Efek "Ustad" TEROBSESI FENOMENA AHOK

Chirpified

Label Ustad begitu mudah disematkan pada seseorang , bukan dilihat dari kedalaman keilmuan nya atau pemahaman ilmu2 syar’i , fiqih , dan penguasaan tafsir Qur’an atau hadits , yang sejatinya menjadi sumber pokok landasan dalam berdalil.

Terkadang opini media dan juga masyarakat yang menjadikan seorang itu mudah disebut sebagai ustad , tanpa memperhatikan pokok2 dasar keilmuan yang dimiliki seperti keterangan diatas.

Mudah nya gelar /label ustad pada seorang itu karena memang gelar ustad itu sendiri tidak seperti gelar akademis keilmuan tentang agama yang harus melalui jalur pendidikan secara formil, semisal untuk mendapat gelar Lc, Mpdi, Ahli Tafsir , Doktor Syariah, Ahli Hadist, Ahli Tareqh (sejarah), dll.

Penceramah kondang “Ustad” Maulana membuat pernyataan yang cenderung melecehkan ayat Al-Qur’an. Dai yang lincah dan masyhur dengan ucapan “jamaah..oh jamaah'” itu mengatakan seperti ini:

"Ah agamanya beda? Kalau kita membahas kepemimpinan tidak usah bicara Agama. Kepemimpinan itu tidak berbicara masalah Agama. Jadi kau tidak mau naik pesawat kalau pilotnya agama lain? Jadi berbicara seperti ini jangan ada black campaign.”


kata ustad Maulana yang dikenal dengan jargon kalimat; “jamaah, oh jamaah,”
Lontaran itu terjadi di acara Islam Itu Indah di Trans TV, Senin (9/11/2015)

Sontak pernyataan ustad Maulana ini menimbulkan kritik dari para Kyai dan para Alim Ulama lain.


Anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Ahmad Cholil Ridwan, Lc membantah pernyataan Ustadz M Nur Maulana yang mengatakan, soal kepemimpinan tidak perlu melihat latar belakang agama.

''Menurut Kyai Cholil pernyataan itu bertentangan Al-Qur’an, dimana dalam syariat Islam diatur bahwa wajib memilih pemimpin Muslim.
“Itu menyesatkan pernyataan seperti itu, karena itu bertentangan dengan Al-Qur’an,''” kata Kyai Cholil saat dihubungi Panjimas.com, Selasa (10/11/2015).

Kyai Cholil pun mengutarakan dalil dari Surat Ali Imran ayat 28 yang menjadi salah satu dasar pijakan kaum Muslim tentang larangan memilih pemimpin non muslim (kafir.)

“Buat apa ada ayat yang menyatakan لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ‘Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi auliya (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin’ jadi selama orang mukmin masih ada tidak boleh kita mengambil pemimpin orang kafir, apalagi di Indonesia mayoritas Muslim,” jelasnya.

Sementara itu, soal analogi pilot pesawat non muslim yang disampaikan Ustadz Maulana, menurut Kyai Cholil analogi tersebut sangat berbeda.

Pada pernyataan lain Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor bidang aliran menyimpang, Ustaz Wilyudin Dhani mengatakan :
Mengatakan bahwa dalam hal kepemimpinan itu tidak ada kaitannya dengan agama, Ustad Maulana dinilai tidak mengerti dalil-dalil yang ditetapkan Allah dalam Alquran tentang kepemimpinan.
Ia menyebutkan dua ayat Alquran tentang kepemimpinan, diantaranya:

(QS. Al Maidah 51) dan (QS. Al Ma'idah 57)

Kemudian, analogi Ustaz Maulana tentang kepemimpinan dalam Islam digambarkan seperti pilot itu tidak sesuai. "Jelas tidak nyambung dan semakin menggambarkan kejahilan dirinya terhadap masalah agama," ucap Ustaz Dhani.

Karena itu, ia menghimbau kepada Ustaz Maulana agar segera Tobat dan membuat pernyataan di TV yang sama untuk meminta maaf kepada umat Islam atas pernyataan ngawurnya.

Sampai saat tulisan ini dibuat belum ada pernyataan resmi dari Ustaz Maulana untuk mengoreksi kesalahannya.

URL www.voa-islam.com MUI Soroti Ustadz Selebriti Berilmu Dangkal - VOA-ISLAM.COM Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis menilai, saat ini gelar ?ustadz? begitu mudah disematkan kepada seseorang.
URL www.suara-islam.com Ngawur saat Ceramah, Ustaz Maulana Diminta Tobat dan Minta Maaf pada Umat Islam Bogor (SI Online) - Mengatakan bahwa dalam hal kepemimpinan itu tidak ada kaitannya dengan agama, Ustaz Maulana dinilai tidak mengerti dalil-dalil yang ditetapkan Allah dalam Alquran tentang kepemimpinan.

Maulana mungkin Terobsesi Fenomena Ahok

Rangkuman :
Belum adanya pernyataan maaf secara resmi dari yang bersangkutan , justru menimbulkan tanda tanya tentang sosok sang “ustad” tersebut

Gak tau apa yang ada dipikiran nya sekarang.., apa berbesar hati mau menyatakan maaf dan mengoreksi kesalahan nya, atau berdiam diri membiarkan kesalahan yang sudah terlanjur di telan oleh jutaan pemirsa TV yg menonton acara tersebut.

