1
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
FPI Dalam Pusaran Media-media Produser TvOne Akui Media Tidak Fair Terhadap FPI
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
1.Bukan rahasia lagi bahwa bisnis media, baik nasional maupun internasional,sebagian besar dikuasai oleh kelompok pendukung paham (SEPILIS),
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
2.Sebuah paham yg ditolak oleh seluruh agama di dunia.Sementara Front Pembela Islam (FPI) ormas Islam penggiat amar makruf nahi munkar
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
3. FPI selalu berada di garis depan dalam memberantas maksiat, penodaan agama dan aqidah Islam, termasuk disini menentang paham SEPILIS.
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
4. Sejumlah aksi-aksi kemanusiaan yang selalu dilakukan FPI tidak pernah sedikitpun diberitakan, oleh media pendukung faham SEPILIS
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
5.Manakala “oknum” FPI terprovokasi dan terpancing melakukan anarkisme,mk media SEPILIS seakan ber lomba2 menempatkannya sbg berita utama.
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
6. FPI selalu diperlakukan tidak adil, dan sengaja dicitrakan jelek oleh sebagian besar media.
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
7.(FPI) jd bulan2an media.Berangkat dr sinisme thdp FPI,akhirnya pemberitaan yg dilakukan sebagian media jd tdk obyektif.Kecuali media Islam
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
8. Beberapa media menyajikan pemberitaan yang mengarahkan pembacanya pada citra buruk FPI. Para pendukung SEPILIS tentunya
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
9. Sikap sinis ini semakin kentara ketika media menghadirkan berita yang tidak sama antara badan berita dengan judul. Misalnya :
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
10.Kompascom tgl 12 februari pukul 12.40 WIB,yg menurunkan berita tentang statemen Din Syamsudin terkait penolakan kehadiran FPI di KalTeng
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
11.Judul berita Kompascom adalah “Din Syamsudin:Tolak Ormas Anarkis”Isi berita tsb pernyataan Din Syamsudin yg menolak sgl bentuk kekerasan.
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
12. Tidak ada satu kalimat pun dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, di berita itu, yang menyebut “Tolak Ormas Anarkis.”
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
13.Judul di atas menjadi bias se olah2 Din Syamsudin menolak FPI,pdhl dlm pernyataannya,Din hanya mengatakan tolak sgl bentuk aksi kekerasan
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
14.Bisa disimpulkan, Kompascom sudah melakukan penghukuman terhadap FPI (Trial by The Press) dengan memberikan judul seperti itu.
URL KOMPAS.com Din Syamsuddin: Tolak Ormas Anarkis - Kompas.com Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan, setiap kelompok memiliki hak untuk hidup. Masyarakat jangan terjebak perilaku kekerasan.
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
16.Vivanewscom. Media ini menurunkan sejumlah berita terkait kehadiran FPI di Kalteng namun mendapat penolakan dari masyarakat setempat.
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
17.Salah satu berita yg cukup bombastis adalah berita dg judul “Usir FPI karena Warga Dayak Trauma Konflik” tgl 14 februari pukul 00:02 WIB.
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
18.Dengan judul menggunakan tanda kutip,pembaca disuguhi pernyataan langsung dr pengamat.Redaksi sudah memilih yg sesuai dg keinginan mereka
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
19.Uniknya, ada lead yang memperkuat judul dalam berita itu, “Tak ada terkait agama. Mereka tidak menolak Islam, tapi menolak radikalisme.”
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
20. Pemilihan lead semacam ini menjadi biasa dilakukan awak redaksi untuk mengarahkan kemana pembaca akan digiring.
NKRI BÈRDUKA @SurYosodipuro_
21. Selengkapnya bisa dilihat nasional.vivanews.com/news/read/2878…–usir-fpi-karena-warga-dayak-trauma-konflik-
URL nasional.news.viva.co.id Usir FPI karena Warga Dayak Trauma Konflik Tak ada terkait agama. "Mereka tidak menolak Islam, tapi menolak virus radikalisme."
Load Remaining (43)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.