Antara akun Pembela dan Pencela

Chirpified

Antara akun Pembela dan Pencela saling saut2an dalam pengaruhi opini publik di media maya, ada yg pura2 netral, tapi nyata berpihak.

Ada yg jelas2 memainkan sebagai akun penyerang atau pembela , masing2 bisa dilihat dari TL dan kultwit yg mereka publish.

Sangat lucu dan membingungkan saat ini banyak akun yang katanya netral , tapi alur logika yang dipakai saklek dari satu sudut pandang.

Logika dan opini yang dipakai justru hanya menyalahkan yg membongkar kebusukan politisi,
sambil memainkan peran sebagai pembela.

Biar saja saling buka2an dan bongkar2an kebusukan para politisi ini terungkap ke publik sebagai pembelajaran bagi para elite politik.

Juga pembelajaran bagi publik agar tahu tingkah laku para politisi yang selama ini mengaku sebagai wakil rakyat , tapi pada realita tidak sesuai dgn yg harapan.

Saat ada ajang saling bongkar antara kebusukan , harusnya kita mendukung agar semakin jelas siapa sesungguhnya mereka.

Mereka politisi busuk yang sedang terjebak dalam permainan pantas juga merasakan akibat dari permainan politik diantara mereka.

Siapapun yang jadi target bila memang benar pada dasarnya sasaran tersebut mempunyai track record sebagai politikus busuk , maka biarlah terbongkar.
Mungkin kali ini dia yang jadi sasaran , besok sang lawan juga bisa mengalami hal sama jadi sasaran.

Biarlah mereka para politis busuk itu saling bongkar , pengamat dan penonton jangan sok jadi pahlawan membela satu kubu.

Apalagi jadi akun caper yang sok jadi pahlawan berlaga netralitas , pdhal sesungguhnya terkesan membela.

Bahwa sesungguhnya kebusukan diantara mereka juga bisa terbongkar bila diantara mereka ada yang membongkar. Tanpa itu orang awam sulit men deteksi.

Karena sesungguhnya masyarakat awam juga tidak akan pernah tahu apa yang dilakukan mereka ,bila tidak ada permainan saling jegal diantara politisi tersebut.

Adu kuat diantara kubu pendukung yang membela dan mengungkap justru semakin menunjukan keaslian jati diri mereka sesungguhnya.

Bahwa sesungguhnya yang selama ini gembar-gembor sebagai mewakili suara rakyat adalah hanya bualan elite partai masa kampanye.

Yang dipertontonkan saat ini adalah antara yang sedang mati2an mempertahankan kekuasaan dengan yg ingin merebut.kekuasaan itu.

Hasil demokrasi nyatanya hanya memunculkan kubu-kubuan antara yang lagi menikmati kekuaasaan dengan yang ingin memperebutkan kekuasaan.

Yang lagi menikmati kekuasaan tidak ingin kekuasaan nya di goyang , apalagi sampai dirampas.

Begitu juga yang diluar kekuasaan , sebisa mungkin ingin mengambil dan merebut kekuasaan.

Pertarungan para elite dalam kegaduhan ini tidak lebih karena keserakahan, ambisi kekuasaan , dan membela kepentingan kelompok masing2.

Intinya yang mereka ributkan dan perjuangkan adalah bukan kepentingan rakyat. kegaduhan terjadi antara yang merasa terusik dengan yang mengusik

Comment

No comments yet. Write yours!