0
Peziarah @eae18
Terapkan satu sikap; KITA BERSAMA ALLAH, bukan ALLAH BERSAMA KITA. Kita yg membutuhkan, bukan Allah yang membutuhkan kita #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Mari kita belajar kembali membaca diri, mengaji, mengaca jiwa kita. Tak perlu membaca orang lain, mengaca orang lain #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Sering kita, tak hanya abai berkurban untuk Allah. Untuk anak istri/suami saja, sering diabaikan. Kurban itu prasasti hidup #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Disinilah perlunya mengaji; mengaca jiwa kita secara baik dan benar. Bkn sekadar basa-i; bakar rasa, bakar diri. #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Sdhkah kita berkurban di jalan Allah meski hny satu tetes air hujan. Meski hny satu biji semangka. Dimanakah kesejatian itu? #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Sebagai simbol, tentu kita dituntut membaca dg mata kalbu bkn hanya mata lahir. Mata kalbu lebih awas, cermat dan detail #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Allah menyuruh kita menyembelih ego, kerakusan dan ketamakan, sebgai ciri-ciri binatang. Domba hanyalah simbol kebinatangan #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Mari di hari Idul Adha ini, kita sembelih sifat-sifat binatang. Di situlah Maha Hebatnya Allah, Ismail diganti seekor domba #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Pengurbanan itu tak mengenal batas ruang n waktu. Ia bagian proses menjadi manusia. Mungkin saat ini, kita msh jd binatang #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Berdasi, bermobil mewah itu tak dilarang. Yg dilarang, apkh dasi n mobil mewah didapat dr cara2 binatang? Halalkan sgl cara #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Sifat-sifat kebinatangan itulah yang harus disembelih. Cara kita bertutur, berperilaku, mungkin tak jauh dr cara2 binatang #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Siapa tahu sifat-sifat domba, babi, anjing, ular masih tumbuh dlm diri. Wujud kita manusia, tp blm tentu ruhani kita #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Begitu banyak hikmah yg bisa dipetik dari Idul Adha. Mampukah kita menyembelih sikap kebinatangan yg bersemayam dlm diri? #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Mengamini kultur lokal, merayakan keberislaman, adalah wujud sikap toleran dalam keberagamaan. Substansinnya yg disasar. #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Begitulah para wali mengawinkan antara kultur lokal dengan ajaran ketauhidan. Mengamini kultur lokal, merayakan keberislaman #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Sayang sekali di antara kita, sering memahami simbol hny dlm bentuk luar. Tak masuk ke dalam inti simbol. #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Laku sing papat, disamping merujuk pd tahapan menuju Nur Ilahi, jg simbol empat sahabat Nabi Muhammad, khulafaur rasyidin #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Laku sing papat itu satu laku, yang semestinya dilalui orang yang mencari dan terus mencari Nur Ilahi. Pencari adlh penyaksi #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Kupat itu dibuat dari janur: sejatinya nur. Jadi laku sing papat itu untuk mencari sejatinya nur. Dan itulah Nur Ilahi #ambilhikmahnya
Peziarah @eae18
Seperti biasa, Iedul Adha sll dihiasi dengan tradisi kupat. Kupat itu laku sing papat: syariat, tarekat, hakikat n makrifat #ambilhikmahnya

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.