PBB: RAPBN 2016 HALUSINASI PEMERINTAHAN JOKOWI-JK BY: @PBB2019

2. DPP PARTAI BULAN BINTANG : RAPBN 2016: Tidak Realistis/hayalan/halusinasi dan Tidak Memberikan Harapan Pada Perbaikan Ekonomi Negara.
publicpolicy rapbn 2016 PBB yusril JK Jokowi
3
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
1. RILIS PRES LENGKAP DPP PARTAI BULAN BINTANG yang dibacakan langsung oleh Ketua Umum. Prof. Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
2. DPP PARTAI BULAN BINTANG : RAPBN 2016: Tidak Realistis/hayalan/halusinasi dan Tidak Memberikan Harapan Pada Perbaikan Ekonomi Negara.
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
3. Setelah mencermati lebih dalam Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dn Belanja Negara (RAPBN) 2016 yang disampaikan Pemerintah
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
4. Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang meskipun tidak bermaksud untuk mengatakan “keliru”
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
5. namun Asumsi Dasar Ekonomi Makro yang digunakan pemerintah dalam menyusun RAPBN 2016 sungguh-sungguh tidak realistis.
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
6. Terutama jika dihadapkan pada perkembangan nyata ekonomi makro sebenarnya.
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
7. Semisal dalam menetapkan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5% dan laju inflasi sebesar 4,7% (tahun ketahun /yoy)
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
8. maupun angka nilai tukar rupiah yang dipatok Rp.13.400/US $.
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
9.Blm lagi asumsi dasar harga minyak mentah Indonesia dipasar dunia yg dipatok sebesar US $.60/barel, dgn lifting minyak 830 ribubarel/hari.
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
10. Bukan saja para ahli ekonomi makro, public secara umumpun mengtahui persis bahwa angka2 tersbut tidaklah menggambrkan keadaan sebenrnya.
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
11. Ambil contoh angka nilai tukar rupiah, meski sempat kembali menguat, namun hari ini nilai tukar masih bertengger di angka Rp.13.500/US $
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
12. Sementara per September 2015 harga minyak mentah Indonesia masih berada di kisaran US$43,13/barel,
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
13. sangat berlebihan jika dalam dua bulan ke depan harga minyak mentah Indonesia dapat langsung meroket di angka US$ 60 per barel.
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
14. Lalu laju inflasi per Septbr 2015 yg masih diangka 6,83%, hrus menjd prhatian serius pmrnth untk mengkalkulasikan kmbl asumsi2 dasarnya.
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
15. Hingga postur RAPBN 2016 akn terlihat lebih rasional dan realistis. Selain itu, dlm Nota Keuangan RAPBN 2016 nyaris tdk menggambarkn...
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
16. ... respon pemerintah atas menurunnya daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi.
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
17. Padahal di sisi lainnya dalam RAPBN 2016, pemerintah justru ingin meningkatkan sector perpajakan dalam negeri ....
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
18. sebagai target penting sumber penerimaan keuangan Negara hingga mencapai angka 1.524,013trilyun rupiah.
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
19. Mustahil penerimaan pajak naik sesuai target angka tersebut, jika daya beli masyarakat kita terus menurun.
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
Sudah masuk azan ashar.. ayooo sholat di masjid. Nanti min lanjutkan..
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
Kita lanjutkan pembahasan RAPBN hayalan 2016.. hehe..
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
20. Demikian halnya dengan respon pemerintah dalam menaikkan kembali harga jual komoditas pertanian dan hasil perkebunan rakyat
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
21. untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, semisal komoditas sawit dan karet rakyat, sama sekali tidak terlihat.
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
22. Dari target pendapatan negara yang akan dipatok sebesar 1.848 trilyun rupiah pada RAPBN 2016,
Partai Bulan Bintang @OfficialDPP_PBB
23. pendapatan sektor perpajakan dalam negeri ditargetkan mampu menyumbang sebesar 1.524 trilyun ...
Load Remaining (54)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.