0
#99 @PartaiSocmed
GENCATAN SENJATA DI HARI NATAL 1914 pic.twitter.com/to75W3lp4J
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Ini adalah kisah nyata tentang kasih yang mampu mengalahkan kebencian luar biasa yg diciptakan oleh para penguasa untuk rakyat mereka
#99 @PartaiSocmed
Perang Dunia I adalah perang pertama dalam sejarah manusia dimana senjata pemusnah masal dimanfaatkan secara besar2an
#99 @PartaiSocmed
Perang Dunia I juga diwarnai dengan hilangnya penghormatan terhadap etika perang. Segala cara boleh dilakukan untuk menghancurkan lawan
#99 @PartaiSocmed
Kebencian sengaja dipupuk oleh penguasa atas nama menjaga moral prajurit. Dalam perang membunuh adalah sebuah prestasi
#99 @PartaiSocmed
Namun namanya manusia tentulah punya hati nurani, dan hati nurani para prajurit di garis depan inilah yg menang di malam Natal 1914 itu
#99 @PartaiSocmed
Diawali oleh seruan Paus Benedict XV yang meminta adanya 'Truce of God' untuk menghargai hari raya Natal di tengah berkecamuknya PD I
#99 @PartaiSocmed
Namun seruan Paus Benedict XV itu ditolak mentah2 oleh para pemimpin negara2 sekutu dengan alasan dapat merusak semangat tempur prajurit
#99 @PartaiSocmed
Namun begitu pada malam Natal tetap saja terjadi gencatan senjata informal, masing2 pihak tanpa diminta tidak melepaskan tembakan
#99 @PartaiSocmed
Baik prajurit Jerman maupun prajurit sekutu berdiam diri di parit pertahanan mereka masing2 pic.twitter.com/vkfzO9DTP9
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Di salah satu front, ketika malam mulai larut sayup2 terdengar suara nyanyian lagu2 Natal dari kubu pasukan Jerman
#99 @PartaiSocmed
Nyanyian lagu2 Natal dari pasukan Jerman itu juga diiringi oleh alat musik seadanya yg dibawa para prajurit
#99 @PartaiSocmed
Mendengar lagu2 tersebut mk para prajurit sekutu yg letak paritnya tak terlalu jauh pasukan Jerman mulai ikut menyanyikan lagu yg sama
#99 @PartaiSocmed
Maka kedua kubu yg sebelumnya saling tembak itu kini mendadak kompak menyanyikan lagu yg sama dengan bahasa masing2
#99 @PartaiSocmed
Dari situ mulai timbul komunikasi batin diantara para prajurit yg sebelumnya saling bunuh itu
#99 @PartaiSocmed
Dan lahirlah momen bersejarah itu. Di pagi2 sekali saat matahari baru terbit beberapa prajurit Jerman keluar dari paritnya dan mendekat
#99 @PartaiSocmed
Mereka menghampiri kubu pertahanan pasukan sekutu sambil berteriak-teriak "Merry Christmas..! Frohe Weihnachten..!"
#99 @PartaiSocmed
Pada awalnya pasukan Sekutu merasa curiga dan takut jika itu hanyalah siasat. Namun melihat para prajurit Jerman tidak bawa senjata maka..
#99 @PartaiSocmed
Maka mereka pun segera memanjat dinding dan keluar dari parit menyambut pasukan Jerman dgn memberi jabat tangan mengucapkan selamat Natal
#99 @PartaiSocmed
Tak cukup sampai disitu, prajurit dr kedua kubu yg sebelumnya saling bunuh ini kemudian terlibat saling tukar menukar cerutu hadiah lainnya
#99 @PartaiSocmed
Maka untuk pertama kalinya terjadi komunikasi sebagai manusia diantara kedua pasukan yg saling berhadapan tersebut pic.twitter.com/3Dk4ttTbXh
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
"Kemesraan ini janganlah cepat berlalu.." Pertemuan damai itupun dilanjut dgn permainan sepak bola antara kedua kubu pic.twitter.com/SFVRD6OzOj
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Permainan sepakbola diantara kedua kubu yg saling berperang itu kemudian dibuatkan monumennya pic.twitter.com/hfHYUSzcKI
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Gencatan senjata informal itu kemudian bertahan sampai beberapa hari pic.twitter.com/lXSsVYdUMf
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Dan hari-hari damai itu terpaksa diakhiri karena gencatan senjata informal tersebut telah mengakibatkan kemarahan para jenderal
Load Remaining (12)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.