PINTU JEBAKAN Syiah Menjerat Umat

Chirpified

Peringatan Asyuro di Indonesia memang tidak sedahsyat seperti yang dilakukan pengikut Syiah di Karbala, Afganisgtan, dan kota2 yang banyak penganut syiah lain. Karena mereka menyadari belum bisa diterima di mayoritas masyarakat kita, jadi tidak berani berlaku secara extrim di depan publik.

Mau Tahu apa saja yang dilakukan Syiah pada Peringaan Asyuro di belahan kota lain, Model gini.

URL liputan6.com Sejumlah Pria Mencambuk Dirinya Dengan Rantai Peringati Hari Asyura di Kabul Sejumlah pria mencambuk dirinya sendiri dengan rantai selama peringatan Asyura di Kabul, Afghanistan, Rabu (21/10/2015). Acara ini dirayakan oleh warga Islam Syiah di Afghanistan. (REUTERS/Mohammad Ismail)

Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [1]

Oct 6, 2015 / By admin / Posted in: Buku ‘Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat’

Masih sangat banyak masyarakat awam yang belum mengenal ajaran Syiah secara benar dan tepat. Kebanyakan dari mereka hanya tahu bahwa Syiah berbeda dari Islam. Tapi apa bedanya, dan apakah syiah itu sesungguhnya, banyak masyarakat yang belum paham.

Bahkan tidak terkira pula banyaknya umat yang menyangka jika Syiah itu hanya semacam ‘mahzab’ dalam Islam. Tidak lebih dari itu.
Semua itu terjadi karena beragamnya sumber informasi dan massifnya media media sekuler liberal yang gencar menyuarakan ‘kebenaran’ Syiah.

Syiah adalah sebuah agama yang mengajarkan pada penganutnya bahwa Tuhan mereka adalah Allah yang telah memberi perintah kepada Nabi Muhammad untuk menunjuk Ali bin Abu Thalib dan keturunannya [ yang berjumlah 12 ] menjadi Imam umat Islam, menggantikanNabi Muhammad. tweet

Secara garis besarnya demikian. Saya pribadi, saya akan langsung menyebut Syiah adalah agama. Dan jelas, agama disini bukanlah agama Islam.

Karena memang sudah sejak awal, sejak seseorang berniat memeluk Syiah, maka dia berkeyakinan bahwa :

Tuhannya bukanlah Tuhan yang sama yang diimankan oleh umat Islam. Tuhan mereka adalah Tuhan yang memberi perintah kepada Nabi Muhammad bahwa pengganti beliau adalah Ali bin Abu Thalib dan keturunannya
Syahadatnya ditambah tambahi dengan bersaksi terhadap Ali, Fathimah, Hasan Husein dan mencaci Abu Bakar, Umar, Ustman dan Aisyah, kitabnya bukan Al Quran yang sekarang ini ada ditangan umat Islam sekarang ini.
Mereka membenci para sahabat Nabi. Apa, bagaimana dan mengapa kita wajib memuliakan para sahabat, silahkan baca di link ini : Para Sahabat Nabi.
Mereka percaya, ada ayat ayat yang disembunyikan dalam Al Quran, yang dihilangkan ketika proyek pengumpulan Al Quran dilakukan pada jaman Sayyidina Ustman. Ayat ayat yang dihilangkan itu adalah ayat tentang pengangkatan Ali bin Abu Thalib sebagai pengganti Nabi Muhammad yang sah. ‘Tidak seorangpun mampu untuk mengaku bahwa padanya terdapat kumpulan Al Quran yang lengkap lahir dan batin selain orang orang yang mendapatkan wasiat [ yakni para Imam ]’. Ushul al Kafi Juz I hal 136.
Mereka melaknat sahabat sahabat Nabi yang mulia karena dianggap berkhianat, makar, dan mendzolimi Ali
Tidak mempercayai seluruh hadis yang dinukil oleh imam imam hadis ahlu Sunnah, mereka hanya percaya dengan hadis yang diriwayatkan oleh imam imam mereka sendiri. Konsekuensi dari ketidakpercayaan itu adalah seluruh praktek ibadah mereka menjadi berbeda dengan apa yang dilakukan oleh umat Islam. Mulai dari ibadah sholat, doa, puasa, haji,zakat

Disinilah letak kesalahan jika menyatakan bahwa perbedaan antara Syiah [ Imamiyah Itsma Asyariyah ] dengan Ahlusunnah adalah semata mata masalah khilafiyah furu’iyah saja. Perbedaan ajaran Syiah sudah berada di wilayah prinsip sehingga masuk pada wilayah penyimpangan.

