MUNAFIK TULEN ITU NYATA DI DEPAN MATA

Chirpified

Kedustaan, Ciri Khas Munafik

Orang-orang munafik yang tinggal bersama masyarakat muslimin ibarat duri dalam daging. Di satu sisi, orang-orang munafik secara lahiriah menampakkan seolah-olah bagian muslimin. Akan tetapi, di sisi lain mereka memendam kebencian kepada Islam dan muslimin. Kapan pun ada peluang untuk menjelek-jelekkan Islam, akan mereka lakukan. Allah ‘azza wa jalla menyebutkan tentang mereka, di antaranya,

--Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata, “Kami mengakui, sesungguhnya kamu benarbenar Rasul Allah.” Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar pendusta. (al-Munafiqun: 1)

Orang-orang Syiah membolehkan berdusta terhadap orang yang bukan kelompoknya, terlebih lagi terhadap Ahlus Sunnah.

Orang-orang Syiah punya trik untuk menyembunyikan keyakinan dan agamanya di sisi orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka, bahkan sampai pada tingkatan berpura-pura mengikuti agama atau kelompok selain mereka. Mereka mengatakan bahwa ini adalah bentuk

Taqiyyah ( تَقِيَّةٌ )

yang sebenarnya merupakan bentuk kemunafikan.

Akan tetapi, apabila mereka merasa memiliki kekuatan, mereka berterus terang tentang agamanya (Syiahnya) dan menampakkan permusuhan serta kebencian kepada selain kelompok mereka, lebih-lebih terhadap Ahlus Sunnah. Mereka akan membuka agama yang selama ini mereka sembunyikan.

URL Republika Online Soal Syiah, Habib Zein: Minyak tidak Bisa Disatukan dengan Air | Republika Online REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semakin gencarnya kemunculan ajaran Syiah di Indonesia, semakin meningkatkan kewaspadaan umat Islam. Perbedaan keyakinan menjadi penegas jika Syiah berbeda dengan Islam.Ketua Dewan Syuro Aliansi Nasional Anti...
URL Nahimunkar.com Beredar Foto “Ini Yang Bikin Gue Betah Jadi Imam Syiah” Kasus imigrn syiah di Bogor yang dimuat di media-media Islam online akhir-akhir ini tiba-tiba memunculkan beredarnya foto “ini yang bikin gue betah jadi imam syiah” di akun facebook seorang ustadz. Berikut ini tulisan beliau di bawah kisah berjudul PASIEN
URL KOMPASIANA Fadh Ahmad - Jaringan Islam Liberal, Riwayatmu Kini - KOMPASIANA.com Kaum liberal atau yang popular dengan sebutan JIL adalah lembaga yang terang-terangan mengusung liberalisme sebagai ideologinya. Awalnya lembaga ini didirikan…
URL gaulislam CATATAN KRITIS UNTUK ISLAM LIBERAL* Meskipun kelahiran JIL (Jaringan Islam Liberal) Maret 2001 nampaknya membawa hal baru bagi sebagian orang, namun sesungguhnya ia bukanlah sama sekali baru. Agenda-agenda JIL sesungguhnya adalah kep…

Jaringan Islam Liberal (JIL) selalu memposisikan diri tampil beda dengan umumnya ajaran islam. Semakin menyimpang dari ajaran islam, semakin dibela oleh JIL dengan berbagai interpretasinya.

Bagi anda yang sering online dengan berita pemikiran, akan merasa capek dengan berbagai pemikiran aneh si Ulil bersama komplotannya. Untuk mengenang ambisi anak muda yang satu ini dalam mendakwahkan pemikiran JIL, berikut kami kutipkan beberapa celotehnya,

“Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar.” (Ulil Abshar-Abdalla, inilah pendapat paling nekat dari Ulil Abshar Abdalla (Kordinator Jaringan Islam Liberal)

Bungkus selanjutnya adalah dengan memberi label pada orang2 yang menentang pemikiran kelompok mereka (JIL) dengan mencap sebagai #Intoleran

Liciknya para pengusung dan pendukung JIL ini bersuara keras mengatakan #Intoleran pada saat yg dibela dari kalangan nonmuslim atau aliran sesat lain.
Tapi pada saat yang jadi korban diskriminasi dan Intoleran itu dari kalangan islam, justru JIL tidak bersuara pura2 tuli persis kambing conge.

