Waspada ULAMA SU' (Jahat)

Chirpified

Ulama’ dalam pandangan Islam memiliki kedudukan yang sangat mulia. Sebab mereka lah orang yang memahami kitab Allah dan sunnah Rasulullah saw.

Namun harus dibedakan antara ulama yang mengajak pada al-haq (kebenaran) dengan ulama yang mengajak al-bathil (kejahatan).

Ulama Al-haq itu berpegang teguh pada amanah Rosul, hanya takut pd Allah , dan tidak takut pada makhluk , karena Allah meninggikan derajat nya.

Ulama Al-haq menjadikan Syariat Islam sebagai satu-satunya solusi final bagi keselamatan ummat manusia sedunia (Qs.42 :13).

Disebut Ulama selama ia tidak menjilat penguasa / ambisi kekuasaan, dan tidak cinta berat terhadap dunia / materialis,

jika ia menjilat penguasa / ambisi kekuasaan, dan cinta berat terhadap dunia / materialis maka sungguh ia telah menghianati para rosul, maka jauhilah ia.

Dan ini yang sering dikatakan dengan ulama su’ (menyembunyikan al-haq , dan menyesatkan umat menuju kebathilan).

Ulama su’ pada umumnya adalah ulama yang bukannya mendekati Allah ta'ala namun mendekati para penguasa.

**Di antara fitnah yang paling mematikan keberagamaan umat ini adalah, munculnya para ulama su’. Ulama su’ adalah ulama’ jahat.

Dikatakan jahat, karena mereka bukannya menunjukkan jalan yang benar kepada umat, namun justru rakus kepada kehidupan dunia (lbh cinta dunia).

Dan akhirnya mereka menjual agamanya untuk kemaslahatan dunia. Kadang mereka lebih fasih dan pintar berdalih agar diterima penjelasannya.

Bahkan metodenyapun juga berfariasi sehingga ummat banyak yang tertarik terhadap mereka, metode dipakai disesuaikan dgn zaman.**

Ulama su’ menipu dengan kesantunan untuk meyakini pengikut seolah berada dijalan benar bila umat mengikuti arahan yg mereka tuju.

Dalam menyampaian fatwa ulama su’ sering menyesuaikan kehendak dengan hawa nafsu nya , dan sering berdalih demi kemaslahatan.

Ketertarikan itulah yang kemudian menjadikan sebagian umat ini seolah terhipnotis mengidolakan para ulama su’ tersebut.

Salah satu yang menjadi ironi adalah kebodohan dan penyakit Al Wahn yang menjangkiti umat saat ini sehingga menjadikan mereka mudah taqlid kepada para ulama su'.

apalagi sampai membenarkan semua fatwa yang terlontar dari mulut ulama tersebut tanpa bepikir ,padahal hakekatnya mereka digiring pada kesesatan.

Lebih parah lagi, ia mampu menyuguhkan keburukan dalam bentuk kebaikan, membungkus kebatilan dengan cover seolah kebenaran.

Ada kalanya, menjilat para penguasa dan orang-orang dzalim lainnya untuk mendapatkan kedudukan, atau sekedar sedikit kekuasaan.

Ulama su’ sering lebih condong berpihak pada sistem dan hukum rezim berkuasa meski menyimpang dari tuntunan Al-Qur’an dan As-sunnah.

pangkat, pengaruh, penghargaan atau apa saja dari perhiasan dunia , menjadikan mereka buta-tuli terhadap keilmuan yg dimiliki.

Peran ulama su’ selalu mencari pembenaran dalam setiap sistem dan kebijakan rezim , tanpa melihat dasar syariat keagamaan.

Melihat Realita & Fakta saat ini, dimana sebagian Umat lebih Mempercayai Tokoh2nya dibanding Alquran & Alhadist.

Umat sering terkecoh dengan tokoh dalam komunitas atau golongan sendiri seolah apa yang disampaikan adalah kebenaran.

Umat sering dimanfaatkan tokoh / orang yg mengaku alim demi kepentingan politik , ambisi kekuasaan dengan berdalih kemaslahatan.

Sebenarnya tidaklah sulit untuk membedakan antara ulama’ yang jujur dengan ulama su’ para pengekor penguasa yg lebih mengikuti nafsu dunia.

Ulama’ yang baik, entah mereka berada di tempat yang terpencil, dan tempat-tempat yang lain, mereka senantiasa komitmen terhadap diin Islam.

Tapi sebaliknya, Para ulama su’ selalu menjual kehidupan akhirat untuk mendapatkan sedikit dari kehidupan dunia.