Apa saja detil perbedaan Syiah dengan Islam hanya akan dibahas secara ringkas di buku ini.

Karena buku ini hanya akan mengkhususkan pada pengenalan bagaimana trik Syiah dalam menjebak umat. Bagaimana cara Syiah menggiring umat untuk secara perlahan lahan mengikuti ajaran mereka.

Saya pikir saat ini yang paling penting adalah umat menyadari apa apa saja pintu masuk Syiah dalam menarik simpati umat.
Kita harus betul betul paham trik trik tersebut, sehingga kedepan kita bisa membendung ajaran sesat ini dengan lebih mudah dan efektif.

Mungkin nanti akan ada sanggahan bahwa biar saja Syiah sesat, apa urusannya dengan kita?
Jawabnya: tentu saja amat berkaitan dengan kita !

Karena ajaran Syiah itu sendiri telah menghancurkan seluruh sendi sendi akidah dan iman Islam. Syiah telah memutarbalikkan fakta Islam. Mereka melakukan penistaan terhadap banyak sahabat, bahkan juga menista Rasulllah karena telah memutar balikkan sabda sabda Nabi. Mereka melakukan pembohongan. Mulai dari soal keimanan terhadapAllah SWT hingga masalah tatacara ibadah Islam. Disinilah kita perlu membendung ajaran Syiah dan membatasi ruang gerak mereka.

Dan yang lebih mengerikan, adalah karena agenda utama Syiah di banyak Negara, adalah melakukan kudeta terhadap pemerintahan resmi agar mereka bisa berkuasa.
Kita bisa mengambil contoh Iran, yang kini menjadi mercu suar dari ajaran Allah ini, lalu Libanon, Suriah, Yaman, Mesir, Turki [ sebelum Erdogan berkuasa ] dan hampir di seluruh Negara Afrika dan Timur Tengah sejatinya. Di Suriah dan Yaman bahkan telah terjadi pembantain demi pembantaian orang orang sunni yang dilakukan oleh Syiah.

Kekejaman orang orang Syiah hanya bisa disandingkan dengan kekejaman Israel. Mengapa? Ya karena sejatinya Syiah berasal dari orang Yahudi. Yang kemudian disemai oleh orang Persia [ Iran ]

Syiah sesungguhnya adalah kerjaan orang orang Yahudi. Mereka ingin membendung bahkan ingin meruntuhkan kejayaanIslam, dengan cara membuat kekacauan dan makar terhadap pemerintahan yang sah umat Islam, pada waktu itu Islam dipimpin oleh khalifah Abu Bakar, Umar dan Ustman.

Dan kemudian ide licik ini disemai oleh Persia [ Iran ]. Ketika sudah di’ambil alih’ oleh orang orang Persia inilah, Syiah bukan hanya di back up, tapi juga dipelihara, dikembangkan dan disebar benihnya ke seluruh dunia.

Masyarakat Indonesia masih amat sangat banyak yang belum tahu apa itu Syiah.
Saya sendiripun ketika pertama kali bersinggungan dengan Syiah, waktu itu sekitar tahun 1993/ 94, saya sama sekali tidak tahu bahwa kajian kajian yang dipandu Jalaluddin Rakhmat di masjid samping rumahnya di Jalan Kebaktian [dulunya] Bandung, adalah kajian Syiah.

Padahal pada saat itu, status saya adalah mahasiswa sebuah perguruan tinggi negri di Bandung.
Dan fakta, bahwa hampir seluruhnya murid murid yang hadir saat itu adalah juga mahasiswa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bergengsi di kota Bandung !

Anda bisa bayangkan, kalau mahasiswa yang notabene mewakili kalangan terpelajar, bisa juga di’kerjai’. Apatah lagi kalangan masyarakat awam ?

Dan masih banyaknya masyarakat yang belum paham Syiah, terbukti dari seringnya mereka bertanya : apa itu Syiah atau sesatnya Syiah itu dimana?

