7.073 view of Novel Pusaran Tawaf Cinta by @dedhi_suharto 1300 twit, Kisah Nyata

Kultwit Novel baru Kisah Nyata Cinta yang Unik karya @dedhi_suharto Penulis Novel kisah nyata Allah Itu Dekat.
book
10565 View 3 comments
3
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
Pagi ini digembirakan dengan pesanan 20 buku Novel Pusaran Tawaf Cinta. Allah SWT menggerakkan hati orang-orang beriman menyambut novel tsb.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1300) Kami menyaksikan pohon besar yang roboh. Juga ada jendela hotel yang terbang jatuh menancap di atap bus yg parkir di bawahnya. Horor.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1299) Ternyata airnya hangat terasa di kaki kami. Kirain dingin. Kami pun menyeberangi arus banjir itu dengan hati-hati. Arusnya sngat kuat.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1298) Rupanya jalanan banjir hingga setengah lutut dengan arus yang deras. Kami mencari arus yg paling tidak berbahaya untuk kami seberangi.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1297) Pemilik toko itu senang bisa menjamu kami. Hg akhirnya badai mereda dan kami pamit keluar meski gerimis masih turun. Kubayar bukunya.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1296) Ternyata kopi arab itu tak berasa kopi. Rasanya seperti jamu padahal aku gak doyan jamu. Tp kusembunyikan perasaanku. Pura2 kunikmati.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1295) Pemilik toko menghidangkan korma dan kopi arab hangat untuk kami. "Halal," katanya. Maksudnya itu gratis untuk kami. Maka kucicipi.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1294) Terdengar suara gemuruh yang membuat merinding. Plang iklan di jalanan beberapa jatuh. Beberapa pohon tumbang. Kami tetap di toko.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1293) Saat badai seperti ini tentu saling mmbantu sgt diperlukan. Sebab bila berada di luar ruangan berbahaya terkena petir dan hujan deras.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1292) Hanya sedikit pengunjung toko yg bersama kami, tapi itu pun sempit. Ada org di luar yg ingin bergabung, pegawai toko menyilakan masuk.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1291) Dinding kaca depan toko itu bergetar keras. Angin menerpa dari luar dengan kencang. Badai? Kami lihat di luar tiba-tiba gelap.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1290) Saat asyik melihat isi buku trsbut, tiba2 pgw toko kecil itu menutup pintu tokonya. Kami terkejut. Ia menyuruh kami tetap di dlm toko.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1289) Bukunya berisi foto2 Mekah dan Madinah, masjid, serta tempat2 bersejarah dan mustajab spt raudhah dll. Aku tertarik u jadikan hadiah.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1288) Akhirnya kami masuk ke toko kecil. Toko itu menjual buku, jam dinding penanda waktu shalat, dan lain2. Aku tertarik dengan bukunya.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1287) Lalu kami kunjungi pertokoan dekat masjid kami shalat ashar itu. Satu persatu toko kami kunjungi. Tak mudah mencari hadiah yg sesuai.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1286) Maka ashar kami tidak ke Masjidil Haram. Rencananya ke masjidil Haram maghrib dan isya saja. Kami shalat ashar di masjid yg tak jauh.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1285) "Mas, yuk kita cari hadiah, " ajak Jengnur. "Baik. Sehabis Ashar kita ke pertokoan mencarinya," jawabku. Jengnur setuju.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1284) Kami menyambut program saling memberi hadiah itu dengan semangat. Program ini akan menguatkan soliditas kami karena itu sngat penting.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1283) Maka keinginannya itu hanya ia pendam dalam hati. Yusuf berkata, " Kita programkan tabadul hadayah. Silakan persiapkan hadiahnya."
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1282) Tapi ia tak terlalu berharap banyak. Cuaca panas seperti saat ini sangat tak mungkin mengharapkan turun hujan di kota Mekah.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1281) Cuaca yang selalu panas membuat Jengnur berkata dalam hatinya," Alangkah senangnya bila bisa melihat hujan di kota Mekah ini."
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1280) Aku belajar menerima takdirNya. Untuk merespon apa yang kualami dengan kesabaran. Bahkan, aku berharap bs merespon mushibah dg syukur.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1279) Saat itulah peperangan di hatiku dimenangkan oleh keridhaan. Hilang sudah penyesalan tak jadi tawaf. Aku mendapat hikmahnya.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1278) Kami terus masuk ke dalam masjid, semakin menjauhi Ka'bah, hingga badai pasir tak lagi menerpa kami. Kami melanjutkan menunggu shalat.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
1277) "Mas, yuk masuk ke lebih ke dalam lagi," ajak istriku. Meski kami di dalam masjid tapi badai pasir masih menerpa kami. Aku menurut.
Load Remaining (1311)
Login and hide ads.