bank sumut yg diantaranya Komisaris, Dirut dan Direksi sebesar Rp 15.507.231.578
@TrioMacan2000
14. Sehingga total penerimaan dana itu untuk tujuh pengurus dalam tiga tahun sebesar Rp31.425.933.059
@TrioMacan2000
15. Pembagian itu mengacu Surat Keputusan Direksi Bank Sumut No 482/Dir/DSDM-TK/SK/2006, diteken Gus Irawan Pasaribu, seolah2 itu legal
@TrioMacan2000
16. Padahal jelas SK Direksi Bank Sumut itu tidak legal karena tidak diketahui oleh Gubsu sebagai pemegang saham Bank Sumut
@TrioMacan2000
17. Bank Sumut sebagai Badan Usaha Milik Daerah(BUMD) turut menerima dana penyertaan modal dari Pemprov Sumut yg bersumber dari APBD
@TrioMacan2000
18. Dalam penyertaan modal itu tersebut, Bank Sumut menerima suntikan APBD senilai Rp 150 M, namun tak jelas kemana aliran dana tersebut
@TrioMacan2000
19. penyertaan dana senilai Rp 150 miliar itu diketahui oleh mantan Gubernur Sumut H Syamsul Arifin yg sekarang jalani hukuman di penjara
@TrioMacan2000
20. Namun penyertaan modal itu tak jelas peruntukkannya dan tdk ada tercatat dalam Lapkeu Bank Sumut
@TrioMacan2000
21. seharusnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit terhadap Bank Sumut utk mengetahui keberadaan uang 150 M tsb
@TrioMacan2000
22. Sampai saat ini Gus Irawan selaku mantan Dirut Bank Sumut belum pernah diperiksa dan mempertanggungjawabkan raibnya uang 150 M itu
@TrioMacan2000
23. Secara total, penyimpangan uang negara di Bank SUmut pada saat Gus Irawan jadi Dirut Bank Sumut sekitar Rp. 500 Milyar !
@TrioMacan2000
24. Akankah, Gus Irawan Pasaribu bernasib sama dengan mantan Gubsu Syamsul Arifin? Berakhir di Penjara? Kita tggu saja. Sekian

Comment

Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 04:55:22 WIB
MEDAN- Gus Irawan Pasaribu, mantan direktur utama PT Bank Sumut, mengapresiasi statement yang dilontarkan mantan deputi gubernur senior BI Anwar Nasution terkait kinerja Bank Sumut yang terus meningkat selama dipimpinnya tiga periode.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 04:58:51 WIB
Dia mengatakan selama mengomandoi Bank Sumut mereka diaudit minimal tiga lembaga.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 04:59:09 WIB
“Pertama BPK, kemudian Bank Indonesia. Lalu ada auditor (eksternal dan internal). Bayangkan dengan audit tiga lembaga itu bagaimana kita bisa lolos kalau laporan keuangan kacau balau,” jelas Gus.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 04:59:26 WIB
Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumut ini sekaligus ingin menegaskan tentang pentingnya prinsip kehati-hatian dalam mengelola laporan keuangan bank.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 04:59:48 WIB
“Saya fikir banyak yang mencoba manfaatkan laporan yang disajikan BPK. Ada laporan tahun 2006, tahun 2010 tentang write off (hapus buku kredit macet). Bukan hapus tagih. Itu berbeda,” kata Gus Irawan.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:00:18 WIB
Anwar Nasution turut menegaskan persoalan write off (hapus buku) kredit macet, adalah suatu kebijakan direksi dalam rangka memperkuat kapasitas Bank Sumut.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:00:41 WIB
Dia tidak yakin jika langkah write off yang diambil Gus Irawan adalah menghilangkan kredit macet untuk tujuan penyimpangan. “ Bank Indonesia (BI) pasti tahu dan mendapat laporan,” ujarnya.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:00:57 WIB
Sejauh ini pun, BI tidak melihat adanya indikasi penyimpangan dalam kebijakan write off. BI tidak menjatuhkan sanksi kepada Gus Irawan dan direksi lainnya.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:01:16 WIB
Gus Irawan menyatakan untuk membuat laporan keuangan yang kelak berisiko pasti dihindari perbankan. “Sekarang keterbukaan informasi sudah cukup luas.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:01:40 WIB
Kita tidak bisa menutup-nutupi tentang laporan keuangan dan sebagainya,” kata dia. Bank Indonesia pasti akan memberi sanksi kalau ada yang tidak beres dalam pengelolaan perbankan, bukan hanya di Bank Sumut tapi di seluruh perbankan.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:01:47 WIB