Untuk itulah buku ini sengaja saya tulis dalam bahasa yang diusahakan seringan mungkin agar mudah dipahami. Tidak mudah menulis sebuah topic yang berat kedalam bahasa yang ringan. Jadi seandainya pembaca masih ingin mengajukan pertanyaan lanjutan, sila email ke penerbit. InsyaAllah akan kami bantu sebisa mungkin.

Buku ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya berguru pada Jalaluddin Rakhmat selama kurun waktu [ sekitar ] tahun 92 hingga 98. Meski kehadiran saya tidak rutin setiap minggu pagi, namun semoga kekeliruan ilmu yang saya dapati waktu itu, bisa memberi kejelasan bagi kita semua. Dan semoga buku kecil ini mampu memberi pemahaman yang tepat tentang apa itu Syiah, sehingga kita bisa sama sama membendung arus Syiah di Indonesia. Amin.
Surabaya, Sepetember 2015

by: Ika Rais / muhammadsaw.info

Mo detail lengkap baca link buku ini :

URL MUHAMMAD SAW Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [10] VII. Keutamaan dan Kekhususan Nabi Muhammad Kalau di awal ketika Syiah mengangkat tema Cinta Rasul, Syiah masih memakai hujjah atau dalil ayat ayat al Quran dan s...

Ada kabar yang cukup membuat geleng-geleng kepala diantara pengikut syiah di negri ini.

Sesepuh syiah Jalaludin Rahmat yang dikenal sebagai dedengkot pengikut syiah justru mengalami penentangan dari Istri nya sendiri.

Eiit, tapi bukan karena sang Istri tidak sepaham soal syiah nya, justru si Istri merasa mempunyai tingkatan Marja syiah yang lebih tinggi dari suaminya.

Akhirnya masing-masing mengambil jalan sendiri2 sesuai Marja masing2, sehingga suami-istri itu harus bercerai.

Taat Berlebih Terhadap Marja’ Masing-Masing, Jalal & Emilia Cerai

Cuplikan pernyataan seperti ini

Baru-baru ini Emilia Renita membuat pernyataan bahwa ia resmi bercerai dengan dedengkot Syiah Indonesia, Jalaludin Rahmat.

Dalam status Facebook miliknya, Emilia menulis bahwa alasan bercerainya kedua tokoh aliran sesat Syiah ini dikarenakan perbedaan mereka berdua dalam marja’.

“Kalo dulu, pisah karena disesatin jadi syiah dan akhirnya nikah sama orang paling tinggi di syiah; Sekarang pisah karena disesatin lagi, karena jadi SHIRAZIYIIN. Titik. Ga pake akhirnya.. hahahaaa...” tulisnya bangga setelah bercerai.

“Marjaku dulu di penjara rumah oleh Marja Ust Jalal HANYA gara-gara kami TIDAK TERIMA WILAYATUL FAQIH PENGUASA IRAN, dan 4 hari yang lalu, anak Marjaku di penjara beneran dan ini sudah terjadi setiap tahun. Kalau Sayid Husein Shirazi di IRAN saja senyum-senyum waktu di penjara sama Syd Khamenei, masa aku harus takut mengambil semua resikonya?” lanjut Emilia dalam status Facebook miliknya (10/10/2015).

Siapa dan Bagaimana sebenarnya marja’ Emilia dan Jalaludin Rahmat?

Asy-Syirazi yang diikuti oleh Emilia Renita adalah marja’ Syiah Rafidhah yang berasal dari Irak, sedangkan
marja’ kang Jalal dalam hal ini adalah Khamana’i yang berasal dari iran.

Meski demikian, kedua marja’ Rafidhah ini sepakat bahwa musuh utama adalah Ahlul Sunnah dan umat islam. Dari mulut merekalah keluar fatwa-fatwa penghalalan darah Ahlus Sunnah dan kewajiban untuk memeranginya. Maka dari itu kita harus berhati-hati jangan sampai ketidak harmonisan mereka dalam hal marja’ ini malah menjadikan kita lengah kalau sebenarnya semua Syiah Rafidhah adalah ancaman bagi Umat Islam sedunia. (nisyi/syiahindonesia.com)

http://www.syiahindonesia.com/2015/10/taat-berlebih-terhadap-marja-masing-jalal-dan-emilia-cerai.html

Comment

No comments yet. Write yours!