" Komisi Yudisial tidak Melihat adanya pelanggaran yg dilakukan Parlas Nababan" @dikaamahesta

Chirpified
0
Aditya Dika @dikaamahesta

"KY nilai belum ada pelanggaran etik dilakukan Hakim Parlas" @walhinasional @melaniesubono M4ngU5il @AzCalvin pic.twitter.com/lzXvBo1cX0

07/01/2016 16:30:13 WIB
Expand pic
Aditya Dika @dikaamahesta

Komisi Yudisial (KY) menyatakan belum menemukan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh majelis Pengadilan Negeri Palembang

07/01/2016 16:31:06 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

..yang diketuai Parlas Nababan yang telah memutuskan untuk menolak gugatan perdata Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

07/01/2016 16:32:02 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

.. ke PT Bumi Mekar Hijau sebesar Rp 7,8 triliun.

07/01/2016 16:33:05 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

Ketua KY sementara Mardaman Harahap bahkan menyatakan pihaknya sampai saat ini belum turun tangan mengusut Parlas Nababan

07/01/2016 16:34:04 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

..terkait ada atau tidaknya dugaan pelanggaran kode etik hakim yang dilakukannya.

07/01/2016 16:35:06 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

"Belum ada laporan, belum ada indikator (dugaan pelanggaran etik)" kata Mardaman di gedung KY, Rabu (6/1).

07/01/2016 16:36:02 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

Tak hanya itu, Mardaman juga belum menurunkan tim investigasi.

07/01/2016 16:37:06 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

Sebab, KY belum memerintahkan kepada biro di daerah Sumatera Selatan untuk menelusuri dugaan pelanggaran kode etik.

07/01/2016 16:38:03 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

"Belum. Karena belum ada perintah dari sini," katanya.

07/01/2016 16:39:05 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

Selain itu, Mardaman juga seakan terlihat santai dengan banyaknya kecaman dari masyarakat yang merasa janggal dengan putusan hakim tersebut.

07/01/2016 16:40:07 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

"Kan janggal menurut kita, menurut dia (hakim) belum tentu," ujarnya.

07/01/2016 16:41:04 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

Ditemui terpisah, Komisioner KY, Joko Sasmito menambahkan, sampai saat ini pihak biro KY di Sumatera Selatan sifatnya masih memantau.

07/01/2016 16:43:02 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

Sejauh ini, KY belum menerima laporan dari biro adanya indikasi pelanggaran etik hakim.

07/01/2016 16:44:06 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

"Tetap kita memonitor. Selama ini belum ada laporan yang signifikan. Kalau ada indikasi (pelanggaran etik) itu pasti (kita usut)," ucapnya.

07/01/2016 16:45:07 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggugat PT Bumi Mekar Hijau (PT BMH) secara perdata atas terbakarnya lahan

07/01/2016 16:46:02 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

Kemudian,setelah berjalan selama 11 bulan (terlebih dahulu melewati mediasi), majelis Pengadilan Negeri Palembang yg diketuai Parlas Nababan

07/01/2016 16:48:02 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

...memutuskan untuk menolak gugatan perdata KLHK ke PT Bumi Mekar Hijau sebesar Rp 7,8 triliun.

07/01/2016 16:49:04 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

Putusan dibacakan pada 30 Desember 2015, karena menimbang tidak ada unsur yang merugikan negara berdasarkan fakta, keterangan aksi dan ahli,

07/01/2016 16:50:03 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

...dan sidang di lokasi kebakaran bahwa lokasi yg terbakar masih dapat ditumbuhi pohon akasia (atau fungsi sebagai HTI masih tetap terjaga).

07/01/2016 16:52:02 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

Selain itu gugatan ini dinilai terlalu prematur karena tidak dapat membuktikan kapan dan di mana lokasi kebakaran, eksepsi gugatan kabur,

07/01/2016 16:53:06 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

..dalil tidak jelas, dan fakta bahwa lokasi itu merupakan areal pohon akasia berusia 3-4 tahun yang siap panen.

07/01/2016 16:54:03 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

Sehingga hakim menilai tidak ada hubungan sebab akibat (kausal) antara kesalahan dan kerugian.

07/01/2016 16:55:07 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

Kasus ini sejak awal mendapatkan perhatian dari masyarakat, dan para penggiat lingkungan seiring dengan bencana kabut asap pada 2015.

07/01/2016 16:56:05 WIB
Aditya Dika @dikaamahesta

Beberapa hari lalu diketahui bahwa website resmi Pengadilan Negeri Palembang dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab

07/01/2016 16:57:05 WIB
Load Remaining (3)

Comment

No comments yet. Write yours!