“Tapi sepertinya kebijakan yang dilakukan di Bank Sumut dan hasil laporan BPK dimanfaatkan oleh beberapa pihak,” ujarnya.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:02:10 WIB
“Kalau saya pada prinsipnya simpel. Yang menilai laporan keuangan itu kan BPK. Harusnya mereka yang butuh informasi tentang itu bisa mengonfirmasi BPK dan mengejar sumbernya.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:02:27 WIB
Bukan dengan meributkan hal-hal yang tidak difahami secara substantif. Saya jadi bingung, mereka yang tak mengerti masalah atau ada target lain misal biar popular,” tutur Gus.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:02:42 WIB
Dia mengatakan kalau sumber informasinya BPK lalu menyatakan ada penyimpangan atau apa pun yang berhubungan dengan laporan keuangan Bank Sumut kenapa tidak dikonfirmasi ke sana.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:02:59 WIB
“Atau silakan cek di lembaga pemeriksa yang mengaudit kita selama beberapa periode.”
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:03:16 WIB
Bukan hanya itu, kalau kemudian ada temuan di 2006 oleh BPK pasti ada proses ke tahun berikutnya, kata Gus. “Jika temuan itu terjadi 2006 kenapa tidak melihat laporan lanjutannya di 2007.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:03:32 WIB
Kalau temuan ada di 2010 kenapa tidak mengikuti follow up-nya di 2011. Begitu selanjutnya.”
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:04:01 WIB
“Ini seolah-olah semua lembaga pengawas perbankan baik itu BPK, BI kemudian auditor dibuat tak berfungsi oleh tudingan yang kita tidak tahu apa tujuannya,” ujar Gus Irawan Pasaribu.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:04:15 WIB
Memang dalam beberapa bulan terakhir Gus Irawan diposisikan melakukan penyimpangan keuangan di Bank Sumut berdasarkan laporan yang disajikan BPK lewat beberapa media termasuk media sosial.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:04:31 WIB
Tetapi yang menyebarkan informasi tidak pernah mencoba mendapatkan informasi jelas dari para pihak yang sebenarnya melakukan pengawasan rutin. (mea/rel)
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:05:24 WIB
Mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution mengapresiasi kinerja Gus Irawan Pasaribu dalam mengomandoi PT Bank Sumut.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:05:48 WIB
Mantan deputi Gubernur Senior Bank Indonesia itu juga mencatat beberapa indikator yang menjadi catatan bagus Gus Irawan, seperti, menyelamatkan Bank Sumut dari kondisi kerugian.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:06:12 WIB
Anwar menilai kinerja Gus yang menjaga stabilitas dan pengelolaan keuangan Bank Sumut dengan penyajian laporan keuangan sesuai standar BPK.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:06:33 WIB
“Gus Irawan mengangkat bank itu dari kondisi rugi menjadi surplus. Prestasi yang sangat bagus saya kira,” kata Anwar kepada wartawan di Medan, akhir pekan lalu.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:06:52 WIB
Pelaporan keuangan Bank Sumut, menurut Anwar, disajikan dengan memedomani prinsip-prinsip pengelolaan keuangan atau sesuai standar pelaporan akuntansi.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:07:18 WIB
“Selama saya menjabat pimpinan BPK, saya cermati tak ada laporan keuangan Bank Sumut yang mengindikasikan korupsi.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:07:36 WIB
Ini patut kita apresiasi karena 12 tahun sudah Gus Irawan memimpin bank yang baru saja berstatus bank devisa tersebut,” katanya.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:07:55 WIB
Soal kebijakan write off (hapus buku) kredit macet, menurut Anwar adalah pilihan direksi dalam rangka memperkuat kapasitas Bank Sumut.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:08:10 WIB
