Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
"Membangun karakter Budaya Politik yang Cerdas" pic.twitter.com/1h0fHcaMH7
Expand pic
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
Tak ada yang mampu menahan laju perputaran waktu, dan tahun 2015 pun akan segera berlalu.
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
Kita, bangsa dan negara Indonesia, akan menutup tahun 2015 ini dengan agenda besar:
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
pemilihan kepala daerah secara serentak tahap I pada 9 Desember nanti.
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
Berbagai catatan kasus korupsi dan perselingkuhan politik antara pengusaha, penguasa, dan kehakiman terkuak.
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
Salah satu contoh, tertangkap basahnya Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar sedang menerima suap pada 2013.
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
Lalu, pada 2015, kita semua menyaksikan konflik (KPK) vs Polri jilid II yg berakhir dgn penonaktifan Ketua Abraham & Wakil Ketua KPK Bambang
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
dan kita menatap pemilihan (demokratisasi) kepala daerah secara serentak pada 2015; tahun di mana daur ulang demokrasi berlangsung
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
Seluruh rakyat Indonesia kembali mendapatkan momentum untuk memilih pemimpinnya di daerah.
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
Akankah daur ulang demokrasi 2015 mengurangi catatan buruk demokrasi Indonesia?
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
Demokrasi yang melahirkan lebih dari 60 persen kepala daerah tersandung kasus korupsi.
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
Demokrasi yang tidak jarang melahirkan pemimpin tanpa gagasan.
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
Slogan politik yang cukup populer dari Soekarno adalah jangan sekali-sekali melupakan sejarah (Jasmerah).
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
Maka, marilah kita melirik sejarah dedikasi politik para bapak pendiri bangsa kita sekilas untuk membaca atau "meramalkan" politik ke depan.
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
Nelson Mandela dari Afrika Selatan yang meninggal pada 2013 mengajarkan kita akan politik.
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
Mandela dipenjara selama 27 tahun karena memperjuangkan kemerdekaan dan hak-hak warga kulit hitam
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
baru kemudian dinobatkan sebagai Presiden Afrika Selatan.
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
Itu pun Mandela hanya bersedia menjadi presiden selama satu periode (1994-1999).
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
Mandela mengajarkan kepada kita bahwa untuk dinobatkan sebagai pemimpin politik haruslah
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
diawali dengan melakukan pengabdian terlebih dahulu.
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
Artinya, kekuasaan yang diamanahkan padanya adalah perpanjangan tangan dari pengabdian dan perjuangannya selama ini.
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
Maka, mereka tidak perlu menghabiskan banyak dana dan memberikan janji-janji politik kepada masyarakat
Andri M Firmansyah @andrimfirmansyh
untuk dipilih sebagai pemimpin karena mereka sudah melakukannya dan rakyat melihat itu.
Load Remaining (28)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.