Dikalangan Basis NU yang masih menganut Garis Lurus, kalangan JIL ini mendapat tantangan keras,dan dianggap membahayakan bagi generasi muda NU kedepan.
Jadi bisa dibayangkan kalau para pengikut paham JIL yg katanya ngaku dari NU juga , tapi nyata nya justru mendapat tantangan dari internal NU sendiri yang mulai resah dengan manuver2 para pengikut JIL yag mulai meracuni pemikiran generasi muda NU di Pesantren kalangan NU.

URL NU Garis Lurus NU Garis Lurus Meluruskan Memurnikan

Standar Ganda Kelompok Liberal

Jika isu toleransi dan sebaliknya intoleransi ini dilihat dari cara pandang yang sama, mungkin tidak terlalu masalah. Namun, fakta menunjukkan, isu ini sangat pro pada cara pandang orang kafir juga Barat yang memiliki landasan ideologi tertentu. Walhasil, ketika konsep toleransi dan intoleransi diterapkan, ada dominasi kepentingan Barat di Dunia Islam.

Isu toleransi /intoleran ini sering dipakai oleh kalangan liberal untuk mengaplikasikan kepentingan barat dalam menyudutkan islam dengan memakai tangan2 para lulusan pengikut liberal yang notabene didikan barat.

''Kasus lain yang menunjukkan adanya standar ganda kaum liberal adalah dalam hal pembangunan rumah/tempat ibadah. Mereka memainkan opini sedemikian rupa sehingga muncul kesimpulan bahwa kaum muslim itu tidak toleran terhadap agama lain.
Tapi jika yang menjadi korban intoleran tersebut adalah dari kaum muslim, para Liberalis itu diam dan pura2 buta.
''
Sebaliknya, jika mau jujur, justru nasib mengenaskan diderita oleh kaum muslim minoritas di tengah mayoritas non-muslim. Mereka tak bisa membangun rumah ibadah baru meskipun sudah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh negara. Kasus Tolikara Papua dan Kupang Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara bisa menjadi contoh fakta tersebut.

URL www.jpnn.com Saat Minoritas, Umat Islam Juga Sulit Bangun Masjid - JPNN.com JAKARTA - Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI), Goodwill Zubir, mengungkapkan bahwa kesulitan mendirikan rumah ibadah tak hanya dialami umat Nasrani. Kaum muslim yang mayoritas di negeri inipun juga mengalami nasib serupa. \r\

Dalam soal kekerasan dan terorisme, misalnya. Kalangan liberal begitu antusiasnya menghakimi kaum muslim , Sedikit saja ada aksi kekerasan, opini yang dikembangkan begitu besar. Tidak hanya ditujukan kepada pelaku kekerasan, tetapi langsung diarahkan untuk ‘menembak’ kaum muslim yang lebih besar.

Namun, mereka membisu jika yang melakukan aksi kekerasan atau terror tersebut adalah orang-orang non-muslim.

http://panjimas.com/news/2015/10/30/leo-pelaku-bom-alam-sutera-beragama-katolik-kapolri-bukan-terorisme/

URL NBC Indonesia NBC Indonesia: Leo, Pelaku Bom Alam Sutera Beragama Katolik, Kapolri: Bukan Terorisme! Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan pengeboman Mal Alam Sutera tidak ada kaitannya dengan terorisme. ”Motifnya pemerasan, kriminal murni,” katanya dalam kunjungan ke Banda Aceh, Kamis, 29 Oktober 2015 seperti dikutip Tempo.

Standar ganda kelompok liberal ini pun terlihat dalam masalah kebebasan beragama. Pernahkah Anda melihat pembelaan mereka terhadap kaum muslim yang dizalimi oleh orang-orang non-muslim? Bahkan untuk mengucapkan bela sungkawa pun tidak. Namun, lihatlah semangat luar biasa mereka dalam membela orang-orang non-muslim, meski sebenarnya tidak ada persoalan sebesar yang diderita kaum muslim dan dalam beberapa kasus sebenarnya justru orang-orang non-muslim itu yang bermasalah.

