0
zeinpermana @ideasynthesizer
malem ini mau crita tentang sejarah dan filsafat lagi, dan kontribusinya sama psikologi ntar
zeinpermana @ideasynthesizer
sebetulnya selain sparta dan athena, pada saat itu juga ada romawi.
zeinpermana @ideasynthesizer
seperti dulu yang pernah di ceritain, sparta berisi para ksatria, dan athena berisi para pemikir, smentara di romawi byk praktisi
zeinpermana @ideasynthesizer
perhatian dunia itu terfokus ke athena pas ada socrates, plato, dan aristoteles, karena org2 pd jaman itu jd gandrung ama filsafat dn ilmu
zeinpermana @ideasynthesizer
tapi apa yang terjadi setelah aristoteles meninggal? gimana perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan?
zeinpermana @ideasynthesizer
yang jelas pusat perhatian bukan lagi ke athena, dan bukan ke sparta tempat dimana manusia sakti dan berotot tinggal
zeinpermana @ideasynthesizer
tapi bangsa romawi yang terkenal praktis, yang mulai merajai kehidupan pada zaman itu
zeinpermana @ideasynthesizer
teknologi berkendara jadi maju, hiburan dan teknologi perang juga perairan juga maju lewat org2 romawi, tp gimana dgn filsafat?
zeinpermana @ideasynthesizer
Selepas Aristoteles meninggal (322 BC), Athena jd begitu lemah,sehingga Sparta nyerang dan menang dalam perang Peloponnesian (431-404 BC)
zeinpermana @ideasynthesizer
Yunani kehilangan kewibawaannya, walaupun filsafatnya masih menghiasi kehidupan budaya disana, tapi ROMA berkembang begitu dominan
zeinpermana @ideasynthesizer
krna org romawi terkenal praktis dn gamau banyak mikir hal2 yg sifatnya abstrak dan filosofis, muncul kegalauan di yunani
zeinpermana @ideasynthesizer
buat org romawi, kalo ga berguna ya gausah dipikirin. atau kalopun hal2 yg abstrak dipikirin, biarlah jd urusan gereja roma
zeinpermana @ideasynthesizer
buat org yunani terutama athena yg terbiasa berfilsafat, hal ini merisaukan krna sama seperti kita, manusia butuh menjelaskan sesuatu
zeinpermana @ideasynthesizer
contoh, klo kita tidur, tiba2 di atap ada suara geletuk,geletuk.. kita secara otomatis mncari penjelasan "ada apa?"
zeinpermana @ideasynthesizer
karena penjelasan semisal "oh, itu mah tikus lari2" itu membuat batin kita tenang.. dan hal itu yg bikin risau org yunani pd waktu itu
zeinpermana @ideasynthesizer
ga ada filsafat,pd akhirnya org bingung dan risau, atau kata yang tepat sih galau.. bagaimana harus menghadapi dunia yg butuh penjelasan ini
zeinpermana @ideasynthesizer
untuk menjelaskan sesuatu pd akhirnya org kembali ke kebiasaan lama, yaitu lewat dewa-dewa melalui dogma
zeinpermana @ideasynthesizer
jd org2 kmbali ke awal lagi, ada hujan, oh dewa nangis, ada petir, oh dewa marah.. mundur lagi
zeinpermana @ideasynthesizer
dan banyak orang pada saat itu mendadak soleh karena adanya anggapan bahwa ‘dunia sudah tua’
zeinpermana @ideasynthesizer
Yang menyebabkan filsafat pada zaman itu menuntut untuk membebaskan manusia dari pesimisme
zeinpermana @ideasynthesizer
dan muncullah aliran pemikiran yang dinamakan skepticism atau skeptisisme
zeinpermana @ideasynthesizer
katanya sketicism ini ditemukan dan dipopulerkan oleh Pyrrho of Elis (ca. 360–270 B.C.)
zeinpermana @ideasynthesizer
tapi sebetulnya hal itu diketahui dari tulisan Sextus Empiricus yang berjudul Outlines of Pyrrhonism
zeinpermana @ideasynthesizer
sextus empiricus ini konon adalah org romawi yang sangat kagum sama pemikiran plato dan tulisan ditel aristoteles,tp membenci gereja roma
zeinpermana @ideasynthesizer
Inti ajaran skepticism ini adalah untuk menyerang dogma. Dan mengajarkan 2 primary guides for living, 1) appearances dan 2) convention
Load Remaining (29)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.