Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

Misteri "Pemikul Duit" Kolega GATOT

Chirpified

Saat Slogan bersih cuma sampai di Kerongkongan..!
Misteri Kolega Gatot Penyandang Dana Suap

Tersangka Suap Interplasi DPRD Sumut : Gatot(PKS), Ajib Shah(Golkar), Saleh Bangun (Demokrat), Sigit Pramono Asri (PKS) , Chaidir Ritonga (Golkar) , Kamaludin Harahap (PAN) (foto dibawah)

Setelah Gatot dan lima angota DPRD Sumut jadi tersangka , KPK masih terus mendalami keterlibatan pejabat dan anggota lain.

URL Sumut Pos Lagi, KPK Periksa 13 Orang Anggota DPRD Sumut MEDAN, SUMUTPOS.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus dugaan suap yang dilakukan Gubernur Sum

Sebanyak 13 orang mantan anggota DPRD Sumut maupun anggota DPRD yang masih aktif ditambah seorang staf Fraksi PKS DPRD Sumut, Anwar Zailani, diperiksa oleh penyidik KPK selama 12 jam di lantai 2, Markas Komando (Mako) Brimob Poldasu, Jalan Wahid Hasyim, Medan, pada Jumat (13/11).

pemeriksaan para anggota DPRD tersebut dilakukan di kediaman Ketua DPRD Sumut Ajib Shah (Golkar) yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan. Kemudian ruang para ketua fraksi di kantor DPRD Sumut.

Sementara pada Kamis (12/11), penggeledahan dilanjutkan di kediaman dua tersangka lain, Kamaluddin Harahap (PAN) dan Sigit Pramono Asri (PKS). Kedua nya juga sudah jadi tersangka dan sudah ditahan.

URL Waspada Online KPK Bidik Otak Suap Interpelasi DPRD Sumut MEDAN, WOL - Pemeriksaan yang dilakukan Komisi Pamberantasan Korupsi (KPK) terhadap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara di Markas Komando Brimob Polda Sumut di Jalan Wahid Hasyim ...

Pemeriksaan anggota DPRD Sumut dilakukan untuk menguatkan keterangan saksi dan bukti yang telah dikantongi.

“Untuk menguatkan keterangan dari bukti yang sudah ada. Siapa otak (koordinator) suap sebenarnya di DPRD Sumut,” ucap seorang sumber
Menurut sumber tersebut, mata rantai suap ke anggota DPRD Sumut datang dari Kantor Gubernur Sumut.

Kemudian diserahkan ke anggota DPRD Sumut, melalui ‘tukang pikul’ diduga bernama Zulkarnaen alias Zul Jenggot, mantan anggota DPRD Sumut.

“Uang itu dari kadis-kadis yang dikumpuli oleh oknum pejabat yang dikenal ‘trio macan’ di Kantor Gubsu. Selanjutnya diserahkan ke tukang pikul yang sudah diatur oleh koordinator untuk diberikan ke anggota-anggota dewan,” sebut sumber lagi.

Sumber juga mengatakan, tidak lepas kemungkinan tersangka lebih dari satu orang dari anggota DPRD Sumut.

KPK memahami kasus korupsi tak mungkin berdiri sendiri. Salah satu pihak yang disinyalir tengah ditelisik perannya adalah mantan anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) asal PKS, Zulkarnain alias Zul Jenggot.

Zulkarnaen menjabat sebagai Ketua Wilayah Dakwah II yang meliputi Asahan, Tanjung Balai, Lab. Batu, Labura, Labusel di bawah komando DPW PKS Sumatera Utara. Ia juga merupakan anggota DPRD Sumatera Utara yang menjabat sekretaris dan Ketua Komisi C dalam kurun waktu 2009-2014.

Zul Jenggot disebut sebagai kolega dekat sang Gubernur Gatot. Zulkarnain diduga turut terlibat perkara ini.

Ia disebut sebagai salah satu donatur uang suap yang diberikan Gatot yang dikelola Evy kepada Otto.

Zulkarnaen diketahui merupakan pengusaha yang bergerak di bidang jasa konstruksi bangunan sekaligus /supplier/ yang kerap bekerjasama dengan Pemprov Sumatera Utara.

Zulkarnain merupakan caleg PKS yang gagal melaju sebagai anggota DPR pada Pemilu 2014 lalu.

URL detiknews Misteri 'Tukang Pikul' Duit Bansos Sumut Duit korupsi Bansos Sumut dikumpulkan oleh rekan se-partai Gatot Pujo Nugroho. Suap recehan-pun diduga masuk ke PKS.