Nah yang menarik dari pernyataan kontroversi Maulana diacara itu, menyebut kalimat “…..jangan ada black campaign”.

Maksud nya black campaign apa tuh ! , memang lagi kampanye ?

Kalau disimpulkan secara utuh dari pernyataan Maulana yg mengatakan “Ah Agamanya beda? kalau kita membahas kepemimpinan tidak usah bicara Agama. Kepemimpinan itu tidak berbicara masalah agama”

Artinya jangan masalahkan agama kalau bicara kepemimpinan, dan jangan karena beda agama nanti ada black campaign.

Apa "ustad” Maulana lagi terobsesi kampanye buat mendukung calon tertentu yang lagi mengalami black campaign, dan diserang dengan isu beda agama , kira2 siapa yang lagi didukung Maulana..??? kok bawa2 black campaign !

Dari pernyataan dan pemahaman dia diatas sepertinya “ustad” Maulana ini terobsesi bisa dijadikan Timses Ahok buat 2017 nanti.

Karena lincah sekali membuat pernyataan tanpa dalil , terkesan asal jeplak tanpa mempertimbangkan dampak dan akibat nya.

Jika dimanfaatkan fansboy dan #TemanAhok .., “ustad” model Maulana gini bisa jadi masuk nominasi Timses Ahok , Cocoook dah ! , :D

bahkan bisa dapet gelar tambahan "ustad" toleran . Jargon nya orang2 JIL dan JIN

Jadi kalau nanti ada ustad beneran yang membuat statemen melarang memilih pemimpin yang tidak se aqidah (seagama) , para #Ahoker bisa ber dalih

"kata ustad maulana milih pemimpin tidak usah bicara agama , yang melarang itu pasti lagi black campaign !.

Miris juga melihat seorang yang mengaku “ustad” dan terlanjur terkenal karena sering tampil di TV dan disaksikan jutaan pemirsa , tiba2 membuat pernyataan kontroversi yang tidak mempunyai dasar (dalil) , lalu diikuti oleh orang awam lain nya.

Tentunya sangat berbahaya dan bisa mempengaruhi opini orang awam yang mendengar dan menyaksikan acara nya.

Wajar, bagi kalangan non muslim mungkin tidak bisa membedakan mana ustad beneran , dan mana ustad cangkokan yang ilmu nya dangkal, tapi berani bawa materi syar'i yang sifatnya pokok, sedangkan yang bersangkutan tidak menguasai ilmu materi yang disampaikan.

Kalau cuma bisa materi yang lucu-lucu jangan bahas materi yang nggak dikuasai dan kasih-kasih fatwa seenaknya. Dampaknya justru menyesatkan orang awam agama yang menonton nya.

Sementara dia membawakan materi soal kepemimpinan itu tidak bisa menunjukan dalil yang dijadikan acuan, terkesan persepi cara pandang sendiri dari sang ”ustad” , ini kan benar2 ngaco !
aneh aja kalau ada ustad tapi gak paham bagaimana cara memilih pemimpin

Padahal masalah kepemimpinan ini banyak dijelaskan oleh Allah dalam firmanNya di Alquran ,
diantaranya:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS. Al Maidah 51).

Pernyataan nyeleneh soal Islam sering dimunculkan dari kalangan JIL yang dikomandoi @ulil Cs. (dan antek2nya) . memutar balikan tafsir dan ayat yang disesuaikan selera sendiri demi kepentingan …. itu sudah jadi misi kaum liberalis (JIL).

Jadi tidak heran juga kalau para liberalis juga adalah bagian dari pendukung Ahok , begitu juga pengikut syiah. Karena antara JIL dan syiah mempunyai kesamaan kepentingan…!!

Apakah Maulan mau ikut2an juga menjadi bagian dari kaum libaris yang menafsirkan ayat semaunya saja , tanpa memperdulikan dalil yang jelas ada termaktub dalam ayat2 Al-Quran.

Karena itu sangat diperlukan klarifikasi dari orang yang dikenal sebagai “ustad” Maulana untuk meluruskan kekeliruan nya dan minta maaf secara terbuka.

Tanpa ceramah kontroversial Maulana , sebenarnya sudah ada dari kalangan JIL , Syiah , dan orang2 yang di KTP nya masih tertera Agama Islam tapi rela jadi pendukung Ahok.

Janganlah ditambah lagi karena ada pernyataan Maulana yang dikenal publik sebagai "ustad" nanti orang awam jadi ikut2an tersesat karena mengikuti pendapat dan pemahaman nya.

Islam Cinta @Haidar_Bagir

Ini 1 lagi dari keluarga habaib menyatakan dukungan kepada Ahok. Mari dukung pejabat yg baik, apa pun suky & agamanya pic.twitter.com/RPHDBVCIUQ

05/10/2014 18:31:23 WIB
Expand pic

Comment

IQ Test @SoalAsahOtak 12/12/2015 22:10:29 WIB
Terimakasih sharingnya, pengetahuan bertambah dari sebelumnya. Sungguh sebuah kebaikan bagi kakak penulis. http://duniajilbab.co.id/inspirasi-hijrah/kisah-taubat-seorang-pe-zina-istiqomah-berhijrah/
0