Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
simak >> Cerita Da’i Terpencil di Singkil: Tanpa Diketahui Pemerintah, Sekarang Ada Sekitar 30 Gereja pic.twitter.com/dJIV8z07Nu
Expand pic
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
Tgk. Jamaluddin, seorang dai wilayah terpencil di Singkil, Aceh, ikut mengomentari musibah pembakaran gereja di wilayah itu baru-baru ini.
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
Menurut Tgk. Jamaluddin, berdasarkan SKB 2 Menteri, dan rapat yang digelar oleh DPRD, Camat dan unsur dari Muspida, >
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
> Sudah ada kesepakatan bahwa rumah ibadah yang boleh didirikan di Aceh Singkil sejumlah 5 gereja, >
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
> yang terdiri dari 1 gereja dan 4 undung-undung. Namun fakta di lapagan justru tidak seperti ini.
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
“Tetapi sekarang jumlahnya sudah banyak, tanpa sepengetahuan pemerintah sekarang ada sekitar 30 gereja yang telah dibangun,” ujar Jamaluddin
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
Demikian dituturkan Tgk. Jamaluddin, da’i yg telah 6 tahun berdakwah di daerah Aceh Singkil, kpd hidayatullah.com, Sabtu, 17/10/2015
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
Atas kejanggalan itulah, lanjut Jamaluddin, warga Muslim di Aceh Singkil melaporkan pelanggaran pembangunan gereja yang tanpa izin >
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
> serta melebihi jumlah sebagaimana disepakati tersebut ke pemerintah, baik kabupaten maupun daerah.
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
“Sudah diajukan gugatan ke Pemerintah, tetapi selama bertahun2 tidak juga ditanggapi. Itu yg membuat warga geram & tdk sabar lagi,” paparnya
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
Apalagi, lanjut Jamaluddin, janji pemerintah untuk membongkar gereja yang dinilai melanggar tersebut terus diundur tanpa alasan yang jelas.
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
“Awalnya katanya mau segera ditertibkan, tetapi ternyata diundur hingga tanggal 19 nanti. Warga tidak sabar krn sering dibohongi,” jelasnya
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
Akhirnya, ujar Jamaluddin, karena merasa kecewa dengan sikap dan keputusan Pemerintah yang berlarut-larut.
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
Warga yang sudah siap langsung melakukan tindakan sendiri dengan melakukan pembakaran terhadap salah satu gereja ilegal.
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
Hem... ada juga >> Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan lho...
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
Jamaluddin bercerita soal peristiwa yg berkaitan dg pendirian gereja di daerah tempat tinggalnya, di Kec. Danau Paris, Kab. Aceh Singkil
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
“Jadi waktu idul fitri kemarin, saat saya kampung. Ternyata mereka bergerak mengumpulkan tanda tangan warga utk pendirian gereja,” tuturnya
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
Namun, yang menjadi permasalahannya, lanjut Jamaluddin, pihak yang ingin membangun gereja tersebut dengan dugaan memalsukan tanda tangan, >
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
“Waktu saya kembali ke Singkil, ada laporan bahwa pihak pembangun sudah mempunyai cukup tanda tangan warga muslim sebagai bukti persetujuan.
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
Padahal tidak ada dari warga kita yang menandatangani,” jelasnya.
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
“Setelah ditelusuri, ada juga yang katanya dibohongi, >
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
> mengaku dari pihak pajak sehingga meminta tanda tangan warga dengan dalih mengurus pajak,” tambah Jamaluddin.
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
Saat ini, menurutnya, suasana di Aceh Singkil masih mencekam.
Tentara Langit @T3ntaraL4ngit
Warga masih saling menunggu realisasi pemerintah yg menyatakan akan melakukan pembongkaran terhadap beberapa gereja ilegal 19 Oktober nanti.
Load Remaining (3)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.