SIAPAKAH PENIPU DI BLOK MASELA? || By @PartaiSocmed

Chirpified
1
#99 @PartaiSocmed

Belakangan ini kita lihat Sudirman Said sering uring2an bahkan sampai melontarkan kata2 yg terkesan kalap

29/02/2016 14:03:50 WIB
#99 @PartaiSocmed

"Pihak2 yg pura2 berjuang utk rakyat, yg menipu, yg suka klaim paling tahu, yg mau mengganti investor Masela, berhentilah membohongi rakyat"

29/02/2016 14:06:51 WIB
#99 @PartaiSocmed

Demikian pernyataan kalap SS terhadap salah satu koleganya. Yg dimaksud kolega disini adlh sesama menteri yg diangkat Presiden Jokowi

29/02/2016 14:11:44 WIB
#99 @PartaiSocmed

Di satu sisi secara tidak sadar dia sudah menuduh Jokowi mengangkat seorang penipu menjadi menteri, yg sekarang jadi koleganya

29/02/2016 14:12:45 WIB
#99 @PartaiSocmed

Kalapnya SS hingga sampai bicara seperti itu tentu dipicu oleh sesuatu yg sangat merisaukan hatinya. Apakah itu?

29/02/2016 14:15:00 WIB
#99 @PartaiSocmed

Apakah pernyataan Jokowi yg mengisyaratkan lebih mendukung Blok Masela dibangun di darat ini? pic.twitter.com/8hyM6Hpi71

29/02/2016 14:18:25 WIB
Expand pic
#99 @PartaiSocmed

Tak perlu menjadi ahli utk memahami jika pengelolaan Blok Masela dilakukan di darat akan lebih berdampak multiplier dibanding di tengah laut

29/02/2016 14:19:41 WIB
#99 @PartaiSocmed

Tak perlu menjadi ahli pula untuk tahu bahwa membangun di darat akan lebih murah dibanding membangun di tengah laut

29/02/2016 14:20:34 WIB
#99 @PartaiSocmed

Namun entah mengapa Sudirman Said begitu ngotot membela kemauan Inpex bukan kepentingan rakyat Indonesia

29/02/2016 14:21:40 WIB
#99 @PartaiSocmed

Krn salah satu koleganya yg paling keras mendukung Blok Masela secara "on shore", maka sang kolega-lah yg jadi pelampiasan kekesalan SS

29/02/2016 14:24:30 WIB
#99 @PartaiSocmed

Tapi jaman sekarang ini banyak maling teriak maling. Maka ada baiknya kita cari tahu siapa penipu sesungguhnya disini

29/02/2016 14:26:20 WIB
#99 @PartaiSocmed

Dan untuk menilai siapa penipu sesungguhnya sebenarnya cukup mudah kok. Tinggal kita uji saja

29/02/2016 14:29:09 WIB
#99 @PartaiSocmed

Cukup lihat dr perkiraan biaya yg diajukan Inpex yaitu US$ 14,8 miliar utk pmbangunan kilang di tengah laut dan US$ 19,3 miliar utk didarat

29/02/2016 14:35:09 WIB
#99 @PartaiSocmed

Pertanyaan bodohnya, benarkah membangun di tengah laut bisa lebih murah dari pada di darat?

29/02/2016 14:36:24 WIB
#99 @PartaiSocmed

Pertanyaan yg lebih kritis, bersediakah Ipex bertanggung jawab terhadap asumsi biaya yg dibuatnya?

29/02/2016 14:37:22 WIB
#99 @PartaiSocmed

Dan ketika ditantang jika terjadi pembengkakan biaya maka Inpex yg harus menanggung pembengkakannya, Inpex TAK BERANI.

29/02/2016 14:38:27 WIB
#99 @PartaiSocmed

Jadi mrk mengajukan asumsi biaya sekedar demi agar proposalnya diterima. Dan manakala asumsinya meleset maka kitalah yg harus menanggungnya

29/02/2016 14:40:04 WIB
#99 @PartaiSocmed

Sebagai pembanding, pembangunan kilang LNG tengah laut di Australi mengalami pembengkakan yg luar biasa dari asumsi awal

29/02/2016 14:43:15 WIB
#99 @PartaiSocmed

Jadi bukan tidak mungkin di Blok Masela pun akan terjadi pembengkakan. Dan ketika itu terjadi maka mereka tak mau tanggung jawab

29/02/2016 14:45:12 WIB
#99 @PartaiSocmed

Itulah yg dibela mati2an oleh Menteri ESDM kita Sudirman Said. Jadi siapa sebenarnya penipu disini? Kami jadi bingung..

29/02/2016 14:47:00 WIB
#99 @PartaiSocmed

Siapa si penipu itu? Si kolega yg perjuangkan pembangunan kilang Blok Masela di darat agar masyarakat dapat ikut merasakan manfaatnya?

29/02/2016 14:50:31 WIB
#99 @PartaiSocmed

Atau justru SS sendiri yg sebagai menteri malah mati2an membela kepentingan perusahaan yg notabene tak berani menjamin asumsinya sendiri?

29/02/2016 14:52:51 WIB
#99 @PartaiSocmed

Tentang tuduhan bahwa koleganya mau ganti investor, menurut kami kok kesannya malah SS yg terlihat terlalu terikat pd salah satu perusahaan?

29/02/2016 14:55:11 WIB
#99 @PartaiSocmed

Lagi pula tak ada tanda2 koleganya itu meng-endorse salah satu perusahaan. SS-lah yg yg memaksakan pokoke harus Inpex

29/02/2016 14:56:52 WIB
Load Remaining (7)

Comment

No comments yet. Write yours!