1
Ferry Koto @ferrykoto
Kenapa Pak JK yg naik tensi ya? JK vs RR, mau pegang siapa ya ? yg satu urang awak, ciek lai sumando... :) pic.twitter.com/zHllYsDVhH
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Ferry Koto @ferrykoto
Saya tadi janji share beberapa soal kebijakan Energi, Migas, minerba. Plus masalah kutip mengutip premi energi pemerintahan @jokowi
Ferry Koto @ferrykoto
Ada baiknya dipahami dulu soal jenis kerjasama dlm pengelolaan Migas, Minerba, yg nampaknya sering keliru dipahami.
Ferry Koto @ferrykoto
Dalam pengelolaan Minerba, Migas, Indonesia memiliki pola kerjasama yg menyesuaikan dgn kemampuan negara, baik finansial maupun teknologi
Ferry Koto @ferrykoto
Di Migas, dikenal jenis kerjasama PSC -Product Sharing Contract. Di Minerba ada Kontrak Karya, dan yg terbaru sesuai UU Minerba ada IUP&IUPK
Ferry Koto @ferrykoto
PSC adalah jenis kerjasama dimana negara tetap sebagai pemilik SDA, termasuk produksinya, dan berbagi hasil dgn kontraktor Migas
Ferry Koto @ferrykoto
Kerjasama PSC ditujukan untuk menghilangkan resiko negara atas kegagalan kegiatan explorasi dlm pencarian Migas yg ekonomis u/ diexploitasi
Ferry Koto @ferrykoto
Dalam PSC, kontraktor Migas yg diberi wilayah kerja dpt melakukan explorasi, pencarian migas, dgn biaya ditanggung didepan oleh kontraktor
Ferry Koto @ferrykoto
Seluruh biaya explorasi tersebut akan diganti oleh negara jika nanti kontraktor Migas menemukan cadangan Migas ekonomis dr hasil produksi
Ferry Koto @ferrykoto
Bila Kontraktor Migas gagal menemukan cadangan ekonomis yg layak produksi dlm explorasi mereka,maka seluruh biaya jadi tanggungan kontraktor
Ferry Koto @ferrykoto
Disitulah keuntungan skema PSC dlm Migas, Negara tidak menanggung resiko kegagalan explorasi yg berbiaya besar.
Ferry Koto @ferrykoto
Jika cadangan Migas ditemukan dan ekonomis, layak di exploitasi, produksi, maka hasil produksinya berbagi antara pemerintah dg kontraktor
Ferry Koto @ferrykoto
Pembagian umumnya pemerintah : Kontraktor 85%:15% u/minyak dan 70:30 u/ gas. Seluruh baiya mulai explorasi sd produksi ditanggung pemerintah
Ferry Koto @ferrykoto
Pemerintah menanggung semua biaya melalui skema cost Recovery. Dgn berbagai tahapan cost recovery.
Ferry Koto @ferrykoto
Oleh karena itu dlm skema PSC, saat waktu kontrak berakhir, seluruh aset menjadi milik Pemerintah bukan milik kontraktor.
Ferry Koto @ferrykoto
a. Perhatikan bahwa yg paling beresiko dlm migas adalah kegiatan explorasi. Disini betul2 berjudi, jika berhasil dapat ganti dr negara..
Ferry Koto @ferrykoto
b. Jika gagal, maka kontraktor harus menanggung sendiri biaya explorasi yg sudah dikeluarkan... Dan banyak kontraktor sdh alami ini
Ferry Koto @ferrykoto
C.melalui skema PSC inilah, negara tdk perlu keluarkan uang dari APBN untuk membiaya explorasi yg beresiko tinggi gagal..
Ferry Koto @ferrykoto
Nach disinilah sy katakan naifnya tulisan #FNI yg membela membabi buta kebijakan kutip premi BBM dari penjualan setiap liter BBM
Ferry Koto @ferrykoto
Lugu dan polos sekali, hanya demi membela apapun kebijakan pemerintahan @jokowi ,walau tdk paham benar/salah kebijakan tsb
Ferry Koto @ferrykoto
Mengutip premi energi diantara alasannya kata menteri ESDM pak SS adalah untuk pendanaan kegiatan explorasi. Disinilah konyol nya ...
Ferry Koto @ferrykoto
Konyol alasan SS, yg entah paham atau tidak, bahwa pendanaan kegiatan explorasi merupakan tanggung jawab dr kontraktor Migas, dlm skema PSC
Ferry Koto @ferrykoto
Sdh sangat jelas diskema PSC,kegiatan explorasi MIGAS yg beresiko& berbiaya besar, ditanggung oleh kontraktor, kenapa harus KUTIP dr Rakyat?
Ferry Koto @ferrykoto
Sdh bagus selama ini,jk Explorasi gagal temukan cadangan yg ekonomis,maka kerugian bkn ditanggung negara,apa sekarang mau ditanggung rakyat?
Load Remaining (54)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.