Ciuman di pipi mengakhiri pertemuan Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho dengan salah seorang bekas anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Saat itu, memasuki pertengahan Agustus 2015. KPK tengah sibuk memeriksa satu-persatu rekan dekat Gatot terkait kasus dugaan suap pembahasan APBD Sumut 2012-2015 dan penggagalan hak interpelasi DPRD.

Mereka tak sengaja bertemu. Peluk, cium, dan tangis khilaf pun memenuhi pintu depan ruang interogasi KPK. Bekas anggota DPRD Sumut itu berusaha menguatkan Gatot. "Yang tabah, Mas," ucapnya.

Sumber detikcom menyebutkan, pria itu memang punya hubungan cukup dekat dengan Gatot. Ia rekan separtai Gatot di Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Di kalangan anggota dewan saat itu, ia biasa disapa "Jenggot", karena memiliki janggut cukup tebal.

Anggota Fraksi PKS di DPRD Sumut, Ikrimah Hamidy, enggan memberitahukan mengenai sosok Jenggot tersebut. "Saya tidak mau bicara kalau terkait kasus Gatot," katanya.

Sementara, pengacara Gatot, Yanuar P Wasesa, tidak pernah membalas konfirmasi yang dilayangkan detikcom mengenai Jenggot itu.

KPK sendiri masih menutup rapat idetitas Jenggot. Maklum, perannya dalam dugaan korupsi yang membelit Gatot itu sangat signifikan. Namun, statusnya sejauh ini masih saksi.

Selain di KPK, penyidik kembali memeriksanya di Mako Brimob Sumut pekan lalu. Namun, Jenggot luput dari pantauan wartawan. "Kami masih berfokus pada pendalaman pimpinan DPR yang berstatus sebagai tersangka," kata Plt Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji kepada detikcom.

Jenggot disebut-sebut sebagai orang yang diberi kepercayaan Gatot untuk menghalau interpelasi. Sepanjang 2009-2014, DPRD tiga kali mengancam interpelasi berdasarkan hasil pemeriksaan BPK atas laporan keuangan Provinsi Sumut tahun 2013.

"Yang masuk paripurna 1 kali. Yang dua tidak cukup syarat," kata bekas anggota DPRD Sumut 2009-2014, Fadly Nurzal.

Gatot mencari cara agar upaya untuk menjungkalkan dirinya itu gagal. Jenggot kemudian berkoordinasi dengan Wakil Ketua DPRD Sumut, Sigit Pramono Asri. Sigit mengajak tiga legislator Sumut lainnya untuk bertemu dengan Gatot.

Mereka adalah Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi Partai Golkar Chaidir Ritonga, Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi PAN Kamaluddin Harahap, dan Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Golkar Ajib Shah. Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun diduga mengetahui pertemuan tersebut.

Di dalam pertemuan itu, Ajib diduga menekan Gatot untuk memberikan uang pengaman dari interpelasi. Tiga anggota lain yang menemaninya setuju dengan permintaan itu. Mereka sepakat menerima uang pengaman sebesar Rp 44 miliar. Dana itu diambil dari pos bansos APBD 2015.

Alhasil, Rancangan Perubahan APBD 2014 Provinsi Sumut mengalami defisit Rp 51,426 miliar. Angka ini didapat dari nota keuangan rencangan Perubahan APBD 2014 pada Senin 25 Agustus 2014.

Jenggot ditugasi mengawal pemberian uang itu. Ia memastikan pembagian uang itu sehingga semua anggota DPRD Sumut bungkam soal interpelasi. "Jenggot ini 'tukang pikul'. Dia yang mengumpulkan duit dari dinas kemudian membawakannya ke dewan. Itu perannya," jelas sumber itu.

Tapi, selain kepada anggota DPRD, duit dari Jenggot itu sebagian kecil diduga masuk ke fraksi PKS. Tepatnya sekitar sekitar Rp 300 juta. "Receh," katanya.

Pengacara Gatot, Yanuar P Wasesa, beberapa waktu lalu masih membantah Gatot menebar duit untuk mengamankan jabatan dari ancaman DPRD. Sementara adanya aliran uang ke partai itu langsung dibantah oleh Ikrimah. Ia tak terima partainya disebut menerima duit haram itu.

Penasaran dengan Tukang Pikul Duit kolega Gatot ini , Googling aja Nama dan partai nya ; Itulah dia :D

Comment

No comments yet. Write yours!