0
#99 @PartaiSocmed
KEGAGALAN-KEGAGALAN PDIP DALAM MENGUNCI JAMAN pic.twitter.com/ipdlH8VPBd
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Secara tidak sadar banyak orang tua menggunakan paradigma hari ini untuk mempersiapkan masa depan anak
#99 @PartaiSocmed
Akibatnya mereka sering kecele bahkan cenderung mempersiapkan anak secara salah. Tantangan masa depan berbeda dgn tantangan hari ini.
#99 @PartaiSocmed
Jika diamati hal serupa terjadi juga pada partai2 politik. Dalam kultwit ini kami akan mengambil PDIP sebagai contohnya
#99 @PartaiSocmed
Di era reformasi PDIP keluar sebagai pemenang pemilu tahun 1999. Optimisme bahkan euforia menyeruak di kalangan kader partai dan simpatisan
#99 @PartaiSocmed
Namun yg terjadi jauh meleset dari apa yg dibayangkan. PDIP sebagai pemenang pemilu gagal memenangkan Megawati sebagai Presiden di SU MPR
#99 @PartaiSocmed
Justru Gus Dur yg diusung oleh poros tengah yg sbelumnya tdk diperhitungkan yg menang. Mega hrs puas sebagai wapres pic.twitter.com/5XzINIK4BU
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Peristiwa dipecundanginya PDIP oleh Poros Tengah di Sidan Umum MPR 1999 ini rupanya sangat traumatik bagi partai ini
#99 @PartaiSocmed
Akibatnya setelah itu PDIP senantiasa berusaha "mengunci masa depan" demi menjaga agar segala sesuatu sesuai dgn rencana mereka
#99 @PartaiSocmed
Namun karena yg dilakukan adalah "mengunci masa depan" dengan paradigma hari ini maka justru mereka sering jadi kecele bahkan konyol sendiri
#99 @PartaiSocmed
Ambil contoh tentang pilpres langsung yang undang2nya (UU no 23 tahun 2003) disahka di era Megawati menjabat sebagai presiden
#99 @PartaiSocmed
Semangat dari undang2 pilpres langsung itu adalah untuk menghindari 'kecelakaan' seperti yg terjadi di Sidang Umum MPR 1999
#99 @PartaiSocmed
Sebab banyak pihak percaya (setidaknya di kalangan PDIP), jika tahun 1999 sudah ada pilpres langsung maka Mega pasti jadi Presiden
#99 @PartaiSocmed
Dipikirnya masa depan akan sama seperti tahun 1999. Maka PDIP merupakan partai yg mendukung pilpres langsung
#99 @PartaiSocmed
Dan sebagai konsekwensinya maka Presiden tidak lagi dipilih MPR. Fungsi Presiden sebagai mandataris MPR tidak relevan lagi
#99 @PartaiSocmed
Menyiapkan masa depan tdk boleh dgn parameter masa kini apalagi masa lalu. Dan kita jadi saksi sejarah betapa kecelenya PDIP di pemilu 2004
#99 @PartaiSocmed
Sebab Megawati di tahun 2004 ternyata tak sepopuler di tahun 1999. Kalahnya pun terbilang tragis
#99 @PartaiSocmed
Beliau dikalahkan oleh mantan anak buahnya sendiri SBY. Sungguh menyakitkan. Hiks.. 😢 pic.twitter.com/MPsFgftSPh
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Peristiwa tsb membuktikan betapa gagalnya PDIP mengunci masa depan. Undang-undang yg harusnya menguntungkan mereka malah menguntungkan SBY
#99 @PartaiSocmed
Peristiwa gatot yg berbeda di tahun 2014. Merasa sudah aman sebagai pemenang pemilu mereka dipecundangi di detik2 akhir oleh KMP
#99 @PartaiSocmed
Jika di tahun 2003 mereka secara aktif menyiapkan masa depan, di 3014 mereka justru abai sama sekali
#99 @PartaiSocmed
Akibatnya PDIP sebagai partai pemenang pemilu 2014 gagal menjadi pimpinan DPR. Semacam de javu tahun 1999
#99 @PartaiSocmed
Sekarang PDIP mengangkat wacana menghidupkan kembali GBHN. Kita tak tahu apa rencana lain dibalik ini semua
#99 @PartaiSocmed
Namun situasinya saat ini PDIP adalah partai penguasa dan presidennya juga dari partai mereka
#99 @PartaiSocmed
Maka GBHN yg akan dibuat tentunya tak jauh dari kepentingan mereka. Dan ini dianggap akan mengunci program2 presiden berikutnya
Load Remaining (7)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.