Kaum liberal ini boleh dibilang melakukan misi selalu memojokan Islam sesuai dengan konsep tuan nya yang mereka dapat dari hasil pendidikan Barat.

Wajar jika kemudian bisa disimpulkan suara-suara kaum liberal tentang isu toleransi itu ada kepentingan. Mereka tidak netral. Mereka memiliki tujuan untuk menyudutkan Islam.

Memang, cara yang mereka lakukan dibungkus dengan jargon pemanis (toleran/intoleran) yang menipu, fakta di lapangan justru Kaum liberal sangat tidak toleran terhadap aktivitas kaum muslim, baik itu secara langsung maupun tidak langsung.
Mereka tidak ingin kaum muslim hidup dengan Islam, karena itu berarti mengubur peradaban Barat dengan konsep liberalisasi yang sedang mereka bangun.

Mereka adalah Munafik

Memahami track record JIL beserta semua catatan perjalanan JIL , analogi paling tepat untuk menilai para kaum JIL adalah orang Munafik. Karakter mereka sama persis dengan karakter Abdullah bin Ubay bin Salul beserta komplotannya.

Abdullah bin Ubay bin Salul beserta pengikutnya dimasa jaman Nabi mereka tinggal di Madinah, mengaku beriman, bahkan mengikuti kegiatan kaum muslimin, namun di sisi lain, mereka menjadi musuh dalam selimut. Mereka melakukan berbagai macam makar, untuk bisa menghabisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Bermuka dua, untuk mendapatkan jaminan keamanan dari kaum muslimin dan dari para musuh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.''

Namun di saat yang sama, mereka berusaha melemahkan semangat para sahabat untuk mendukung dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berusaha untuk ‘gembosi’ di saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki rencana yang membutuhkan dukungan muhajirin dan anshar.

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kaum muslimin mendukung dakwah islam dengan harta mereka. Orang munafik maju di posisi terdepan, mengajak semua orang untuk tidak memberikan hartanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat muhajirin.

هُمُ الَّذِينَ يَقُولُونَ لَا تُنفِقُوا عَلَى مَنْ عِندَ رَسُولِ اللَّهِ حَتَّى يَنفَضُّوا وَلِلَّهِ خَزَائِنُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَفْقَهُونَ

Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): “Janganlah kalian memberikan harta kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada disisi Rasulullah agar mereka bubar (meninggalkan Rasulullah).” Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami. (QS. Al-Munafiqun: 7).

Prinsip mereka satu, apapun bentuk kebenaran yang diajarkan Nabi, mari kita tolak. Dan apapun kesesatan yang dilawan oleh Nabi, mari kita bela. Namun jangan terang-terangan memusuhi Nabi dan kaum muslimin.

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُم مِّن بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. Sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka saling menyuruh membuat yang munkar dan saling melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya . (QS. At-Taubah: 67).

Prinsip ini 100% sama dengan prinsip JIL yang berkembang di negara kita. Apapun yang sesuai ajaran islam, mari kita buat samar-samar. Dan apapun yang menyimpang dari ajaran islam, mari kita bela dan kita dukung. Tapi KTP harus tetap islam. Merekalah orang munafik…..ya ! merekalah orang munafik.

JIL Membela Syiah

Disaat acara JIL membuka forum Tadarus Ramadan JIL.
Isinya adalah bedah buku Al-Kafi, salah satu rujukan utama sekte syiah. Forum ini diadakan di Teater Utan Kayu, Jakarta. Narasumbernya, tokoh-tokoh syiah Indonesia, diantaranya Kang Jalal, Muhsin Labib, Muhammad al-Baqir, dan beberapa tokoh JIL.

Di situs andalan JIL, salah satu anggota JIL menulis artikel bertajuk syiah. Di bagian komentar, seorang pembaca yang beragama syiah, merasa berterima kasih atas jasa besar JIL yang telah mendukung atau setidaknya mengayomi syiah.
syiah berterima kasih kepada tokoh JIL

Load Remaining (7)

Comment

No comments yet. Write yours!