Kamis (22/10/2015), Sumenep digegerkan oleh peristiwa pembunuhan sadis satu keluarga.

Pembunuhan itu dilakukan oleh seseorang, yang tak lain adalah menantu korban bernama Abdurrahman dan Suhairiyah (mertua), serta bekas suami dari korban bernama Sarah Dina Rahman.

Sumber = http://infopublik.id/read/133729/sikap-marah-lahir-dari-kelalaian-untuk-berdzikir.html
=================== berita dari majalah Tempo =
Lelaki Pengangguran di Sumenep Habisi Istri dan 2 Mertuanya
KAMIS, 22 OKTOBER 2015 | 14:10 WIB

TEMPO/Imam Yunni
TEMPO.CO, Sumenep- Beni, 30 tahun, pelaku pembantaian terhadap satu keluarga warga Jalan KH Zaenal Arifin, Kota Sumenep Kamis, 22 Oktober 2015.

tiga orang tewas dalam pembunuhan tersebut. Korban adalah Abdul Rahman, dan istrinya Suhariah, serta anak perempuannya Sarah Dina Rahman.

http://nasional.tempo.co/read/news/2015/10/22/058711975/lelaki-pengangguran-di-sumenep-habisi-istri-dan-2-mertuanya


Tanggal Lahir Sarah Dina Rahman adalah 19 Juni 1984.
Ternyata Sarah Dina Rahman memiliki Ending Code 8 ....... dan untuk tahun 2015 ini ada peringatan dari Hitungan Challengenya (5) yang mengatakan "You are in danger ... "

Seandainya Sarah Dina Rahman ganti nama, kemungkinan besar nasibnya tidaklah seburuk itu.
http://news.mnctv.com/index.php?option=com_content&task=view&id=56584&Itemid=14
Berita Lintas
Lintas Petang: “Pelaku Pembunuhan Sadis Istri dan Mertua Ditangkap”
Pelaku pembunuhan sadis tiga orang dalam satu keluarga di Sumenep, Madura, Jawa Timur, akhirnya ditangkap Polres Sumenep.
B-S, pelaku pembunuhan dalam satu keluarga di Kelurahan Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, satuan reserse mobile Polres Sumenep akhirnya berhasil meringkus tersangka pelaku pembunuhan sadis. B-S ditangkap polisi bersama warga saat bersembunyi di atap rumah tetangga korban. Kepada polisi, B-S mengaku ingin membawa kabur istrinya, Sarah Dina, namun karena istrinya menolak lalu berteriak, pelaku kemudian membacok sang istri. B-S juga membantai Abdurrahman dan Suhairiyah, bapak dan ibu Sarah Dina, atau mertua B-S yang datang hendak melerai.

Kasat Reskrim Polres Sumenep Iptu I Gede Pranata mengatakan, dari keterangan tersangka, kasus pembantaian tersebut di latar belakangi motif cekcok keluarga. Polisi juga berhasil mengamankan sebilah pisau yang digunakan tersangka untuk menghabisi para korban. Atas perbuatan sadis tersebut tersangka dikenakan pasal berlapis, yaitu pasal 44 ayat 3 tentang kekerasan dalam rumah tangga, pasal 51 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, serta pasal 80 ayat 2 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman total di atas 30 tahun penjara. Polisi masih terus mendalami kasus ini, termasuk akan memeriksa kondisi kejiwaan tersangka, bahkan polisi masih menduga bs menghabisi tiga korban tidak seorang diri.

Sebelumnya pembunuhan sadis menimpa keluarga Abdurahman, kamis tadi. Ia tewas bersama istrinya dan anaknya akibat luka senjata tajam. Pelaku pembunuhan tak lain menantunya sendiri, suami Dina, bernisial B-A. Saat kejadian, sempat terjadi cek cok mulut sebelum akhirnya pelaku membabi buta menghabisi nyawa istri dan kedua mertuanya. Persoalan rumah tangga, disinyalir menjadi penyebab aksi sadis ini. Sementara satu kerabat korban, Hengky Tornado, masih kritis di rumah sakit. Ia menderita luka serius akibat senjata tajam disekujur tubuhnya.

http://namahokibagus.blogspot.co.id/2015/11/gantilah-nama-anda-bila-ending-code.html

Perbaikilah nama Anda . calvin_genna@yahoo.com

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.