Anwar tak yakin jika langkah write off yang diambil Gus Irawan akan menghilangkan kredit macet untuk tujuan penyimpangan. “Bank Indonesia (BI) saya pikir lebih tahu soal itu, ” ujarnya.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:08:28 WIB
Sejauh ini, lanjutnya, BI belum melihat adanya indikasi penyimpangan dalam kebijakan write off tersebut. Jika ada temuan BI diyakini akan menjatuhkan sanksi kepada Gus Irawan dan direksi lainnya.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:08:49 WIB
Mengutip pernyataan Gus Irawan sewaktu menjabat Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut, Anwar meluruskan, write off yang dimaksud Bank Sumut itu bukan hapus tagih melainkan hanya sebatas hapus buku.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:09:06 WIB
Pasalnya penagihan tetap dilakukan. ‘’Infonya penagihan terus dilakukan kok,’’ katanya. (mea/rel)
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:17:38 WIB
Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Penyertaan Modal Pada Bank Sumut dinilai memiliki sejumlah kelemahan sehingga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belum dapat merealisasikan penyertaan modal Rp.150 Milyar.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:18:23 WIB
Dengan demikian, sumber dana penyertaan modal untuk Bank Sumut yang tercantum dalam Perda 5/2009 tersebut tidak sesuai dengan ketentuan PP 58/2005
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:19:10 WIB
artinya dana masih ditahan pihak pemegang saham utama...
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:19:43 WIB
Dalam PP tersebut dinyatakan penyertaan modal pemerintah dapat dilaksanakan apabila jumlah yang disertakan dalam tahun anggaran berkenaan telah ditetapkan dalam Perda terkait.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:22:11 WIB
Dijelaskan Edy, tahun 2010, CAR Bank Sumut mencapai 18 persen, kemudian di tahun 2011 mengalami penurunan menjadi 14,66 persen. Nah setelah mengalami penurunan, Bank Sumut meminta pernyataan modal sebesar Rp150 miliar untuk dianggarkan.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:22:24 WIB
Namun, aku Edy, setelah disahkan DPRD Sumut dalam Perda tentang pernyataan modal sebesar Rp150 miliar tidak dikeluarkan Pemprovsu tanpa ada alasan yang jelas.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:25:38 WIB
“Dua kesalahan yang dilakukan oleh Pemprovsu jika tidak mencairkan dana tersebut, yang pertama, Pemprovsu melanggar UU karena mencairkan sementara sudah ditetapkan jadi perda yang artinya sama dengan UU.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:25:56 WIB
Kedua, tanpa disadari Pemprovsu telah menghancurkan stigma Bank Sumut yang terkesan kekurangan CAR,” tuturnya.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:26:30 WIB
Hal ini yang menjadi pertanyaan kepada Pemprovsu apakah dia menyadari hal ini atau tidak? Kalau ternyata Pemprovsu tidak menyadari ancaman yang dihadapi Bank Sumut.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:26:44 WIB
“Kalau Pemprovsu tidak menyadari itu berarti petinggi Pemprovsu Goblok menahan-nahan anggaran untuk Bank Sumut," tegasnya.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:27:02 WIB
Sementara itu, Direktur Umum Bank Sumut, M. Yahya mengatakan Bank Sumut sangat membutuhkan modal karena tidak ada satu perusahaan lembaga keuangan perbankan yang tidak melakukan pertambahan modal sepanjang kemampuan ekspansi bank harus meningkat.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:27:17 WIB
Dia menegaskan alasan Bank Sumut meminta penyataan modal untuk dianggarkan karena Bank Sumut memerlukan modal tambahan sebesar Rp150 Miliar mengingat modal tersebut mau dijadikan sebagai modal penyangga.
Dewana Fajar T @Dewana80 02/12/2012 05:27:33 WIB
“Sepanjang Bank Sumut punya peluang Ekspansi yang besar, tentuBank Sumut memerlukan tambahan modal. Nah kalau ekspansi tetap dilakukan tanpa memiliki modal tambahan maka CAR akan semakin turun," katanya.
Login and hide ads.