Mereka lebih nyaman berada di pintu-pintu penguasa tiran, artinya lebih berpihak penguasa Sebagaimana perkataan hudzaifah ra :

Jika kalian melihat seorang ‘alim berada di pintu penguasa, maka tertuduhlah diinnya. Maka tidaklah mereka [para ulama’]
mengambil sebagian dari dunia mereka [penguasa], kecuali pera penguasa tersebut akan mengambil dari din mereka [ ulama] secara sebanding.

Ulama’ yang ikhlas sudah terbukti pengorbananya dan menghabiskan waktunya untuk berdakwah di jalan Allah swt , bahkan sampai dipenjarkan rezim tiran .

Sebaliknya seorang ulama su’ dipenuhi dengan kenikmatan, kemewahan dunia dan suka membela kemunkaran , suka berfatwa atas pesanan sponsor.

Ulama yang ikhlas mereka selalu berpegang teguh pada keyakinan dan misi dakwah yang di emban , tidak takut pd makhluk, kecuali pd Allah SWT.

Seperti halnya Nabi Ibrahim merasakan dinginnnya api, Nabi Yusuf dipenjara Firaun, Nabi Zakaria dibunuh,Nabi Muhammad diancam dibunuh, dicela, dll

## Contoh Ulama’ Ikhlas

Imam Ahmad ,dalam kehidupannya dipenuhi dengan ujian, Beliau pernah dipenjara hanya untuk mempertahankan sebuah kata, “Al-Qur’an bukan makhluq”.

Padahal beliau bisa mengambil ruhshah untuk mengikuti penguasa, tetapi beliau memilih terima ujian hukuman drpada mengikuti penguasa.

Marilah kita merenungkan perkataan Ibnu Taimiyah ketika beliau sedang diuji. Agar menjadi jelas bagi kita jalan para ulama’ yang sholih
“Apa yang diperbuat musuh kepadaku, jika aku dipenjara, itu sebagai kholwah bagiku, jika aku diusir, itu sebagai plesir bagiku. Dan jika aku dibunuh, itu sebagai sahid”.

Marilah lihat juga Sayyid Qutub ketika beliau dipaksa untuk mencabut perkataannya dan permusuhannya dengan rezim ketika itu !. beliau berkata :

“Sesungguhnya jari tulunjuk yang bersaksi pada Allah dengan mentauhidkan-Nya dalam shalat, tidak akan mau untuk menulis satu hurufpun mengakui hukum rezim”.

Inilah jalan para ulama’ yang jujur. Pemegang amanah Rosul dan para nabi, penegak diin yang menyelamatkan dari pintu neraka.

Tidak ada jalan lain, kecuali jalan orang2 yang jauh dari tuntunan Nabinya. Sikap kita pd ulama’ su’, sebagaimana disebutkan hadits nabi saw;

“Apakah setelah kebaikan akan timbul lagi keburukan?”. Beliau menjawab: “Ya, yaitu para
penyeru yang mengajak ke pintu jahannam

Siapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan kedalamnya”. Aku kembali bertanya; “Wahai Rasulullah, berikan sifat-sifat
(ciri-ciri) mereka kepada kami?” Beliau menjelaskan: “Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian”

Aku katakan; “Apa yang baginda perintahkan kepadaku bila aku menemui (zaman) keburukan itu?”. Beliau menjawab: “Kamu tetap berpegang (bergabung) kepada jama’atul miuslimin dan pemimpin mereka”.
Aku kembali berkata; “Jika saat itu tidak ada jama’atul muslimin dan juga tidak ada pemimpin (Islam)?”. Beliau menjawab:

“Kamu tinggalkan seluruh firqah (kelompok/ golongan) sekalipun kamu harus memakan akar
pohon hingga maut menjemputmu
dan kamu tetap berada didalam keadaan itu (berpegang kepada kebenaran) “.(HR al-Bukhari)

Hadis tadi memberikan petunjuk agar kita terhindar dari Ulama2 jahat, Petunjuk Rasulullah SAW itu diantaranya ;

senantiasa mengikuti pada jamaah yang berpegang teguh pd Alquran dan Alhadist yang artinya sesuai dg tuntunan Alquran dan As-Sunnah.

dan menjauhi Firqah2 atau kelompok2/golongan2 yang dipimpin oleh ulama jahat , jangan terbelenggu dgn firqoh yg didalamnya ada ulama su’ tsb.

Story NEGRI KRISIS ULAMA 774 pv 1

Comment

No comments yet. Write yours!