0
Refly Harun @ReflyHZ
Hak jawab: Berita yg dilansir RMOL, Viva News, Liputan6 Com, membuat sy terganggu. Selain tidak benar, berita itu cenderung tendensius
Refly Harun @ReflyHZ
Dikatakan sy disindir Hakim Patrialis lantaran sy tidak konsisten. Pdhl berita dan dan faktanya tidak demikian.
Refly Harun @ReflyHZ
Hakim Patrialis justru memuji saya karena sangat praktis alias efisien ketika menyampaikan keterangan baik sebagai pemohon maupun termohon.
Refly Harun @ReflyHZ
Tp tiba2 ketiga media itu menyatakan sy disindir lantaran tidak konsisten. Darimana praktis menjadi tidak konsisten.
Refly Harun @ReflyHZ
Lalu ketiga media tendensius menyerang sy dg menyatakan sy tdk konsisten dalam membela klien. Tergantung posisinya di mana.
Refly Harun @ReflyHZ
Pdhl kalo media itu mengikuti persis argumentasi sy, jelas sy mengatakan bhw ambang batas 0,5 sd 2 % tetap bisa ditembus asal alasannya...
Refly Harun @ReflyHZ
substantif. Sesuai dg doktrin MK sblmnya yaitu sbg pengadilan yang lebih mengedepankan keadilan substantif dan sbg penjaga konstitusi.
Refly Harun @ReflyHZ
Sikap itu tidak pernah berubah sampai kapanpun. Ambang batas 0,5 sd 2% tentu saja tetap berlaku karena itu hukum positif. Tp sebagmana....
Refly Harun @ReflyHZ
putusan terdahulu MK dpt sj mengenyampingkannya asal ada alasan2 substantif, misalnya demi tegaknya pilkada yg demokratis, jujur, dan adil.
Refly Harun @ReflyHZ
Dengan klarifikasi ini semoga media yg tendensius itu mau memuatnya sbg hak jawab saya. Menjawab satu demi satu media agaknya percuma...
Refly Harun @ReflyHZ
karena berita yang sama bisa ditemukan di banyak laman atau website. Salam.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.